Oleh Marsitin Rusdi
( Praktisi Kesehatan )
Palestina berduka lagi sebagaimana yang terjadi pada minggu-minggu ini, pasukan Israel kembali menggempur Gaza. Serangan roket jarak jauh dilakukan oleh Israel pada Jum’at (5/8). Hal ini menyebabkan sekitar 41 orang meninggal akibat serangan yang dilakukan oleh Israel. Jumlah tersebut termasuk korban anak-anak yang tidak berdosa (detikNews, 8/8/22).
Dilansir oleh VOAIslam ( 5/8/22) Israel telah menutup jalan di sekitar jalur Gaza dan mengirim bala bantuan ke perbatasan sebagai upaya serangan balas dendam terhadap pasukan jihad.
Sementara itu, menurut sumber berita lain, militer Israel menyerang sasaran anggota dari kelompok jihad Islam Palestina. Sejauh ini Israel mengatakan lebih dari ratusan roket ditembakkan selama tiga hari sejak mulainya operasi militer ini. Dikatakan ada ancaman nyata dari kelompok jihad Islam (BBCNewsIndonesia, 8/8).
Apapun alasannya penjajahan Israel atas negeri Palestina harus segara diakhiri. Dunia sudah memahami kekejaman Israel terhadap warga sipil yang telah mengusik nurani. Sehingga perlu sebuah solusi hakiki untuk mengakhiri penjajahan ini.
Sudah lebih kurang 70 tahun penderitaan yang dialami oleh penduduk Palestina di bawah penjajahan Israel seakan tiada ujungnya. Penghinaan terhadap kedaulatan negerinya, embargo ekonomi yang tiada henti dan ancaman nyawa seolah menjadi ritme kehidupan kaum Muslim di Palestina. Kapan konflik ini akan menuai jalan keluar, sulit untuk diprediksi. Perbuatan Israel sangat keterlaluan, kejahatannya terhadap umat Muslim Palestina sudah jelas menzalimi, bahkan dunia mengecam perbuatan ini. Kendatipun demikian yang terjadi selama berpuluh tahun tidak ada solusi untuk rakyat Palestina.
Dunia dalam hal ini PBB bahkan OKI hanya mengecam saja terhadap perbuatan Israel, meskipun ungkapan simpati datang silih berganti. Pada sisi lain, dunia tetap ramah terhadap Israel, dengan masih subur dan mesranya mereka tetap berhubungan dengan Israel. Kecaman hanya dimulut para pemimpinnya, hingga sekarang Israel tetap melenggang melangsungkan penjajahannya. Sementara negeri-negeri Muslim dengan alasan sekat-sekat nasionalisme dan birokrasi tidak bisa banyak membantu membebaskan Palestina yang terus menderita.
Sesungguhnya persoalan Palestina merupakan persoalan umat Islam sedunia, karena Palestina adalah tempat masjid suci umat Islam selain Makkah. Allah Swt. telah menjadikan Palestina sebuah negeri yang diberkahi. Hati kaum Muslim terhubung dengan adanya Baitul Maqdis sebagai kiblat shalat yang pertama bagi umat Muslim.
Sebagaimana firman Allah Swt. yang artinya: “Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilhaream ke Masjidil Aqsa yang telah Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (TQS al-Isra’ 17]:1)
Sehingga umat harus memandang persoalan ini dengan cara pandang Islam sebagai agama penyelamat dan agama penyempurna dari ajaran sebelumnya. Umat harus paham isu Palestina bukan hanya sekadar sebagai isu Arab atau hanya sebagai isu Palestina saja, kemudian sekarang digiring menjadi isu Gaza saja. Palestina adalah isu global umat Islam dunia. Sehingga umat perlu persatuan untuk membebaskan bagian tubuh yang sedang tertidas ini.
Penderitaan Palestina adalah juga penderitaan umat Islam semua, pepatah bilang meskipun jauh dimata namun dekat di hati. Sesungguhnya seluruh kaum Muslim sangat merindukan Palestina bisa merdeka bebas dari penjajahan Israel dan negara penjajah lainnya. Kaum zionis tidak pernah menghargai kehidupan kaum Muslim d ipalestina, dengan menunjukkan serangannya hingga saat ini.
Sementara upaya perundingan dan gencatan senjata yang diprakarsai PBB hanya merugikan pihak Palestina. Hal ini menunjukan bahwa keberadaan penguasa-penguasa negeri Muslim tidak memiliki kekuatan untuk membela jiwa dan kehormatan sesama umat Muslim, tidak punya taring untuk merobek penjajah di belahan negara lain, karena tawaran akan selalu berakhir dalam perundingan dan genjatan senjata.
Sungguh sekarang bukan saatnya lagi Palestina butuh perundingan dan gencatan senjata. Palestina sudah lama menderita, mau sampai kapan? Sudah saatnya umat bersatu, memikirkan solusi agar Palestina segera terbebas dari penjajahan. Harus ada sebuah pasukan yang bisa bertindak, bersatu dan memenuhi tanggung jawab mereka di hadapan Allah Swt. untuk melindungi nyawa dan kehormatan Muslim Palestina.
Karena sesungguhnya Allah telah menentukan jihad sebagai solusi untuk membebaskan umat Muslim dari penindasan dan penjajahan. Seruan jihad hanya bisa diserukan oleh sebuah negara adidaya yang menjadi junnah bagi umat Muslim, yakni adanya sebuah khilafah, sebuah sistem pemerintahan Islam dunia, yang akan melindungi setiap jengkal tanah kaum Muslim dari segala bentuk penjajahan.
Keberadaan khilafah rasyidah, akan menjadi wasilah kalimatullah kembali tegak dan tinggi menjulang diatas segalanya, sehingga pasukan Muslim akan bebas kembali berderap di bumi Palestina untuk membebaskannya tanpa halangan sekat-sekat kebangsaan.
Dengan kekuatannya, pendudukan yang diprakarsai oleh kekuatan kolonial akan bisa dilawan. Karena sesungguhnya dengan adanya Khilafah, kaum Muslim, Yahudi, Kristen dan umat lain dapat hidup kembali dalam kedamaian, keadilan dan aman sentosa, sebagaimana yang telah terwujud selama belasan abad yang lalu. Ketika Islam bisa menyatukan sepertiga bagian dunia menjadi satu kesatuan dalam sebuah pemerintahan Islam.
Wallahu a'lam bishawab.

No comments:
Post a Comment