Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menuju Negeri Yang Terbebas Dari Kesyirikan

Monday, August 15, 2022 | Monday, August 15, 2022 WIB Last Updated 2022-08-15T09:17:04Z

By : Eva Andriani
aktivis dakwah Prabumulih Sumsel

Saat ini sedang viral di dunia sosial media tentang seorang yg berani mengungkapkan fakta dari trik-trik perdukunan yang ada dinegeri kita tercinta ini, yang sebenarnya sudah lama para ulama sampaikan tentang dosa-dosa para pelaku kemusyrikan tersebut tapi tampaknya itu tak membuat para pelaku baik itu sebagai dukun atau pun "pasien" nya menyadari tentang keburukan apa yang mereka perbuat.
Terimakasih kita ucapkan pada sahabat kita sang pesulap merah yang membongkar trik para dukun untuk mengecohkan orang-orang yang datang pada mereka, hingga perlahan tiap orang memahami bahwa semua itu adalah trik semata bukanlah  kesaktian para dukun tersebut, Apalagi yang datang menemui para dukun itu kalau dilihat bukanlah orang yang tidak berpendidikan, bahkan mereka ada yang sudah menempuh pendidikan tertinggi, na'udzubillahi min dzalik 
Dilansir dari muslim.or.id, dukun adalah orang yang mengaku mengetahui perkara yang ghaib. Orang -orang yang masuk dalam kategori dukun adalah paranormal, tukang ramal, ahli nujum, dan yang semisal mereka. Dan siapa saja yang menceritakan tentang perkara di masa datang yang belum terjadi atau mengaku mengetahui perkara ghaib, maka statusnya adalah dukun.

Bagi orang yang tetap nekat ingin pergi ke dukun dan mempercayai dukun, maka ini akibatnya:
Tidak boleh berobat kepada tukang sihir dan juga dukun. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mendatangi dukun dan tukang sihir. Beliau besabda:
من أتى عرافًا فسأله عن شيء؛ لم تقبل له صلاة أربعين يومًا (رواه مسلم في الصحيح

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari”. (HR. Muslim dalam shahih nya).
Mendatangi ‘arraf (peramal) sama halnya mendatangi kahin [1] (dukun), munajjim (ahli nujum), sahir (tukang sihir), rammal (tukang ramal yang menggaris-garis di pasir untuk meramal sesuatu), dan yang semisal dengannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,

من أتى كاهنًا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد -عليه الصلاة والسلام-

“Barangsiapa mendatangi dukun lalu memercayai apa yang dia katakan, maka dia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad  ‘Alaihi shallaatu wasallam” (HR. Abu Dawud no. 3904, at Timidzi no. 135, an Nasai dalam as-Sunan al-Kubra no. 9017, Ibnu Majah no. 639, Ahmad no. 10167, dinilai sahih oleh Syaikh Al Albani).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

ليس منا من سحر أو سُحر له، وليس منا من تكهن أو تُكهن له.

“Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang melakukan perbuatan sihir, atau membenarkannya, yang mendatangi dukun, atau membenarkan ucapannya”
Beberapa pesan penting dari hadits-hadits di atas, adalah ;
1. Menunjukkan batilnya praktik perdukunan dan siapa saja yang mengklaim mengetahui perkara ghaib. Karena tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali hanya Allah saja.
Sebagaimana firman Allah dalam Quran Surah An-Naml ayat 65.

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

Katakanlah : Tidak ada seorang pun dilangit dan dibumi yang mengetahui perkara yang gaib kecuali hanya Allah. (QS. An-Naml: 65)
2. Hadits di atas menunjukkan wajibnya mendustakan para dukun, tukang ramal, dan sejenisnya. Tidak boleh ada pada diri hamba sedikit pun keraguan untuk mendustakan ucapan mereka.
3. Hadits di atas menjelaskan haramnya mendatangi dukun meskipun tidak membenarkan ucapannya. Jika ada orang yang melakukannya, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.
4. Jika membenarkan berita dari dukun maka hukumannya lebih keras lagi, yaitu dianggap kufur terhadap apa yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Seorang mukmin tidak boleh mendatangi (termasuk berobat) kepada peramal, dukun, dan ahli nujum. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam memperingatkan dengan peringatan yang keras. Tidak boleh pula bertanya dan membenarkan ucapannya. Bertanya kepada mereka tanpa membenarkannya merupakan suatu kemungkaran besar meskipun belum termasuk kesyirikan. Membenarkan ucapannya, meyakini bahwa mereka mengetahui hal ghaib, merupakan kufur akbar. Hal itu dikarenakan yang mengetahui ilmu ghaib hanyalah Allah Ta’ala. Barang siapa mengklaim bahwa ada yang mengetahui hal ghaib selain Allah Ta’ala, maka dia kafir. Baik dia mengatakan bahwa yang mengetahui hal ghaib itu adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau selainnya. Hanya Allah Ta’ala yang  mengetahui ilmu ghaib. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ.

“Katakanlah, Tidak ada seorang pun dilangit dan dibumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah’” (QS. An Naml: 65)
Kehidupan dunia ini hanyalah sementara, jangan sampai kita menyesal di akhirat nanti bila salah dalam menjalani kehidupan dunia ini. Tetap lah berada di jalan yang benar sesuai dengan Al-Qur'an dan hadist nabi Muhammad Saw. Ambisi dengan kehidupan dunia banyak membuat seorang berlaku yang tidak sesuai dengan logika mereka sendiri.
Mari kita perbanyak thalibul ilmi hingga tau bagaimana menjalani kehidupan dengan baik dan benar
Wallahu alam bi ashhowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update