Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wahai Kaum Muslimin: Tahun Baru Telah Tiba, Bangkitlah!

Saturday, January 08, 2022 | Saturday, January 08, 2022 WIB Last Updated 2022-01-07T22:49:03Z



Oleh: Ummu Khansa 

(Aktivis Muslimah)


Tak terasa waktu berjalan membawa kita memasuki tahun 2022. Pantaslah kiranya kita meluangkan waktu sejenak untuk merenung atas waktu dan perjalanan hidup ini. Baik secara individu, bermasyarakat, maupun bernegara. Sebagai seorang rakyat biasa, ibu rumah tangga, pebisnis, praktisi pendidikan, pejabat, atau penguasa.


Perjalanan hidup ini ibarat seorang musafir yang sedang menempuh perjalanan jauh dan panjang. Perjalanan yang tidak mungkin selalu mulus, penuh halang dan rintangan. Hingga jika menoleh ke tahun-tahun sebelumnya, kita layak menundukkan kepala dalam-dalam, menelaah dan mengambil ibrah (pelajaran) dari peristiwa-peristiwa sebelumnya.


Tahun 2021, negeri pertiwi bergejolak di atas tangan-tangan manusia sang pembuat hukum. Mulai dari munculnya berbagai kebijakan kontroversial, yaitu Perpres Miras, RUU PKS, Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, Presidensi G20, dan segala carut marut lainnya. Dalang segala carut marut ini tak lain adalah Sistem demokrasi yang menjadikan akal manusia yang lemah dan terbatas sebagai pembuat hukum dengan mengesampingkan hukum Allah Swt., sehingga hukum yang dihasilkan berdasarkan pada nafsu dan syahwat para penguasa dan kaum kapital.


Umat Islam wajib menyadari propaganda-propaganda para pembenci Islam agar tidak terjebak pada agenda monsterisasi sistem Islam oleh media dan tidak buta dengan rencana memecah-belah bumi nusantara ini. Kaum muslim juga harus senantiasa sadar bahwa krisis di berbagai negeri muslim adalah untuk memperkuat program-program mereka, menghambat Islam tegak, dan memutarbalikkan ‘efek buruk’ dari bencana neo-liberalisme.


Dengan demikian, umat perlu melangkah maju untuk menyampaikan Islam. Dengan melakukan aktivitas dakwah Islam secara kontinu, maka arah perubahan terarah yaitu perubahan mulai dari yang bersifat mendasar, menyeluruh, dan totalitas. Perubahan tersebut merupakan perubahan yang dibutuhkan oleh umat, bukan perubahan yang semu dalam kubangan sistem kapitalisme.


Perubahan mendasar mampu mendiagnosis musuh yang sebenarnya. Kesalahan mendiagnosis musuh, akan mengantarkan pada kesalahan dalam bersikap terhadap kawan atau lawan. Perlu ditegaskan kembali bahwa musuh umat Islam adalah ideologi sekuler-kapitalis dan sosialis-komunis. Ideologi inilah yang menjadi biang dari berbagai macam kerusakan di negeri ini.


Selain itu, harus terdapat konsep dan arah perubahan yang jelas, terarah dalam mencapai target. Perubahan yang dilakukan fokus pada upaya melanjutkan kehidupan Islam dengan jalan menerapkan seluruh aturan Islam melalui institusi politik yakni pemerintahan Islam.


Maka harus ada kepemimpinan umat yang akan memudahkan dalam menggerakkan dan mengarahkan umat untuk melakukan perubahan. Kepemimpinan umat ini harus berbentuk partai atau kelompok ideologis yang berdiri berdasarkan ikatan Islam. Dengan begitu, perubahan yang terjadi menempuh jalan umat dan bersama dengan umat yang sadar dan paham.


Perubahan akan semakin matang ketika adanya peristiwa politik, sehingga menggerakkan masyarakat untuk menolak terhadap pemimpin dan sistem politik yang ada. Oleh karenanya, bergerak dengan selain daripada Islam, hanya akan mengantarkan kepada perubahan parsial. Maka kemarahan umat harus disebabkan oleh suatu alasan yang bersifat ideologis, bukan berdasarkan dorongan duniawi yang akan ‘melenyapkan’ ke pusara semu.


Selamat dan semangat bergerak melangkah menuju kemenangan. Jangan banyak alasan, mari kita hanya terikat kepada Allah semata, percaya kepada janji-Nya yang menjanjikan kemenangan. Berjuanglah agar penerapan aturan Allah menjadi satu-satunya asas konstitusi, sehingga Allah menganugerahkan kehidupan yang mulia dan bermartabat serta tentang keadilan menaungi seluruh dunia, termasuk bumi pertiwi ini. Wallahu'alam bi shawab. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update