Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kerugian Akibat Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota Capai Rp.4,5 Miliar

Tuesday, January 04, 2022 | Tuesday, January 04, 2022 WIB Last Updated 2022-04-20T20:23:57Z

Nusantaranews.net, Limapuluh Kota
Bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa dua kecamatan di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota yakni Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Akabiluru diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp4,5 miliar.

Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, Selasa (4/1).

Menurut Rahmadinol yang sekaligus manager Pusdalops BPBD Limapuluh Kota mengungkapkan bahwa, bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa Kecamatan Kapur IX pada hari Sabtu 1 Januari 2022 lalu itu, telah merusak empat jorong di kawasan Nagari Galugua yakni Jorong  Galugua, Jorong Tanjuang Jajaran, Jorong Koto Tangah dan Jorong Mongan,

Sementara itu banjir dan tanah longsor yang terjadi di Nagari Durian Tinggi  dialami tiga jorong yakni Jorong Bintungan Sakti, Jorong Cinta Maju dan Jorong Ronah Pembangunan.


Sedangkan di Nagari Muaro Paiti menimpa Jorong Sungai Panjang Indah. Sementara banjir dan tanah longsor yang terjajdi di kecamatan Akabiluru menimpa Nagari Sungai Balantik.

Diungkapkan Rahmadinol, bencana banjir dan tanah longsor yang telah memporak poranda tiga nagari di Kecamatan Kapur IX adalah akibat curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan meluapnya air sungai Batang Kampar, Batang Kapur, Batang Lowe, Batang Koke dan Batang Mongan. Sedangkan banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Akabiluru diakibatkan meluapnya Sungai Doreh.

Rahmadinol juga menyatakan, dampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di dua Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota itu, telah dilakukan pendataan.

“ Alhamdulillah, dalam musibah bencana alam banjir dan tanah longsor di Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Akabiluru tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun untuk Nagari Galugua terdata sebanyak 192 rumah warga rusak ringan dan rusak berat 4 rumah. Ditaksir kerugian sekitar Rp684.000.000.-,” ujar Rahmadinol.

Sedangkan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Nagari Durian Tinggi terdata sebanyak 34 rumah warga rusak ringan dan ditaksir kerugian Rp68.000.000,-

Sementara itu dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di dua kecamatan tersebut juga merusak sanitasi dan drainase lingkungan, termasuk fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan seperti dialami Puskesri Jorong Koto Tangah, Nagari Galugua yang mengalami rusak berat.

Lebih jauh diungkapkan Rahmadinol, dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di Nagari Galugua menimbulkan kerusakan cukup parah pada infrastruktur jalan Propinsi Sumatera Barat dan jalan Kabupaten Limapuluh Kota termasuk infrastruktur jalan di Nagari Durian Tinggi.

“Diperkirakan kerugian terkait kerusakan infrastruktur jalan ini mencapai Rp1,1 Miliar,” ulas Rahmadinol.

Kerusakan lain akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebut juga terjadi pada jaringan listrik, hutan, lahan dan tanaman pertanian, hewan ternak.

“ Total kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebut ditaksir mencapai Rp 4,5 Miliar,” ujar Rahmadinol.

Dipaparkan Rahmadinol, upaya penangganan yang telah dilakukan tim penanggulangan bencana terdiri dari BPBD, PUPR,  TNI dan Polri, Dinas Damkar, Pemerintah Kecamatan dan Nagari telah dilakukan pendataan dan pengungsian atau memindahkan korban tinggal di rumah keluarga terdekat bagi rumah yang rusak berat dan mendirikan Posko di Nagari Galugua.

Rahmadinol mengakui, dalam penanggulangan bencana ditemukan kendala di lapangan yakni banyaknya titik longsor sehingga menghambat TRC-PB Kabupaten Limapuluh Kota melakukan kaji cepat di daerah bencana.

Kemudian beratnya medan untuk mobilisasi alat berat yang dimiliki Pemda Kabupaten Limapuluh Kota, sehingga memakai alat berat Dinas PUPR Propinsi Sumatera Barat dan sulitnya akses jalan menuju lokasi.

Menurut Rahmadinol, saat ini kebutuhan darurat untuk korban banjir dan tanah longsor adalah kebutuhan dasar pangan, kebutuhan dasar sandang, percepatan perbaikan jaringan listrik di daerah bencana, percepatan penanganan darurat pembuangan material longsor termasuk perbaikan darurat infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak.

Diakhir wawancara Rahmadinol mengungkapkan, terkait bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Kemensos RI, Tri Rismaharini telah memerintahkan Kepala Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial (BBPPKS Regional I Sumatera Kemesnsos RI) DRA Sunarti, M.Si segera turun tangani korban bencana di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Informasi yang kita peroleh dari Kepala Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial (BBPPKS Regional I Sumatera Kemensos RI), DRA.Sunarti.M.Si, Senin (4/1) telah distribusikan bantuan darurat bencana dari Kemensos. Besok, Rabu (5/1) Kepala Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial (BBPPKS Regional I Sumatera, Kemensos RI), DRA.Sunarti.M.Si didampingi Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo dan Kepala Dinas Sosial Limapuluh Kota akan meninjau pelaksanaan penanganan darurat bencana alam banjir dan longsor di Kecamatan Kapur IX sekaligus akan menyerahkan bantuan darurat untuk korban banjir dan tanah longsor,” pungkas Rahmadinol. (rstp)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update