Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

COVID VARIAN BARU, MASYARAKAT LELAH, PEMERINTAH LAKUIN APA YAH?

Wednesday, January 05, 2022 | Wednesday, January 05, 2022 WIB Last Updated 2022-01-05T14:20:17Z

Oleh : Mardotillah Rahmi  

Jakarta, CNBC Indonesia- Varian baru dari  virus  corona, yakni Omicron, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Penularaan yang  luar biasa ke berbagai negara ini dimulai dari para pelaku perjalanan hingga akhirnya menjadi  transmisi  komunitas.  Menurut  WHO menyatakan Varian Omicran mampu mengubah arah pandemi. Banyak para ahli di bidang kesehatan berlomba-lomba mengenai cara kerja virus  varian  Covid baru ini. Direktur  WHO juga menyebutkan bahwa  untuk saat ini Omicron sudah terdektesi di 57 negara.  Untuk Indonesia sendiri  belum mendeteksi adanya kemunculan varian  baru  Covid-19  ini. 

Kompas.com - Pemerintah Indonesia juga sudah membuat kebijakan untuk mengatansipasi masuknya Omicron ke Indonesia. Dengan mengeluarkan surat Edaran (SE) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penundaan Sementara Kedatangan Warga Negara Asing ( WNA) dari sejumlah negara. Selain itu, pemerintah juga menerapkan Instruksi Mentari dalam Negeri (Indmendagri) Nomor 62 Tahun 2021. Dalam Instruksi tersebut menekankan adanya PPKM level tiga selama masa libur Natal dan Tahun Baru untu mencegah penularan Covid-19.

Covid Omicron adalah virus corona yang  lebih menular ketimbang virus corona yang lalu. Dimana virus varian baru ini, tarjadi karena proses mutasi, ketika seseorang yang positif covid pergi ke wilayah lain , maka si virus bermutasi di wilayah tersebut dan virus ini bersifat lebih menular . karena kondisi orang yang tinggal di satu wilayah dengan wilayah laianya itu berbeda, sehingga memudahkan virus bermutasi di wilayah tersebut. Disatu sisi ini virus ini terjadi karena abainya para penguasa dalam mennaggani kasus covid 19, dimana sudah jelas virus covid 19 masih ada tapi masih saja menginzinkan untuk berpergian. seharusnya kan lakukan lockdown untuk mencegah perkembangan covid 19.

Sudah dua tahun lebih hidup dalam masa pandemi ini. Masyarakat  tentu sudah merasa lelah dan jenuh dengan keadaan ini. Yang  paling merasakan  sulit  dimasa pandemi ini, tentu bukanlah orang  yang punya duit  atau para penguasa hari ini,tentu saja dari golongan masyarakat menengah ke bawah. Pada akhirnya, masyarakat  ada yang memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari menjadi pengusaha online kalau iya? Tapi kalau yang  tidak ngimana yah? Tentu mereka  ada yang  menjadi penganguran , ada yang menjual barang dirumah untuk memenuhi kebutuhan hidup,yang lebih parah lagi ada yang jual anak untuk menyelamatkan  anak yang lain. Miris bingit yah,  tapi itulah yang terjadi dimasa pandemi ini. Alasan diatas nih, karna ada yang dipecat  dalam pekerjaan karena alasan menghemat biaya produksi, ada yang menutup usaha karna pelanggan yang  tidak ada gara-gara diterapkan  PPKM oleh pemerintah, ada juga dipulangkan dari negara asing karena alasan lockdown untuk mengatasi pendemi di negara tersebut.

Miris bukan, tapi begitulah nasib masyarakat hari ini. kondisi masyarakat  sebelum pandemi saja sudah susah dan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup, ditambah dengan kondisi pandemi yang  mencengkik masyarakat  pelan namun pasti. Dan bisa dikatakan  bahwa ,mungkin banyak orang yang meninggal karna corona, tapi tidak sedikit pula orang meninggal karna kelaparan  di masa pandemi. Dan seperti itulah gambaran umum yang  terjadi di di negeri tercinta ini.

Ini membuktikan kegagalan negara Indonesia dalam menjaga dan mengayomi masyarakat.  Kegagalan negara ini terlihat dari lamban pemerintah dalam menanggani kasus  Covid 19. Pemerintah lebih mementingkan perekonomian dari pada nyawa masyrakat. Terlihat ketika  kasus covid pertama kali di wuhan , pemerintah tidak bertindak tegas untuk membuat kebijakan untuk mencegah virus masuk ke Indonesia. Pemerintah malah mengizinkan para pekerja cina,yang saat itu jelas sudah ada virus covid. Pemerintah menginzinkan alasana perekonomian lagi. Ketika virus covid sudah tidak terkendali lagi maka baru diakasanakan lockdown, yang jelas mengakibatkan hancurnya sector-sektor kehidupan negara. Negara lagi-lagi memaksa masyarakatnya untuk menerapkan new normal yang dimana kasus covid masih tinggi di Indonesia. Karena alasan yang perekonomian dan kemajuan lah mengorbankan nyawa rakyat lagi. 

Inilah solusi dari sistem hari ini, dimana nyawa masyarakat  menjadi tumbal untuk kemaslahatan dan kemajuan yang digapai. Dalam sistem ini,negara yang berperan sebagai pelindung  dan penjaga masyarakat  tidaklah melaksakan tugasnya dengan  baik. dalam sistem ini yang memilki kekuasaaan bukanlah milik rakyat  tapi milik para pengusaha. Para rayat dijadikan sebagai pemanis dalam sistem saat ini, rakyat hanya dibutuhkan ketika pemilu saja, itu pun hanya formalitas semata. Para pengusaha yang mengendalikan semua sector kehidupan negara ini. dimulai dari kebijakan yang di ambil pemerintah tetang  aturan negara sampai kebijakan yang terkecil  tentang negara pun ada campur tangan para pengusaha. 

Islam merupakan satu-satunya agama yang mempunyai solusi dalam penyelesaian masalah, tapi malah dicampakakan dalam sistem hari ini. padahal dalam sistem ini juga menerpakan lockdown yang diterpakan untuk  mencegah penularan virus, jauh sebelumnya islam sudah mengenal kata lockdown yang dikabarkan oleh Rasulllah SAW.  Rasullaha SAW. Bersabda  “jika kalian mendengar tentang tho’un di suatu tempat maka jangalah mendatanginya dan jika mewabah di suatu tempat sementara kalian berada di situ maka janganlah keluar karena tho’un tersebut. (H.R Bukhari).

Nah ini jelas yah, bagaimana islam  sangat solutif dan sangat efektif dalam penyelesaian masalah. Dan tentu saja islam itu sanagat relevan dengan perkembangan zaman. Ini sudah dibuktikan loh selama kurang lebih13 abad dimana peradabaan islam yang menjadi pusat peradabaan mamapu membuat peradabaan manusia berkembang dengan pesat dan mampu membuat peradabaan yang sangat gemilang.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update