Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sistem Islam Cegah Bentrokan Ormas Berulang

Sunday, December 12, 2021 | Sunday, December 12, 2021 WIB Last Updated 2021-12-12T01:43:10Z



Oleh: Iswatun Hasanah S.pd 

(Aktivis Muslimah)


Bentrok ormas kembali terjadi, Polres Karawang, Jawa Barat, menetapkan lima tersangka dari tujuh orang yang ditangkap terkait peristiwa bentrokan ormas di Jalan Raya Interchange Karawang Barat, Rabu (24/11). Akibat bentrokan itu, satu anggota ormas meninggal dunia.  (www.republika.co.id)


Kepala Kepolisian resor Karawang Ajun komisaris besar Aldi subartono mengatakan motif penyerangan diduga terkait permasalahan limbah ekonomis industri. Kawasan Industri pengelolaan limbah tersebut memiliki potensi ekonomi dengan nilai keuntungan hingga miliaran rupiah. Keuntungan yang bernilai fantastis itu mutlak memicu perebutan dan kericuhan. Dari sinilah bibit pertengkaran itu berawal, namun Ormas yang umumnya terdiri dari masyarakat kalangan menengah ke bawah tidak memiliki kekuatan lain, selain jumlah mereka yang besar. Alhasil para pelaku bisnis yang memiliki kemampuan teknis pengelolaan limbah sering memanfaatkan keberadaan ormas tersebut.


Dengan demikian, bentrokan antar ormas sebenarnya adalah bentrokan kepentingan antara pemilik modal. Selain ormas tersebut Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Deonijiu de Fatima juga mengatakan sempat terjadi bentrok antar ormas di wilayah Pasar Lembang Kecamatan Ciledug kota Tangerang beberapa waktu lalu.


Bentrok ini melibatkan ormas Pemuda Pancasila atau PP dan ormas Forum Betawi rempug atau FBR. Dugaan kuat motifnya adalah perebutan lahan. Sebelumnya juga anggota Pemuda Pancasila melakukan aksi anarkis dengan mengeroyok Polisi saat demonstrasi di depan Gedung MPR DPR Jakarta Kamis 25 Nov 2012.


Kendati kerap terlibat dalam tindakan anarkistis PP seringkali lolos dari hukum. Banyak pengamat menduga hal tersebut bisa jadi karena PP memiliki sokongan kuat dari elit politik nasional. Misalnya saja ketua MPR Bambang soesatyo yang tercatat sebagai wakil ketua umum PP, belum lagi keterlibatan PP dalam pilpres 2019 lalu.


Melihat realita di atas dapat dipahami bahwa menjadikan ormas sebagai wadah kepentingan politik seolah sudah menjadi fenomena tersendiri dalam sistem perpolitikan demokrasi. Elit politik tak segan menggandeng ormas untuk dimanfaatkan dalam mencapai tujuannya.


Pada sisi lain, Ormas yang tidak memiliki visi selain materi memang rentan disetir kepentingan. Terjadilah simbiosis mutualisme antara Ormas dan para elit politik. Alhasil sistem yang berputar saat ini hanya menjadikan maslahat/keuntungan sebagai tujuan utamanya.


Oleh karenanya dapat dipastikan jika motor penggeraknya adalah materi, maka mereka akan bergerak sesuai arahan para elit yang memberi makan mereka. Alhasil ormas model seperti ini mandul dalam memberikan manfaat bagi umat. Jangankan bermanfaat untuk umat, keberadaan ormas kerap menciptakan mudhorot.


Ormas dalam Sistem Islam

Organisasi masyarakat atau ormas seharusnya menjadi Mitra pemerintah dalam membangun daerahnya. Sayangnya saat ini ormas justru hanya dimanfaatkan oleh segelintir elit berkelas seperti yang terjadi di Karawang.

Hal ini sangatlah  berbeda dengan posisi ormas dalam sistem Islam dalam naungan Khilafah.  Dalam Khilafah, kehidupan masyarakat berlandaskan akidah Islam. Aqidah inilah yang menjadi motor penggerak Ormas (jamaah/kelompok) semata meraih pahala dan Ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Maka dalam Khilafah, Ormas yang terbentuk akan memiliki ikatan kuat yaitu ikatan Aqidah Islam. Ikatan ini tidak akan mampu diputus oleh kepentingan para elit politik. Sehingga keberadaan ormas ini akan selalu melindungi kepentingan umat.


Tujuan keberadaan Ormas yang Rasulah Shallallahu Alaihi Wasallam ajarkan adalah kelompok dakwah yang bergerak dibidang politik atau yang sering disebut partai politik. Saat berdakwah di Mekah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membentuk partai politik yang aktivitasnya adalah menyeru dan membina umat untuk memeluk Islam secara Kaffah.


Dengan adanya partai politik, kemenangan Islam akan diraih. Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Quran bahwa ormas atau kelompok yang terbentuk harus merupakan kelompok dakwah yang bergerak di bidang politik alias partai politik.

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Ali Imran:104)

Perintah tersebut nampak jelas dari track record kelompok Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang berhasil meraih kemenangan yang ditandai dengan tegaknya Islam di Madinah.


Tegaknya Negara Islam pertama inilah yang menjadi institusi dalam melayani dan meriayah masyarakat sesuai dengan syariat Islam. Tidak cukup disitu, adanya Negara Islam pertama ini pula yang mengantarkan Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam mengemban risalah Islam ke seluruh alam dengan dakwah dan Jihad.


Dalam sejarah peradaban Islam, tidak akan ditemukan ormas yang concern dalam bentuk Maslahah atau kepentingan yang hanya fokus pada pembangunan pendidikan atau ekonomi atau kesehatan. Sebab semua itu telah dipenuhi oleh Khilafah sebagai bentuk dari riayah atau pengurusan kepada rakyat.


Definisi Khilafah menurut syara' adalah negara sebagai pengurus dan pelindung umat. Khilafah akan bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dasar individu seperti sandang, pangan, papan termasuk kebutuhan masyarakat, seperti kesehatan, keamanan dan pendidikan dengan mekanismenya.


Masing-masing peran tersebut menjadikan aktivitas ormas dalam Khilafah tidak akan ditemukan simbiosis mutualisme antara para elit politik atau negara dan ormas. Sebab mereka akan berfokus pada tanggung jawab mereka masing-masing. Sesuai yang dibebankan oleh Allah sebagai satu-satunya yang berhak membuat hukum.


Oleh karena itu berdasarkan dalil Q.S Ali Imran: 104, keberadaan ormas saat ini yang notabenya khilafah belum tegak, haruslah beraktivitas dengan misi Partai politik yaitu mewujudkan kehidupan Islam dengan menegakkan Khilafah.


Adapun misi Partai politik setelah Khilafah tegak adalah menjaganya agar tetap bervisi mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil'alamin dengan demikian dalam sistem Islam kedudukan ormas atau partai politik begitu Mulia karena kehadirannya begitu bermanfaat bagi umat dan agama. Wallahu 'alam bi showab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update