Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

COP26 dan HIPOKRISI REZIM KAPITALIS GLOBAL

Saturday, November 13, 2021 | Saturday, November 13, 2021 WIB

Oleh Ratna Sari Dewi

Perubahan iklim dianggap sudah menjadi bom waktu terjadinya kiamat ekologis sehingga COP26 dianggap sangat urgen untuk menarik komitmen semua pihak dan negara dalam rangka menurunkan emisi karbon dan termasuk deforestasi.

Total jejak karbon dari 1% orang-orang super kaya akan tumbuh, sementara 50% orang-orang termiskin tetap kecil, ungkap sebuah penelitian, walaupun ada komitmen yang dibuat menjelang KTT COP26.

Para ilmuwan tentang iklim memperingatkan bahwa ada gas rumah kaca dalam jumlah terbatas yang dapat terus kita lepaskan ke atmosfer sebelum planet ini menghangat hingga lebih dari 1,5C dari tingkat pra-industri. 

Meskipun 50% penduduk termiskin di dunia akan memiliki jejak karbon terendah, mereka lebih mungkin merasakan dampak perubahan iklim. BBC NEWS 7/11/2021.

Indonesia termasuk negara pembabat hutan terbanyak, Menteri LHK: 'Pembangunan era Jokowi tidak boleh berhenti atas nama deforestasi'
Dia menegaskan bahwa Indonesia menerapkan Forestry and Other Land Use (FoLU) Net Sink pada 2030 untuk mengendalikan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan, sehingga terjadi netralitas karbon sektor kehutanan (di antaranya berkaitan dengan deforestasi) pada tahun 2030.
''Bahkan pada tahun tersebut dan seterusnya bisa menjadi negatif, atau terjadi penyerapan/penyimpanan karbon sektor kehutanan. BBC NEWS 7/11/2021

Terdapat 190 negara yang berjanji meninggalkan batu bara untuk menekan emisi gas tetapi namun PBB menyebut bahwa dari 191 negara yang mengambil bagian dalam Perjanjian Paris, hanya 113 negara yang sejauh ini memberikan janji yang lebih baik. 

Negara-negara G20 harus memimpin dalam mengurangi emisi dengan cepat untuk mengurangi dampak perubahan iklim," kata Sonam P Wangdi, ketua Kelompok Negara-negara Paling Tidak Berkembang (LDCs).
Mereka adalah negara-negara dengan kapasitas dan tanggung jawab terbesar. Mereka tidak bisa lagi melangkah dan memperlakukan krisis ini seperti krisis lainnya. 

Sayangnya realita menunjukkan bahwa masing2 negara punya kepentingan memenangkan kepentingan masing - masing. Baik untuk menunda tenggang pencapaian emisi zero, menghalangi ekspansi industry negara lain, menawarkan teknologi hijau ataupun menolak penghapusan komitmen sebelumnya. 

Faktanya juga bahwa negara industry yang menggagas KTT ini adalah penghasil terbesar emisi, membiarkan kaum kaya melontarkan jutaan ton emisi karbon untuk memuaskan nafsu materialistik mereka.

Inilah watak penguasa kapitalisme yang rakus akan materi. Ketamakan para kapitalis membawa dunia dalam ambang kehancuran, kerusakan alam dan lingkungan hidup. Bencana alam yang terjadi semakin merusak  alam. 

Sistem kapitalisme dengan dasar sekulerisme.  Pemisahan agama dari kehidupan menghasilkan empat kebebasan. Dalam pembahasan ini sistem kapitalisme melahirkan kebebasan  kepemilikan. 

Para kapital yang memiliki uang sesuka hati untuk melakukan apapun tanpa memikirkan orang lain. Oleh sebab itu mental penguasa di sistem kapitalisme hanya mementingkan tujuan hawa nafsunya tanpa melihat kerusakan yang terjadi akibat kerakusan mereka. 

Upaya Penyelesaian dari Akar
Jika dunia benar-benar serius ingin memperbaiki kerusakan ini, mereka harus menyelesaikannya sampai akar, bukan hanya pada pangkalnya. Karena jika pola pikirnya tetap kapitalistik, perubahan pemanfaatan energi itu pun tak akan membantu, justru melahirkan masalah baru.

Misalnya, seruan energi terbarukan saat ini untuk mengganti energi fosil seperti biodiesel—dari minyak kelapa sawit (CPO). Karena seruan ini, akhirnya lahan perkebunan kelapa sawit makin luas. Perluasan lahan ini ternyata menggusur lahan gambut yang notabene berperan sebagai penyerapan air. Walhasil, air hujan yang turun tak lagi tertampung di lahan gambut, banjir pun tak dapat terelakkan, dan kerusakan alam akhirnya terjadi. Selain itu, pembukaan lahan gambut menjadi perkebunan juga terjadi melalui pembakaran hutan yang menyebabkan polusi udara dan rusaknya habitat tumbuhan dan hewan. Oleh karenanya, upaya penyelesaian ini harus dari akarnya, yaitu perubahan pemikiran. Jika ideologi kapitalisme telah membuat kehancuran di mana-mana, perlu ada ideologi yang bersifat memperbaiki. 

Islam Sebagai Solusi
Di dunia ini hanya ada tiga ideologi: kapitalisme yang telah terbukti merusak kehidupan, sosialisme yang sudah lama ditinggalkan karena tidak manusiawi, dan Islam yang dahulu diterapkan selama 13 abad. Dari ketiga ideologi ini, yang membawa kebaikan ketika diterapkan hanyalah Islam. Selain dari bukti sejarah, Allah Swt. pun telah berjanji bahwa Islam akan membawa rahmat. “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia.” (QS Al Anbiya: 107) Selain ayat di atas, berita tentang kerusakan bumi akibat ulah tangan manusia karena tidak mau taat Allah Swt. juga tertulis dalam Al-Qur’an. Hal itu sebagai alarm agar manusia mau kembali ke jalan yang lurus. 
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al Araf: 96) Oleh karena itu, kita perlu memakai Islam sebagai ideologi yang dapat menyelesaikan masalah ini. Islam mengajarkan ketika kita memanfaatkan alam ini tidak boleh merusaknya. Kita harus menjaganya. Jika kita padukan dengan ilmu pengetahuan, kita akan menemukan solusi dari perubahan iklim ini. Untuk masalah penelitian, Islam dengan sistem keuangannya akan mampu mengatasi masalah biayanya. Negara yang mengadopsi Islam akan mengerahkan segala kemampuan (uang, alat, ilmuwan) untuk menemukan teknologi ramah lingkungan. Seluruh biaya berasal dari Baitulmal yang memiliki pemasukan dari banyak pintu, seperti zakat, jizyah, fai’, kharaj, ganimah, pemanfaatan SDA, dll.. Dengan demikian, para ilmuwan akan fokus melaksanakan penelitiannya dan berkonsentrasi agar dapat menyelamatkan umat manusia. Dari sini kita akhirnya tahu bahwa Islam merupakan ideologi sempurna dan paripurna. Jalan satu-satunya menyelamatkan dunia dari perubahan iklim ini adalah meninggalkan kapitalisme dan mengambil Islam sebagai gantinya.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update