Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Serius, Kampus Kurikulum Industri?

Wednesday, August 04, 2021 | Wednesday, August 04, 2021 WIB

Oleh: Watik Handayani, S.Pd.

Serius, kampus kurikulum industri? Tentu saja, pemerintah makin serius memastikan kurikulum kampus berorientasi industri, bukan intelektual inovatif. Hal tersebut akan menjadi pintu bagi korporasi membajak potensi intelektual generasi. Generasi semakin instan dalam mencari penghasilan tanpa susah berpikir. Hanya tenaga yang digunakan untuk mengikuti sistem yang ada. Mengerucut, sebuah ilmu bukan untuk kemajuan negara, tetapi demi kemajuan industri yang berdampak ketergantungan pada pemodal. 

Semua itu akan menjadi ancaman jangka panjang bagi bangsa karena kehilangan SDM pakar ilmu yang menjadi sumber lahirnya inovasi maslahat bagi rakyat. Padahal rakyat butuh berkembang untuk menciptakan kemajuan sebuah negara, bukan hanya mengikuti apa yang menjadi keinginan pemerintah yang salah jalan. Namun, tak sudi untuk diluruskan. Hanya ingin menikmati receh sesaat dan takut  tak ingin berpikir panjang untuk masa depan. 

Jika sebuah negara tak memiliki SDM intelektual, pasti akan mengekor pada bangsa lain. Tak bisa mandiri, tak mampu untuk menyejahterakan rakyatnya. Inilah yang terjadi dalam sistem demokrasi kapitalis. Sistem demokrasi kapitalis akan mematikan sebuah sistem negara, karena yang pandai dimusnahkan, yang bodoh bisa berkuasa. 

Bagaimana bisa orang bodoh memimpin sebuah negara. Pasti tinggal menunggu kehancuran yang segera menghampiri, jika rakyat tidak segera sadar untuk bangkit dan menghentikannya.  Hanya akan didapati SDM operator mesin industri. Sehingga sebuah kebodohan negara akan merasakan hilangnya SDM intelektual, menyebabkan ketergantungan dan pengangguran yang membudaya. Bisa jadi kemaksiatan persaingan menjadi hukum rimba dengan saling menjatuhkan tak peduli kemanusiaan demi sesuap nasi. 

Pemerintah tak bisa berpikir panjang tentang anak muda, sebagai penerus bangsa. Kampus yang harusnya tempat mengembangkan ilmu pengetahuan yang cemerlang, menjadi target utama pelan dan jangka panjang dihilangkan dengan mengubah kurikulum yang tak menghasilkan intelektual pemuda. Dengan dalih demi memperbaiki perekonomian negara,  kenyataan hanya dapat memperkeruh keadaan dan menumpuk utang serta menambah kemiskinan yang merajalela. 

Tentunya sangat berbahaya mengalihkan fokus mahasiswa dari pendalaman ilmu menuju orientasi industri. Itu semua hanya akan menambah orang bodoh yang ingin memperkaya diri. Walaupun dengan cara yang haram yang penting bahagia di dunia, menyebabkan negara mudah terjajah karena tak memiliki ilmu yang dapat memperbaiki keadaan.

Maka, solusi terbaik ganti sistem demokratis-kapitalis dengan sistem Islam yang dijamin akan menyelesaikan semua masalah. Kemajuan akan didapatkan dengan memberikan ilmu untuk kecemerlangan dalam berpikir. Dengan sistem Islam, kemandirian dan kerja sama yang baik antara rakyat dan pemerintah terwujud. Akan terciptanya sebuah keberhasilan, rakyat mencintai pemerintah untuk membangun sebuah negara yang adidaya yang dapat dibanggakan. 

Begitu juga, pemerintah senang rakyat sejahtera dengan izin Allah SWT. Menjadi makmur, banyak yang terus ingin menjadi pendidik untuk membangun anak bangsa. Dan anak muda ingin terus menuntut ilmu untuk mengembangkan ilmunya. Sehingga tidak sia-sia dalam menuntut ilmu, karena dihargai dan bermanfaat

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update