Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Liberalisasi Seksual; Arus Global Racuni Muslim

Monday, July 05, 2021 | Monday, July 05, 2021 WIB Last Updated 2021-07-05T04:37:19Z
Oleh Ratna Sari

Paham liberal kian hari kian meluas menjangkiti pemikiran Umat Islam. Paham liberal yang lahir dari  sekulerisme memperburuk arus Global yang meracuni umat muslim.

Negara-negara barat yang mengusung ide sekulerisme akan melahirkan paham liberal dalam mengatur kehidupan manusia. Tak terkecuali dengan pengaturan hubungan seksual. 

Paham sekularisme melindungi para pengusung ide lesbian, gay, biseksual, dan transgender ( LGBT ) sebagai hak azasi manusia. Ini bagian dari kebebasan bertingkah laku yang lahir dari sekulerisme.

Saat ada negara yang menentang keras paham tersebut, bagian dari negara Uni Eropa, langsung di kecam dan di keluarkan dari bagian negara Uni Eropa. 

Diberitakan  Jakarta CNN Indonesia Kamis, 24/6/2021. Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, mengatakan bahwa Hungaria tidak lagi punya tempat di Uni Eropa karena meloloskan rancangan undang-undang yang melarang konten isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di sekolah.
"Bagi saya, Hungaria tidak lagi punya tempat di Uni Eropa," kata Rutte kepada wartawan sebelum menghadiri pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa. 

Rutte melontarkan kecaman ini setelah pada awal Juni lalu, parlemen Hungaria meloloskan RUU untuk melarang seluruh materi dan program pendidikan anak-anak yang dianggap mempromosikan nilai LGBT dan konsep seksualitas menyimpang.

Langkah itu memicu kritik keras dari kelompok hak asasi manusia hingga partai oposisi pemerintahan. Di hari H pengesahan UU tersebut, banyak warga berkumpul di Budapest dan gedung parlemen untuk menyuarakan protes.

UU tersebut dinilai menjadi salah satu dari serangkaian kebijakan Perdana Menteri Victor Orban yang dianggap memecah belah. Orban memang dikenal sebagai pemimpin nasionalis garis keras yang kerap mencerca kaum LGBT dan imigran.

Pada Selasa pekan ini, 14 dari 27 negara Uni Eropa juga mengutarakan "keprihatinan mendalam" terkait RUU itu melalui deklarasi bersama yang digagas Belgia. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, juga mengecam RUU tersebut. 

Sedangkan di negeri kita Indonesia dikejutkan berita yang viral dari salah satu publik figur yaitu Yuni Shara yang tak marah anaknya melihat konten porno dan mendampingi mereka dalam melihatnya. Memantik komentar netizen yang beragam. Kultur budaya kita terasa janggal dengan hal yang berbau liberalisme seksual. Apalagi malah mendukung tindakan tersebut.  

Komentar tegas KPAI mengenai sikap Yuni Shara seperti: 

Diberitakan detiknews, Sabtu (26/6/2021) Jakarta - Penyanyi Yuni Shara bicara soal dirinya sikap dirinya jika anak-anaknya menonton film porno. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai film porno buruk bagi anak-anak.
"Konten porno itu konten berbahaya. Dampak negatifnya serius bagi tumbuh kembang anak," kata Ketua KPAI, Susanto. 

Program global liberalisasi seksual telah meracuni cara didik orang tua muslim. Indonesia mayoritas beragama Islam tapi sayang Islam tidak dijadikan petunjuk bagi menjalani kehidupan. 

Wajar liberalisasi seksual yang menjadi program negara barat mudah masuk ke Indonesia yang mayoritas muslim. Dari segi aturannya yang sudah menyimpang dari Islam. Indonesia mengambil aturan sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan, dengan RUU PKS yang diwacanakan semakin mendukung program liberalisasi seksual.

Ranah lingkungan yang masyarakatnya liberal yang tak tabuh lagi membahas masalah liberalisasi seksual. Dan di sistem pendidikan yang aturannya dari sekulerisme pastinya akan mengajarkan paham liberal juga. Dan media yang mendukung konten porno dengan mudah di akses.

Akibat dari liberalisasi seksual

Moralitas diabaikan, penyimpangan seksual, pergaulan bebas, kasus hamil di luar nikah, perzinahan dan kasus aborsi yang meningkat. Agama dibuang dari praktik kehidupan dan kepentingan bisnis dimenangkan dengan berbalut slogan kesetaraan dan HAM. Dan berakhir dengan masa depan bangsa yang suram akibat pemuda pemudi terkena arus global liberalisasi seksual.
Umat Islam semakin terpuruk dan mudah dijajah oleh kafir penjajah melalui pemikiran sekulerisme yang melahirkan paham liberal.

Solusi Islam

Pengaturan Islam Pengaturan Terbaik

Sebagai sistem hidup yang sempurna yang ditetapkan oleh Allah Swt., Islam memiliki aturan sempurna terkait kesehatan seksual dan reproduksi yang menjaga kemuliaan manusia. Islam mewajibkan negara memberikan layanan kesehatan, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi dalam layanan yang menyeluruh, terpadu, mudah diakses, dan berkualitas kepada setiap individu rakyatnya, termasuk perempuan dan anak perempuan.

Islam memiliki sumber dana yang jelas dan cukup untuk menjamin kesejahteraan manusia. Islam juga menyediakan sarana dan prasarana kesehatan di berbagai wilayah negara. Dengan demikian, kesehatan perempuan dan anak perempuan dapat diwujudkan secara nyata.

Di samping itu, Islam pun mengatur pemenuhan kebutuhan seksual dan pengaturan tubuh dalam bingkai ketaatan kepada Allah, bukan berdasarkan hawa nafsu manusia.

Tata pergaulan Islam yang dibangun di atas landasan akidah Islam akan menjadi penjaga kehormatan manusia, kejelasan keturunan, serta kebahagiaan dan ketenteraman umat.

Ketegasan sistem sanksi dalam Islam akan menjamin tegaknya aturan dan tertibnya kehidupan masyarakat dan negara. Semua itu hanya dapat terwujud ketika aturan Islam diterapkan secara kafah dalam berbagai bidang kehidupan dalam wadah Khilafah Islamiah.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update