Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tuesday, June 08, 2021 | Tuesday, June 08, 2021 WIB Last Updated 2021-06-08T11:51:39Z

Penunjukan Komisaris BUMN, Didasari Balas 
Budi

Oleh : Durrotul Hikmah (Aktivis Dakwah Remaja)

Penujukan Komisaris, beberapa komisaris BUMN mendapat sorotan publik. Pasalnya jabatan tersebut diduduki oleh sejumlah nama yang pernah mendukung pencalonan pertahanan dalam pilpres sebelumnya. 

/Kompetensi atau balas budi/
Menanggapi hal ini, Juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, menilai penunjukan Abdi Negara atau Abdee Slank menjadi komisaris PT Telkom Indonesia merupakan keputusan tepat. Fadjroel mengatakan penunjukan Abdee sudah sesuai dengan rekam jejak profesionalitas Abdee (detik.com, 30/5/2021).

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf menyebut penempatan Abdee Slank sebagai komisaris hanya akan merugikan Telkom karena latar belakang profesi yang tidak sesuai. Juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, menilai penunjukan Abdi Negara atau Abdee Slank menjadi komisaris PT Telkom Indonesia merupakan keputusan tepat. Fadjroel mengatakan penunjukan Abdee sudah sesuai dengan rekam jejak.

Senada dengan Fadjroel, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan, menyatakan Abdee sosok yang visioner, kreatif, dan pekerja keras, khususnya dalam menghadapi era disrupsi digital seperti saat ini. Irfan juga mengatakan, visi dan ide kreatif Abdee dibutuhkan oleh Telkom dalam menghadapi tantangan bisnis pada masa modern.

Tak sepakat dengan Fadjroel, ternyata sejumlah pihak menyebut penempatan Abdee Slank sebagai komisaris hanya akan merugikan Telkom karena latar belakang profesi yang tidak sesuai. Secara profesi, Abdee sendiri seorang gitaris.

Ketika rekam jejak profil Abdee Slank beredar, tak heran jika warganet juga langsung meragukan potensinya bagi masa depan Telkom. Dari sisi pendidikan saja, dirinya tak memenuhi kualifikasi sebagaimana mahasiswa Tel-U. Jadi secara spesialisasi, jelas BUMN Telkom bukanlah bidangnya.

Mencermati hal ini, sangat cukup untuk menyadarkan publik bahwa penunjukan Abdee sebagai komisaris Telkom tak ubahnya adalah sekedar balas budi. Mengingat Abdee adalah relawan yang cukup militan yang dimiliki penguasa selama Pilpres 2019 lalu. 

/Jabatan Professional Untuk Pihak Berjasa/
Bagi-bagi kursi jabatan adalah fenomena umum perpolitikan saat ini, sebab model sistem perpolitikan saat ini memang meniscayakan terjadinya politik balas budi. Pasalnya dalam sistem politik tersebut memiliki dukungan berupa suara mayoritas masyarakat. 

Nah, cara agar memdapat suara mayoritas masyarakat tentu dibutuhkan corong-corong dari pihak tertentu, yang dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat jika saja para pejabat dalam tatanan pemerintahan diangkat dari mekanisme diatas yaitu, sebagai balas budi jasa.

Bukan tak mungkin meniscayakan pemerintahan yang terwujud adalah pemerintahan korup dan merugikan kepentingan publik karena, kemampuan dari profesionalitas seorang pejabat yang dijadikan sebagai alasan kesekian dalam menduduki jabatan. 

Kondisi ini semestinya memantik daya kritis kita semua. Bahwa rezim demokrasi saat ini mengemban ideologi kapitalisme, yang hanya memfasilitasi pihak-pihak yang berkepentingan secara politik.

/Belajar Dari Kepemimpinan Rasulullah SAW/
Sejak Rasul saw tiba di Madinah, beliau memerintah kaum Muslim, memelihara semua kepentingan mereka, mengelola semua urusan mereka, dan mewujudkan masyarakat Islam. Abu Bakar dan ‘Umar adalah dua orang mu’awwin beliau. 

Ketika mengangkat para pejabatnya, beliau saw memilih mereka yang paling dapat berbuat terbaik dalam kedudukan yang akan disandangnya, selain hati yang telah dipenuhi dengan keimanan.

Beliau saw. pernah bertanya kepada Mu’adz bin Jabal al-Khazraji saat mengutusnya ke Yaman, “Dengan apa engkau akan menjalankan pemerintahan?” Dia menjawab, “Dengan Kitab Allah.” Beliau bertanya lagi, “Jika engkau tidak menemukannya?” Dia menjawab, “Dengan Sunah Rasulullah.”

Beliau bertanya lagi, “Jika engkau tidak menemukannya?” Dia menjawab, “Saya akan berijtihad dengan pikiran saya.” Selanjutnya beliau berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pemahaman kepada utusan Rasulullah terhadap yang Allah dan Rasul-Nya cintai.”

Beliau saw juga mengangkat para kadi yang bertugas menetapkan keputusan hukum di tengah-tengah masyarakat. Beliau mengangkat seorang pencatat atau kepala untuk setiap urusan kemaslahatan yang ada, walau sebanyak apa pun jumlahnya.

Demikianlah Rasul saw. telah menegakkan struktur pemerintahan beliau selaku kepala negara. Beliau saw menjalankan fungsi-fungsi kepala negara sejak tiba di Madinah hingga beliau saw wafat. Dan beliau telah menyempurnakannya semasa hidupnya.

Dalam islam, sungguhlah bahwa memenuhi amanah adalah bagian dari keimanan. Dan di antara bentuk menyia-nyiakan amanah itu adalah sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Jika suatu urusan diserahkan pada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (HR Bukhari).

Wallahu alam bis showab[]


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update