Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tuesday, June 08, 2021 | Tuesday, June 08, 2021 WIB Last Updated 2021-06-08T11:45:38Z

Mewujudkan kekuatan Militer untuk Palestina

Oleh : Nasywa Adzkiya (Aktifis Dakwah)

Berbicara masalah konflik antara Israel dan Palestina seperti tidak berkesudahan. Seolah dipelihara konflik ini menjadi konflik yang selalu menjadi perhatian dunia dari tahun ke tahun. Namun demikian setelah sekian lama konflik ini terjadi nyatanya tidak pernah ada solusi yang tuntas.
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa konflik Israel-Palestina kembali memanas menjelang akhir Ramadhan tahun ini. Konflik telah menewaskan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Percikan api konflik selama puasa menimbukan konflik yang semakin membara. Kondisi rakyat Gaza pun begitu memilukan. Idul fitri yang seharusnya disambut dengan suka cita, harus diiringi dengan tangis air mata.

Melansir dari liputan6.com ketegangan sebetulnya terjadi sejak April 2021. Arab News melaporkan bahwa aparat Israel melakukan sabotase pada speaker Masjid Al-Aqsa. Alasannya, suara speaker bisa menganggu tentara baru yang berdoa di tembok Buraq. Tindakan Israel memicu kecaman dari Yordania yang menganggap tindakan Israel sebagai provokasi. Konflik-konflik lain pun bermunculan, termasuk penembakan seorang remaja 16 tahun oleh Israel pada awal Mei 2021. Puncaknya, bentrokan terjadi di Masjid Al-Aqsa ketika jemaah bentrok dengan polisi Israel. Hingga kini, Hamas dan Israel masih saling serang dan korban jiwa terus berjatuhan.

Apa yang terjadi di Palestina tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana tidak, Konflik antara Israel dan Palestina hingga saat ini telah memakan korban jiwa, banyak di antaranya berasal dari Palestina.Berdasarkan update terkini konflik Israel-Palestina 26 Mei 2021, kini jumlah korban meninggal dunia menjadi 254 orang. Dikutip PikiranRakyat-SoloRaya.com dari laman Anadolu Agency, 66 di antara 254 orang tersebut adalah anak-anak.

Banyaknya korban tersebut tentu membuat umat islam khususnya tidak tinggal diam. Berbagai kecaman terhadap serangan Israel ke Palestina telah dilakukan di berbagai belahan dunia. Bukan hanya terjadi di negeri-negeri muslim, aksi pengecaman pun juga terjadi di negeri-negeri non muslim. Aksi demo memprotes kebiadan Israel antara lain terjadi di Kota Berlin, Jerman, di Tokyo, Jepang, Sydney, Australia dan sejumlah negara di Amerika Serikat. (tribunnews.com).

Berbagai aksi demo mengecam kebiadan Israel terhadap Palestina tersebut patutlah kita apresiasi karena merupakan bentuk kepedulian masyarakat dunia khususnya umat islam terhadap penderitaan rakyat Palestina. Tidak cukup sampai di situ, donasi pun mengalir deras untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Karena islam memerintahkan kita untuk perduli terhadap saudara sesama muslim.

Bahkan, kesempurnaan iman diwujudkan salah satunya dengan mencintai saudara kita sesama muslim seperti kita mencintai diri kita sendiri, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis,
عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Dari Anas ra. bahwa Nabi saw. bersabda, “Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

Namun, konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina sesungguhnya tidak akan selesai jika hanya dikecam atau dengan donasi. Memang, dengan mengecam setidaknya kita telah membuka suara kita untuk menunjukan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Donasi yang kita berikan sedikit banyak telah meringankan beban mereka. Namun sesungguhnya, kecaman dan donasi tersebut tidak akan menuntaskan permasalahan konflik ini sampai ke akar. Konflik akan terus terjadi dan berulang jika akar masalahnya tidak diselesaikan.
Sesungguhnya yang lebih diperlukan rakyat Palestina adalah bantuan secara militer. 

Melansir dari wartaekonomi.co.id DPR RI mendesak Pemerintah Indonesia untuk sekuat tenaga bisa mendorong PBB menerjunkan pasukan perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih luas antara Israel dan Palestina. Pasalnya, kondisi Palestina semakin genting setelah insiden bentrokan yang terjadi di Kompleks Masjid Al Aqsa beberapa waktu lalu.

"Usulan ini memang terasa agak sulit diwujudkan, karena setiap rencana keputusan DK PBB bahkan yang sekedar berbentuk pernyataan mengutuk kejahatan perang Israel selalu ditentang oleh Amerika Serikat sebagai anggota tetap. Tetapi saya harap setiap usaha guna mencegah meluasnya kekerasan dan konflik harus tetap diupayakan dengan sekuat tenaga. Pemerintah RI bisa mendorong usulan penerjunan pasukan perdamaian di wilayah konflik Israel-Palestina ini melalui sidang darurat OKI maupun PBB," ujar politikus PKS Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta. 

Permasalahan Israel-Palestina merupakan konflik yang terjadi antara dua negara. Solusi yang harus diwujudkan tentunya dengan kekuatan negara. Tidak cukup dengan kecaman dan donasi semata. Namun ketika melihat fakta yang terjadi. Upaya saat ini untuk mengirimkan pasukan militer juga dirasa sulit dilakukan. Karena berharap pada PBB pun seperti jauh panggang dari api. Tak mungkin bergantung pada Barat yang pasti berpihak pada Israel. Begitu juga, tidak mungkin berharap pada negeri-negeri muslim yang tunduk pada kepentingan Barat, sekalipun tampaknya mereka membela Palestina. Akhirnya, rakyat Palestina harus berjuang sendiri.

Oleh Karena itu. Untuk mewujudkan solusi tuntas permasalahan Palestina tentunya adalah kekuatan militer yang mampu untuk mengalahkan kebiadan Israel. Dan kekuatan militer terebut tidak mungkin terwujud dengan sistem kapitalis yang masih berpihak pada barat. Satu-satunya harapan hanya ada pada negara Khilafah Islamiah, yang akan menyatukan umat Islam seluruh dunia dan mengirimkan pasukan dengan segenap kekuatan untuk melakukan jihad dan mengusir Israel dari tanah Palestina selamanya. 
Keberadaan Khilafah tak hanya akan menjadi solusi tuntas bagi Palestina, tapi juga bagi negeri-negeri muslim lainnya. Khilafah akan menjadi pelindung kita dari berbagai ancaman dan serangan yang menimpa umat Islam, baik fisik maupun nonfisik. Ini karena Khilafah adalah junnah (perisai) bagi umat Islam semuanya.

Rasulullah saw. bersabda,
إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ،
“Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu (laksana) perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.” (HR Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad).

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update