Oleh: Yuli Ummu Dinar
(Aktivis Muslimah)
Kamis pagi, saat seluruh kaum muslim di seluruh dunia bergembira merayakan idul fitri, warga Palestina justru harus menyambut idul fitri dengan luka, darah dan kematian akibat pengeboman tanpa henti oleh para zionis Israel. Sebagaimana diberitakan Al Jazeera live updates (13/5/2021), Pengeboman besar-besaran di jalur Gaza ini berlanjut hingga Kamis pagi ketika pasukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara di berbagai lokasi. Gulfnews (13/5/2021) menggambarkan kondisi hari raya Idulfitri di Palestina, bahwa jutaan warganya terus berduka, menguburkan yang meninggal, dan bersiap untuk serangan Israel yang lebih banyak.
Sebelumnya, tentara Israel telah melakukan pengusiran besar-besaran pada warga palestina dari tempat tinggal mereka di Yerusalem Timur. Tak hanya sampai situ, tindakan semena mena tentara Israel itu berlanjut dengan penyerangan para Jemaah yang melakukan I’tikaf di masjid al-haram as-sarif. Bentrokan tak dapat dihindari, ratusan warga palestina mengalami luka luka saat mencoba menghalangi tentara israel dalam penyerangan.
Tak hanya di palestina, muslim Uighur di china pun tak bisa menyambut hari raya dengan kegembiraan, pasalnya mereka harus menghadapi tekanan dan ancaman dari pemerintah setempat, setelah banyaknya penangkapan pada muslim Uighur. Pemerintah China juga menghancurkan masjid masjid yang ada di daerah xinjiang. Sedangkan pada masjid yang masih berdiri, para jemaat harus melewati metal detector untuk melaksanakan kewajiban mereka kepada Yang Maha Kuasa, atau sekadar menjalankan keyakinan mereka. Seperti yang dikutip dari CNN News, "Situasi di sini amat ketat, membuat saya deg-degan," kata seorang Muslim yang meminta disamarkan demi alasan keamanan. "Saya tidak pergi ke masjid lagi. Saya takut," kata seorang Jemaah yang disembunyikan identitasnya
Kaum Muslimin Butuh Junnah
Seluruh penderitaan dan ketidakberdayaan kaum muslimin saat ini adalah akibat dari tak adanya junnah (perisai) di tengah ummat yang hakiki, yaitu khilafah islamiyah. Karena hanya khilafah islamiyah yang akan melindungi hak hak seluruh kaum muslim maupun non muslim. Dengan militer dan pemanfaatan sumberdaya alam, khilafah akan mampu melindungi negri negri muslim dari ancaman kafir penjajah. Seperti sabda rosul dari abu hurairah.
“Sesungguhnya seorang imam itu laksana perisai. Dia akan dijadikan perisai, di mana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/azab karenanya.” (HR Bukhari dan Muslim)
maka, upaya untuk menegak khilafah islamiyah kembali bukanlah ilusi semata. Karena kembalinya khilafah dan kemenangan kaum muslimin adalah suatu keniscayaan. Allah berfirman:
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Tobat.” (QS An-Nashr: 1—3).
Wallahu'alam bi shawab.

No comments:
Post a Comment