Oleh Riris Dwi
(Aktivis Dakwah Muslimah)
Virus Corona sudah lebih dari dua tahun berada di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Mulai masuk ke Indonesia akhir 2019, hingga saat ini belum terbebas dari jeratan virus Covid-19. Berbagai problem yang timbul, mulai dari aspek pendidikan yang mulai karut-marut lantaran ditimbulkan dari berbagai proses kegiatan belajar mengajar mulai dari jenjang SD hingga SMA yang mulai membuat siswa menjadi semakin banyak deadline. Aspek ekonomi yang membuat warga kehilangan pekerjaan lantaran diberhentikan dari pekerjaannya, dan juga aspek kesehatan yang mulai menunjukkan titik lemahnya karena adanya virus Covid-19 membuat para penguasa korporat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi, dengan memalsukan bukti rapid tes Covid-19. Pada bulan Mei 2021 kemarin, vaksin Astrazeneca menurut menkes dinyatakan kadaluarsa.
Hal ini menunjukkan bahwa kondisi negeri-negeri Islam masih terpuruk di bawah hegemoni para penjajah. Baik penjajahan secara fisik melalui kekuatan militernya ataupun penyajian secara ekonomi dan politik. Bentuk imperialisme dari negara-negara penjajah telah menjadikan seluruh kekayaan di negeri-negeri Islam dikeruk untuk mempererat sektor perekonomian dan militer negara penjajah.
Komdisi negeri-negeri Islam di dunia saat ini mulai dari Timur Tengah Asia bahkan kaum muslim yang menjadi minoritas tak kalah pedih penderitaannya, yaitu mereka yang mendapat perlakuan semena-mena dari negara dan penduduk nonmuslim hanya karena keislamannya, yaitu saudara kita muslim Uighur di Xinjiang atau turkistan Timur.
Akar dari kondisi dunia saat ini dimulai pasca keruntuhan khilafah utsmaniyah, karena sejak itulah dunia Islam yang sebelumnya membentang sangat luas menjadi tersekat-sekat dan terjajah seperti saat ini. Kini negeri-negeri Islam terpecah-belah menjadi lebih dari 50 negara bangsa atau nation state. Di bawah kepemimpinan Khilafah Utsmaniyah, dunia Islam saat itu sedang dalam kondisi lemah secara internal. Melalui rongrongan dari penjajah dan konspirasi Inggris Perancis dan para anteknya. Akhirnya Khilafah runtuh pada tahun 1924 pasca perang dunia pertama.
Sehingga, akar krisis dunia Islam adalah penjajahan barat yang berlangsung sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah. Keberlangsungan imperialisme tidak lepas dari para penguasa boneka yang menjadi agen penjajah. Ditambah melalui pemaksaan ideologi kapitalisme untuk diterapkan di negeri-negeri Islam terutama pada aspek politik ekonomi dan hukum.
Arah perjuangan umat Islam harus mestinya memperhatikan agar krisis yang terjadi pada dunia saat ini. Tak lain dengan menyiapkan hegemoni imperialisme dan ideologi kapitalisme di negeri-negeri Islam. Artinya umat Islam harus sadar, problematika utama hari ini akan hilang dengan berdirinya Khilafah Islamiyah untuk menerapkan hukum syariah secara Kaffah. Karena hanya dengan itu umat Islam akan mampu melakukan perubahan hakiki, mulai dari perubahan individu yang terkecil hingga perubahan sebuah dunia dan peradaban titik yakni melepaskan diri dari jeratan ideologi kapitalisme yang menyengsarakan hari ini.
Para pengemban dakwah harus menyadarkan kepada umat tentang bukti bahwa kondisi umat Islam hari ini terjajah, terzalimi bahkan tertindas tanpa adanya ihilafah. Khilafah bukanlah sosok yang harus ditakuti atau membuat umat berdarah-darah seperti yang digambarkan oleh media saat ini. Tapi dengan khilafah umat Islam akan dipersatukan dan memperoleh kemuliaan kembali, karena akan terapkannya hukum Islam secara Kaffah. Maka dari itu, umat Islam harus bersatu untuk senantiasa memperjuangkan tegaknya Khilafah di muka bumi.
Wallahu a'lam bishawab

No comments:
Post a Comment