Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rekontruksi Pelajaran Sejarah Untuk Kejayaan Negeri.

Monday, October 05, 2020 | Monday, October 05, 2020 WIB


Oleh: Reski Pratika, Amd. BA, SH.
(Aktivis Intelektual Muslimah)

Rencana Kemendikbud akan menempatkan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA, bahkan menghilangkannya di SMK, mengundang reaksi masyarakat.

Rencana perubahan pendidikan sejarah di SMA/SMK tersebut tertuang dalam draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tertanggal 25 Agustus 2020. Draf ini beredar di kalangan akademisi dan para guru, ini yang kemudian menjadi polemik di masyarakat.

Terkait polemik penghapusan mata pelajaran sejarah tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah membantah bahwa pihaknya akan menghapus mata pelajaran sejarah dari kurikulum pendidikan di Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno menegaskan bahwa kabar pelajaran sejarah akan keluar dari kurikulum tidak benar.

"Kemendikbud mengutamakan sejarah sebagai bagian penting dari keragaman dan kemajemukan serta perjalanan hidup bangsa Indonesia, pada saat ini dan yang akan datang," kata Totok

Sementara itu, ia juga mengatakan bahwa Kemendikbud terus mengkaji rencana penyederhanaan kurikulum pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

"Rencana penyederhanaan kurikulum masih berada dalam tahap kajian akademis" ujar Totok. Namun

ia mengatakan penyederhanaan kurikulum masih tahapan awal karena membutuhkan proses dan pembahasan yang panjang.
Setelah beredarnya file sosialisasi Kemendikbud tentang penyederhanaan kurikulum dan asesmen nasional. Dalam file tersebut dijelaskan bahwa mata pelajaran sejarah Indonesia tidak lagi menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SMA/sederajat kelas 10. Melainkan digabung di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Meski akhirnya direvisi, masyarakat perlu faham bahwa rencana penyederhanaan kurikulum berefek tidak wajibnya pelajaran sejarah untuk SMA/K adalah berbahaya karena bisa menghilangkan memori tentang jasa ulama bagi negeri ini, serta menghapus tragedi kekejaman PKI.

Perlu juga menyadari bahwa sejarah memiliki arti penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Karenanya bila negeri ini mau bangkit menyongsong kejayaan mestinya bersiap merekonstruksi pelajaran sejarah.

Nilai-nilai yang dipelajari dalam sejarah bangsa merupakan nilai karakter nyata dan teladan bagi generasi muda.  Pembelajaran sejarah juga dapat meningkatkan apresiasi terhadap karya para pendahulu, memberikan perspektif  dan ukuran untuk menilai perjalanan bangsa.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya. Generasi muda harus mengetahui dan paham akan sejarah bangsanya agar mereka mempunyai panutan dan role model dan tidak mudah mengikuti budaya bangsa lain yang jelas sangat berbeda dengan kearifan lokal bangsa Indonesia. Oleh sebab itu mereka harus diajarkan dan diperkenalkan pada sejarah dan orang-orang besar yang terlibat didalamnya.

Memang tidak bisa dipungkiri dalam mengajar dan belajar sejarah adalah hal yang membosankan bagi sebagian orang, akan tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak mempelajari sejarah dan  melupakan fakta sejarah yang sebenarnya. Yang pada akhirnya memudahkan orang-orang atau kelompok memanipulasi fakta sejarah yang sebenarnya sesuai dengan kepentingan semata.

Rekontroksi sejarah haruslah inovatif dan kreatif, sama halnya yang dilakukan oleh tim pencari fakta sejarah film dokumenter JKDN (Jejak Khilafah di Nusantar). Mereka terdiri dari sejarawan muda dan kreator di bidangnya sehingga menghasilkan sebuah karya yang bisa dinikmati kalangan awam serta memberi persfektif berbeda akan sejarah masuknya islam dan perkembangannya di Nusantara.

Begitulah seharusnya, sejarah bangsa ini harus direkontruksi ulang bukan malah disederhanakan. Sejarah tentang jejak Islam dan khilafah di negeri ini semestinya diajarkan agar mampu mendapatkan kemajuan. Bukan malah ditutupi dan keberadaannya dimusuhi.

Teramat banyak sosok-sosok pemuda yang bisa dijadikan role model dan contoh bagi kaum millenial. Sebut saja Usama bin Zaid mengambil komando pasukan muslim dan mengalahkan Romawi pada usia 18 tahun. Serta Muhammad Al-Fatih, menaklukkan Konstantinopel dan menghancurkan kerajaan terbesar saat itu dalam usia 22 tahun. Ada juga Muhammad bin Al-Qosim Al-Thaqafi menaklukkan Sindh Pakistan pada usia 17. Dan masih banyak tokoh-tokoh nyata yang hidup dan berjaya pada masanya.

Nama-nama tersebut harus diperkenalkan pada generasi penerus bangsa ini. Agar mereka bisa mencontoh dan mengikuti apa yang dilakukan para generasi emas tersebut sehingga mencapai kegemilangan peradaban Islam.

Generasi akhir zaman tidak akan mencapai masa keemasan dan kegemilangan islam kecuali dengan mengikuti dan mencontoh apa yang dilakukan oleh generasi-generasi tersebut. Oleh sebab itu sangat penting mengajarkan dan mewariskan fakta sejarah yang sebenarnya.

Tapi inilah buah dari propaganda dan misi Barat dalam mengkerdilkan dan menghalau kebangkitan Islam. Termasuk salah satunya adalah menutupi kebenaran bahwasanya Islam pernah berjaya dan umat hidup sejahtera di bawah naungan Khilafah.

Segala macam cara mereka gunakan untuk menutupi fakta sejarah, termasuk mempersekusi buku. Sebagaimana kasus yang baru-baru ini terjadi. Buku Ustad Felix Y. Siau yang  sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung mengintruksikan membaca bukunya berjudul Muhammad Alfatih 1453, namun selang beberapa hari intruksi itu dicabut. Padahal buku tersebut hanya berisi kisah perjalanan panjang Muhammad Al-Fatih untuk mewujudkan titah Rasulnya akan hadirnya sosok panglima terbaik yang akan menaklukkan konstantinopel yang merupakan negara adikuasa pada masanya.

Namapak jelas bahwa yang tidak diperbolehkan dibaca bukanlah bukunya atau kegiatan membaca itu sendiri, akan tetapi yang dilarang adalah tersebarnya gagasan besar di dalam buku Muhammad Al-Fatih 1453 akan lahirnya generasi emas yang akan membawa kejayaan peradaban islam.

Dari sinilah kita belajar akan pentingnya merekontruksi pelajaran sejarah untuk mengungkap dan menyampaikan makna yang sebenarnya kepada calon-calon generasi emas pembangun peradaban islam yang gemilang.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update