Oleh : Arnisah
( Aktivis Dakwah Lubuk Pakam )
Mendunianya Korean Wave, berhasil mengikis kepribadian remaja khususnya muslim. Meracuni pemikiran dengan budaya-budaya yang digemakan. K-Pop maupun K-Drama menjadi konsumsi harian. Hal ini membuat karakter bangsa tertimbun oleh karakter dunia luar.
Bukan hanya kawula muda, bahkan orang tua banyak yang gemar dengan musik maupun drama Korea. Kehidupan yang digambarkan melalui drama membuat orang-orang mengkhayal akan kehidupan romantisme yang ditayangkan. Apalagi pemeran-pemeran yang dengan standart kecantikan dan ketampanan bagi manusia berhasil membius orang-orang untuk terus menatap layar drama Korea.
Indonesia adalah penduduk mayoritas muslim. Seharusnya kebudayaan itu mendominasi pada mayoritas. Tapi nyatanya agama mayoritas menjadi sasaran tepat bagi sambaran arus kebebasan. Role Model ala Korea seolah-olah sengaja ditanamkan pada pemuda. Dengan dibebaskannya akses keluar masuk budaya Korea. Bahkan mendapatkan tempat untuk menyebarkan kebiasaan hidup mereka.
K-Pop maupun K-Drama bagaikan virus yang mudah menular. Bukan lagi menyerang imun, namun menyerang iman. Banyak pemuda yang rentan terpengaruh dengan gaya kehidupan yang hedonis. Mulai dari fun, food and fashion yang berkiblat pada role model yang salah. Banyak pemuda yang bangga ketika ia mampu menyamai idolanya. Gaya berpakaian yang melanggar syariat, sistem pergaulan tanpa aturan, hingga tidak jarang dalam memamerkan kemaksiatan.
Namun sangat disayangkan ketika bapak Wakil Presiden K.H Makruf Amin menaruh harapan bahwa Korean Wave dapat menginspirasi kekreatifan anak bangsa. Padahal jelas kita ketahui bagaimana cara mereka bersikap, bergaul, mencontohkan hal yang tidak baik seperti tidak menutup aurat, pacaran, seks bebas, hidup tanpa aturan, dan lain-lain.
tirto.id - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin berharap tren Korean Pop atau K-Pop dapat mendorong munculnya kreativitas anak muda Indonesia. Ia berharap anak muda lebih giat mempromosikan budaya bangsa ke dunia internasional.
"Maraknya budaya K-pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri," kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya untuk peringatan 100 tahun kedatangan orang Korea di Indonesia, Ahad (20/9/2020).
Kegandrungan banyak orang Indonesia terhadap K-pop menunjukkan selera musik dari Negeri Ginseng tersebut mendapat tempat di dalam negeri. Gelombang Korea atau Korean wave juga membawa pengaruh budaya Korea di Indonesia, selain melalui musik pop, juga lewat makanan, drama, film, dan mode.
Hal baik apa yang dapat dicontoh dari budaya Korea? Inspirasi bagaimana yang dapat dipersembahkan orang-orang Korea untuk pemuda Indonesia? Faktanya kehancuran moral yang didapat ketika pemuda zaman ini salah dalam memilih panutan. Lantas bagaimana cara agar dapat keluar dari zona kesesatan?
Tidak lain hanya ada satu solusi yaitu Islam. Negara Islam akan menyaring arus masuk budaya asing yang membahayakan, terutama yang lewat dari jalur industri musik dan perfilm-an. Sebab, hal-hal yang dapat mengikis kepribadian Islam akan disekat agar tidak menggoyahkan kualitas karakter pemuda Islam.
Didalam Islam, cukuplah Rasulullah Saw beserta para sahabat yang dijadikan sebagai panutan. Sebab kehidupan yang benar-benar menginspirasi dapat kita temukan dari potret kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabat.
Dapat kita ketahui bagaimana suksesnya kehidupan negara Khilafah pada saat itu. Yang berjaya selama 13 abad yang menguasai dua pertiga belahan dunia. Melahirkan pemuda-pemuda unggul pada zamannya. Sebab yang dijadikan sebagai Role Model serta teladan adalah Rasulullah Saw beserta para sahabat. Sehingga peradaban yang agung berada dalam genggaman negara Khilafah yang dapat mengayomi seluruh rakyatnya, baik muslim maupun non muslim.
Untuk mengembalikan dan menyelamatkan eksistensi pemuda sebagai agen perubahan, tidak lain hanya dengan kembali pada peraturan Islam dalam sistem Khilafah.
Wallahu a'lam bi showab.

No comments:
Post a Comment