(Aktifis Muslimah Cinta Islam)
Masa pandemi Covid-19 tampaknya tak kunjung usai. Hampir seluruh elemen masyarakat Indonesia merasakan dampaknya. Semula kita dapat berkumpul dengan teman-teman kini harus jaga jarak. Awalnya para pelajar belajar dengan tatap muka di sekolah, kini sebagian besar harus belajar daring di rumah. Bagi mereka rakyat kecil yang tidak memiliki penghasilan tetap, pemasukan makin amburadul yang membuat dapur kadang oleng, kadang 'ngebul'.
Bagaimanapun kita harus menyadari bahwa semua musibah yang terjadi tidak lain adalah kehendak dari Allah swt. dan berlaku bagi seluruh umat yang ada di muka bumi ini. Allah swt. berfirman :
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya." (QS. At-Taghabun:11).
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman' sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut:2).
Dengan adanya pandemi Covid-19 ini, kita akan menyadari bahwa mungkin selama ini waktu yang kita punya lebih banyak untuk mengejar dunia, hingga tidak ada waktu untuk keluarga dan lupa mengucap syukur pada Sang Pencipta (Al Kholiq). Padahal sesungguhnya rejeki itu datangnya dari Allah swt. Dengan dihadirkanya musibah ini, bisa jadi Allah ingin kita kembali pada-Nya, agar lebih dekat pada-Nya, meminta hanya pada-Nya dan selalu mengucap syukur dengan apa yang telah diberikan. Allah hanya ingin agar kita menjadi lebih kuat dalam menjalani cobaan dari-Nya. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya. Allah swt. berfirman :
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya" (QS. Al-Baqarah:286).
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Baqarah:216).
Sudah hampir setahun pandemi Covid-19 menyapa kita. Terkait penanganan ekonomi di tengah wabah, kita bisa berkaca terhadap apa yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab ra. Beliau langsung cepat mencari solusi untuk menanganinya, karena Beliau tidak ingin melihat rakyatnya mengalami kesusahan. Khalifah Umar bin Khattab ra. sangat bertanggung jawab dalam kepemimpinanya.
Pada masa kekhalifahan Umar Bin Khatab, pernah mengalami ekonomi yang sangat hebat, rakyat daulah Islam kelaparan massal bahkan yang sakitpun ribuan. Khalifah Umar meminta bantuan ke wilayah atau daerah bagian kekhilafahan Islam yang kaya. Khalifah Umar langsung bertindak cepat ketika melihat kondisi keuangan Baitul Mal tidak mencukupi untuk penanggulangan krisis. Khalifah Umar langsung mengirim surat kepada para gubernurnya di berbagai daerah kaya untuk meminta bantuan, yaitu Mesir, Syam, Irak dan Persia.
Semua Gubernur langsung mengirimkan bantuan. Para gubernur dengan semangat ukhuwah Islamiyah dan manajemen pemerintahan yang rapi serta saling menopang langsung sigap menyiapkan dan memberikan bantuan dengan jumlah yang sangat banyak. Bantuan itu benar-benar bisa membantu secara tuntas semua kebutuhan yang diperlukan, itu semua dilakukan dengan spirit menjalankan syariah Islam dalam pengelolaan pemerintahan khususnya bantuan daerah kepada pusat dalam upaya penanggulangan krisis.
Beliau (Umar Bin Khatab) menjadi teladan terbaik bagi kita dalam menghadapi krisis. Beliau tidak bergaya untuk hidup mewah, makanannya seadanya. Bahkan beliau tidak makan apa yang tidak dimakan rakyatnya. Khalifah Umar Bin Khatab berkata, "Bagaimana saya bisa memperhatikan kondisi rakyat bila saya tidak tertimpa apa yang menimpa mereka."
Jika saja para pejabat negeri ini lebih memperhatikan keselamatan nyawa rakyat ketimbang ekonomi, tentu pandemi tidak akan sampai berlarut-larut hingga kini. Jika saja penduduk negeri ini menyadari pentingnya kembali kepada aturan Illahi tentu mereka akan menyaksikan keberkahan terbit dari langit dan bumi. Wallahu a'lam bi ash shawab

No comments:
Post a Comment