Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kedzaliman Meraja Rakyat Kian Membara

Friday, October 09, 2020 | Friday, October 09, 2020 WIB

By : Ummu Habibah

Ratusan bahkan mungkin jutaan rakyat telah turun kejalan mulai dari siswa, mahasiswa, buruh hingga masyarakat biasa, semua tak mau ketinggalan ikut andil dalam perjuangan membela kaum marjinal.

Kerusuhan yang menghiasi aksi-aksi merupakan bentuk kemarahan dan kekecewaan rakyat terhadap pemegang kebijakan. 

Ketok palu yang dilakukan oleh DPR tentang UU Ciptakerja membuat rakyat meradang, tanpa memperhatikan kondisi rakyat DPR yang katanya mewakili rakyat justru membuat rakyat semakin sengsara. 

Pengesahannya merupakan bukti bahwa sistem demokrasi adalah sistem rusak. Sistem yang katanya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Nyatanya tak bisa lagi dipercaya, DPR mensahkan UU Ciptaker tanpa memperhatikan aspirasi penolakan dari publik hingga mengakibatkan gejolak luar biasa seperti yang terjadi saat ini. 

Katanya untuk rakyat, rakyat yang mana?

Dimana letak perwujudan sumpah yang telah diucapkan dibawah kitab suci sebelum menjabat dan menduduki kursi dewan?

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai anggota DPR dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. daripada kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan. bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia."

Sepertinya perwujudan sumpah ini hanya berlaku bagi pemegang duit saja seperti para investor, cukong dan kaum kapitalis. Demi memuluskan kepentingan mereka DPR mensahkan UU ditengah malam.

Penghianatan sistematis mulai dari DPR hingga Pemerintah seperti saat ini hanya ada didalam sistem demokrasi yang lebih mementingkan kepentingan kapitalis dan mengabaikkan aspirasi rakyat.

Berbagai kebijakan yang dilakukan oleh DPR dan Pemerintah banyak yang membuat rakyat sengsara hal ini dikarenakan kedaulatan dan hukum dibuat oleh manusia, manusia memiliki kepentingan dan kebutuhan yang berbeda. Sehingga mustahil hal ini akan melahirkan sebuah keadilan. 

Berbeda jika islam yang menjadi rujukan karena islam telah menetapkan kita manusia hanya boleh tunduk terhadap Allah dan hukumNya, bukan terhadap kepentingan diri kita sendiri maupun orang lain. Semua keputusan dan semua aturan berlaku berdasarkan pada "maunya" Allah. Karena hanya Allahlah Maha Mengetahui apa yang sedang,telah dan akan terjadi, sedangkan kita tidak mengetahui.

Biodata Singkat Penulis

Nama : Ummu Habibah
Nama Pena : Bunda Kiyana
Alamat : Gabahan rt01/rw01, Bendan, Banyudono, Boyolali
Ttl : 14 Juli 1989
No Hp : 087825516070
Status : Sudah menikah
Hobi : Menulis dan membuat vidio narasi
Aktifitas : Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Muslimah
Karya yang pernah di terbitkan : Dongeng dari umi dan abi 2019
Cerpen Namaku Jo (Almar'ah 2007)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update