Oleh : Shofi Lidinilah | Mahasiswi
Semakin bertambahnya hari, masyarakat makin tidak peduli terhadap virus yang sangat membahayakan ini. Jalanan, tongkrongan, tempat wisata semakin padat dan tidak memperhatikan physical distancing. Itu semua membuat data kasus virus Covid-19 setiap harinya terus meningkat. Pertanggal 3 Oktober 2020 pukul 14.00, Indonesia terhitung 295.499 pansien yang terpapar Corona.
Walaupun, pemerintah mengatakan bahwa presentase kesembuhan pasien Covid-19 meningkat tetapi disamping itu kasus kematian kian bertambah di wilayah Jawa Timur dengan total 3.062 pasien. (CNNIndonesia, Kamis, 24/09)
Adapun permintaan dari Gubernur Jawa Timur kepada Kementerian Kesehatan untuk membedakan data angka kematian akibat Covid-19 antara pasien yang menderita penyakit komorbid dan tidak. (Kompas.com, Selasa, 22/09)
Angka yang terus melonjak membuat negara ini tidak aman, sehingga pemerintah terus menekan angka kematian bagaimana pun caranya, “Angka kematian juga akan terus kita tekan. Jumlah kasus harian kita turunkan dan terus akan kita tekan, agar kurvanya bisa segera melandai” ungkapnya” (okezone.com 26/09/20)
Masyarakat membutuhkan penanganan secara serius dan total hingga virus dapat ditangani tanpa harus mendengar lagi banyak jiwa manusia yang melayang dengan mudah. Epidemiolog dari Griffith University Australia pun mengingatkan kepada pemerintah agar mengutamakan keamanan dalam penyediaan vaksin yang akan menjadi benteng virus Covid-19. (okezone.com 24/09/20)
Dalam Islam, jiwa manusia sangat berharga sehingga dalam memelihara kehidupan seseorang selalu diprioritaskan. Apabila ada suatu wabah atau bencana di suatu daerah, akan cepat tanggap dalam mengatasinya. Sebagaimana pada firman Allah Ta’ala “Siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Siapa saja yang memelihara kehidupan seorang manusia, seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya” (QS. Al-Maidah[5]: 32)
Wallahu a’lam bishshawab.

No comments:
Post a Comment