Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

IDIOLOGI MENURUT ISLAM

Friday, October 02, 2020 | Friday, October 02, 2020 WIB

By : Ratna Sari

Bulan sepetember telah berlalu, ada yang khusus di bulan september bagi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia tidak akan pernah lupa tragedi G30SPKI (Gerakan 30 september Partai Komunis Indonesia) di Madiun yang menewaskan para jendaral, para ulama, santri dan rakyat biasa. 

Dan kali ini pembahasan G30SPKI di bahas di ILC (Indonesia Lawyers Club) tvOne selasa, 29 september 2020. Mengangkat tema "Idiologi PKI masih hidup?" Banyak tokoh nasional yang di undang dan banyak pula opini yang di keluarkan menurut pemikiran mereka antara lain:
1. Tokoh PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak menolak Pancasila.


Putri Proklamator RI itu menegaskan, Pancasila menjadi ideologi PKI.

"Menurut senior-senior dari tokoh-tokoh PNI yang memberikan ilmu kepada saya, PKI itu tidak menolak Pancasila. Kalau dibilang PKI itu ideologinya apa sih, ya sebetulnya Pancasila. 

2. Menurut umala bapak Tengku Zulkarnain ideologi dinilai tidak akan mati. Jika ada yang mengatakan ideologi akan mati, hal itu dinilai menentang kenyataan dan teori ilmiah. Begitu juga ideologi komunis. Di Indonesia, ideologi yang lekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) ini dinilai masih hidup. 

Analisa dari kedua stetment di atas sangat bertolak belakang keduanya. PKI (Partai Komunis Indonesia) yang tidak menolak Pancasila. Dan idiologi PKI(Partai Komunis Indonesia) adalah Pancasila. Atau PKI (Partai Komunis Indonesia) yang sangat lekat dari idiologi komunis. 

Dari sini harus bisa membedakan apa itu idiologi dan apa itu dasar filsafah.

Pancasila adalah dasar filsafah negara yang mengakui adanya peranan Sang Pencipta. Sila pertama yang mengakui adanya Sang Pencipta yaitu " Ketuhanan Yang Maha Esa". Berarti mengakui adanya agama sebagai tolak ukur perbuatan manusia. Dimana agama menolak perbuatan kekejian dan kemungkaran baik untuk individu maupun sesama manusia. Dan dibandingkan tragedi yang terjadi saat G30SPKI mengkudeta negara Indonesia dan membunuh secara brutal para jendral, ulama, dan santri. Tidak mencerminkan sedikit pun dengan dasar filsafah pancasila yang berdasarkan norma agama.

Ideologi adalah suatu kumpulan gagasan, ide-ide dasar, keyakinan dan kepercayaan yang bersifat dinamis.

Ideologi merupakan cara pandang membentuk karakter berpikir dalam mewujudkan keinginan atau cita-cita.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ideologi merupakan kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

Ideologi cara berpikir seseorang atau golongan tertentung. ideologi juga paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik. 

Di dunia ada tiga idiologi antara lain idiologi komunis, idiologi kapitalis dan idiologi islam.

Idiologi komunis yang dasar idiologinya adalah materi tidak percaya adanya Tuhan sebagai Sang Pencipta. Kekuasan berada di tangan manusia yang dianggap paling kuat dari segi kekuasaannya. Yang berhak mengatur pemerintahannya adalah kepala negara. Sistem pemerintahannya bertangan besi. Sistem Adapun Komunisme menitikberatkan bahwa seluruh kekayaan adalah milik negara. Setiap individu boleh mencari kekayaan, namun tentu dibatasi. Sebab itulah sistem ekonomi Komunisme sering disebut sistem ekonomi totaliter. Sistem ekonomi totaliter dalam praktiknya berubah menjadi otoriter. Sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh segelintir elit yang disebut sebagai polit biro yang terdiri dari elite-elite Partai Komunis. terpahamkan sama rasa sama rata. Dan pandangannya mengenai masyarakatnya seperti gigi dalam roda harus bermanfaat jikalau tidak bermanfaat akan di buang. Untuk mencapai kekuasaan, idiologi ini tidak memandang aturan agama. Jadi wajar saja pembunuhan dan pembinasaan manusia yang menghalangi tujuan idiologi.

Idiologi kapitalis yang dasar idiologinya adalah paham sekuler dan liberalisme. Sekuler yaitu pemisahan agama dari kehidupan. Agama dianggap hanya bisa masuk dalam ranah ibadah kepada Sang Pencipta. Sedangkan untuk mengatur kehidupan manusia idiologi ini mengambil aturan manusia menuruti hawa nafsu manusia. Berpotensi mendatangkan perselisihan, pertentangan dan kekacauan. Kekuasaan tertinggi ditangan manusia yang dihasilkan dari suara terbanyak. Pemerintahnnya berdasarkan para pemilik modal. Para penguasa dan para pengusaha. Dalam sistem ekonomi Kapitalisme, pemberlakuan kepemilikan diatur atas dasar “modal”. Kapital (modal) menjadi fokus utama dalam sistem ekonomi ini. Dasar sistem ekonomi Kapitalisme adalah kebebasan kepemilikan, artinya setiap individu bebas memiliki apapun dan menguasai kekayaan apapun. Untuk itu manfat menjadi tolok ukurnya. Tidak ada ruang untuk tolok ukur benar dan salah. Salah satu ciri khas dari sistem ekonomi ini adalah keberadaan pasar modal. Dan pandangan masyarakat memiliki paham liberal yang menhasilkan empat kebebasan. Kebebasan beragama, bertingkah laku, hal milik dan berpendapat. 

Aqidah Islam merupakan dasar tegaknya keyakinan pada ideologi Islam. Aqidah Islam dilahirkan dari proses berfikir yang menghasilkan keyakinan yang teguh terhadap keberadaan (wujud) Allah sebagai Sang Pencipta dan Pengatur Kehidupan, Alam semesta dan seluruh isinya, termasuk manusia. Darinya lahir keyakinan akan keadilan dan kekuasaan Allah yang Maha Tahu dan Maha Pengatur, Allah telah menurunkan/mewahyukan aturan hidup atau sistem hidup yaitu syariat Islam yang sempurna dan diperuntukkan bagi Umat Manusia. Syariat Islam tersebut bersumber pada Al Qur’an dan Al Hadist. Dari keyakinan ini tumbuhlah keyakinan akan adanya Rasul dari golongan manusia, yang menuntun dan mengajarkan manusia untuk mentaati penciptanya, dan meyakini akan adanya hari perjumpaan dengan Allah SWT.

Sistem Hidup yang dimaksud merupakan aturan hidup yang bersumber dari wahyu Allah. Sistem ini mengatur berbagai cara hidup manusia yang berlaku dimana saja dan kapan saja, tidak terikat ruang dan waktu. Dari peraturan yang mengikat individu ataupun masyarakat dan bahkan sistem kenegaraan. Seluruhnya ada diatur dalam Islam.

Ciri-ciri

Di bawah ini adalah ciri-ciri ideologi Islam :

Sumber : Wahyu Allah SWT kepada Rasulullah SAW.
Dasar kepemimpinan ideologis : La ilaha illallah (menyatukan antara hukum Allah SWT dengan kehidupan).
Kesesuaian dengan fitrah : Sesuai. Islam menetapkan manusia itu lemah. Jadi, segala aturan apapun harus berasal dari Allah SWT lewat wahyuNya.
Pembuat hukum dan aturan : Allah SWT lewat wahyuNya. Akal manusia berfungsi menggali fakta dan memahami hukum dari wahyu.
Fokus : Individu merupakan salah satu anggota masyarakat. Individu diperhatikan demi kebaikan masyarakat, dan masyarakat untuk kebaikan individu.
Ikatan perbuatan : Seluruh perbuatan terikat dengan hukum syaro’. Perbuatan baru bebas dilakukan bila sesuai dengan hukum syaro’.
Tujuan tertinggi yang hendak dicapai : Ditetapkan oleh Allah SWT seperti telah dibahas.
Tolok ukur kebahagiaan : Mencapai ridho Allah SWT yang terletak dalam ketaatannya dalam setiap perbuatan.
Kebebasan pribadi dalam berbuat : Distandardisasi oleh hukum syaro’. Bila sesuai bebas dilakukan, bila tidak maka tidak boleh dilakukan.
Pandangan terhadap masyarakat : Masyarakat merupakan kumpulan individu yang memiliki perasaan dan pemikiran yang satu serta diatur oleh hukum yang sama.
Dasar perekonomian : Setiap orang bebas menjalankan perekonomian dengan membatasi sebab pemilikan dan jenis pemiliknya. Sedangkan jumlah kekayaan yang dimiliki tidak boleh dibatasi.
Kemunculan sistem aturan : Allah SWT telah menjadikan bagi manusia sistem aturan untuk dijalankan dalam kehidupan yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW. Manusia hanya memahami permasalahan, lalu menggali hukum dari al-Qur-an dan as-Sunnah.
Tolok ukur : Halal-haram.

Penerapan hukum : Atas dasar ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan dari masyarakat.
Sebegitu paripurnanya idiologi islam sudah seharusnya umat islam mengemban idiologi islam dalam mengarungi kehidupan. Dan hanya institusi negara yang akan mengemban dakwah praktis jika pemerintahnya beridiologikan islam dan bingkai daulah Khilafah. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update