Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penguatan Kepentingan Kapitalisme dibalik Moderasi Agama

Saturday, July 18, 2020 | Saturday, July 18, 2020 WIB Last Updated 2020-07-18T11:01:04Z
Oleh  : Fita Erviana
(Founder Millenials Voice)

Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama telah menyelesaikan penyusunan modul Moderasi Beragama untuk siswa madrasah. Modul ini sudah terbit dengan tajuk "Membangun Karakter Moderat: Modul Penguatan Nilai Moderasi Beragama pada RA-MI dan MTs-MA".

"Modul Moderasi Beragama untuk siswa RA dan madrasah siap digunakan tahun ajaran ini yang akan dimulai pada 13 Juli 2020," terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar di Jakarta, Jumat (03/07).
Program ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Kementerian Agama (Kemenag) telah memberikan jabaran moderasi beragama dalam Rencana Strategis (Renstra) pembangunan di bidang keagamaan lima tahun mendatang. Moderasi agama dilaksanakan dalam sejumlah program strategis, seperti review 155 buku pendidikan agama, pendirian Rumah Moderasi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan penguatan bimbingan perkawinan (Okezone.com, 3/7/2020).

Moderasi Agama Untuk Kepentingan Siapa?
perlu dicermati Dalam kurikulum baru tersebut, materi khilafah dan jihad dihapus dari mata pelajaran fiqih dan dialihkan ke mata pelajaran sejarah. Sehingga khilafah dan jihad hanya dibahas sebagai sebuah sejarah masa lampau dengan perspektif moderasi agama. Kemudian, dikenalkan banyak terminologi baru yang penjelasannya justru bertentangan dengan Islam. Misalnya, Islam moderat, radikalisme, fundamentalisme, terorisme dan sejenisnya. 

Jika ditelaah lebih lanjut kurikulum tersebut justru menjauhkan umat Islam dari pemahaman Islam yang sebenarnya. generasi umat Islam digiring  menjadi generasi yang lebih moderat dan sekuler . Generasi yang hanya mengenal Islam sebatas aspek ritual belaka. Ditengah berbagai problem yang menimpa generasi, relevankah moderasi agama untuk kebutuhan bangsa ini??

Moderasi agama nyatanya untuk kepentingan melanggengkan eksistensi sistem kapitalisme-sekularisme yang ada. Masih sejalan dengan roadmap RAND Corporation yang merupakan NGO (Non-Governmental Organization), sebuah LSM dari Amerika Serikat.  Salah satu program terpopulernya adalah War on Terrorism atau perang melawan terorisme.

Namun Sebagaimana ditulis dalam monografi terbitan RAND Corporation (2007)  dengan judul “Building Moderate Muslims Networks“ ,  Penafsiran radikal dan dogmatis Islam telah mendapatkan tempat dalam beberapa tahun terakhir di kalangan umat Islam melalui jaringan Islam dunia dan Diaspora Muslim masyarakat Amerika Utara dan Eropa. Setelah bahasan perang melawan terorisme dan kemudian deradikalisasi atau perang melawan radikalisasi telah menjadi bumerang bagi mereka. Karena faktanya banyak masyarakat yang telah menyadari dan  membuka mata bahwa segala keterpurukan dan berbagai problem bangsa baik dari sisi ekonomi, politik, sosial, pendidikan dan hukum negeri ini bukanlah diakibatkan oleh ‘gerakan radikal’ dan ajaran Islam tetapi karena diterapkannya sistem kapitalisme.

Walhasil  istilah perang melawan teroris, perang melawan radikalisme  dipoles sedemikian rupa yakni moderasi. Padahal sejatinya moderasi ialah wajah baru deradikalisasi untuk menghambat dominasi politik Islam. Di saat Islam menunjukkan eksistensi dan pengaruhnya sebagai ideologi, mereka tidak tinggal diam, melakukan berbagai upaya balik menuduh ideologi Islam sebagai biang kerusakan. 

Maka sebagai muslim sejati, upaya moderasi beragama ini tak hanya perlu kita kritisi tapi wajib  kita tolak. Karena upaya moderasi ini sejatinya untuk menghambat  opini syariah khilafah yang gaungnya semakin menggema. Ide kembali pada syariah dan khilafah ini nyatanya sanggup menggerus berbagai pemahaman yang merusak kemurnian ajaran Islam. Di sisi lain, karakter moderasi hanyalah ilusi yang tak bisa kita harapkan untuk menuntaskan berbagai  problematika yang melanda negeri ini. Wallahu a'lam biashshawab.
×
Berita Terbaru Update