Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

LIBERALISASI HANCURKAN PONDASI KEIMANAN REMAJA

Saturday, July 18, 2020 | Saturday, July 18, 2020 WIB Last Updated 2020-07-18T07:44:24Z
By : Ustadzah Azizah 
(Aktivis Dakwah dan Pemerhati Kehidupan Sosial Remaja)

Jazakumullah khairan katsiran.
“Berikan aku sepuluh orang pemuda maka aku akan mengguncang dunia”, iya posisi kaum muda memang menempati peran Krusial dalam peradaban dunia, maka tidak heran jika quote tesohor milik Suekarno itu banyak di jadikan kiblat para milineal.

Namun zaman now kehidupan manusia semakin berkiblat pada peradaban barat terutama kehidupan remaja yang sudah jauh dari norma-norma agama dan sangat menyedihkan. Orang tua seolah-olah tidak peka dan kurang perduli pada perubahan dalam diri anak remaja saat ini. Mereka dibiarkan bergaya selayaknya kehidupan artis, berpacaran dengan bebas dan keluar malam tanpa batasan waktu, dan keadan ini di perparah dengan tayangan-tayangan sinetron yang tidak mendidik. 

Salah satunya sinetron yang tayang di channel SCTV yang berjudul : Dari Jendela SMP, yang menceritakan kontrofersi, sinetron ini di tayangkan pada 29 Juni 2020 dan dianggap tak pantas  untuk  di tayangkan karena menceritakan kehidupan remaja SMP yang hamil di luar nikah. Sinetron yang di adopsi dari novel itu akhirnya di adukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) (tagar.id, 5/7/2020. KPI  Mengaku telah mendapatkan sejumlah aduan dari masyarakat mengenai tanyangan sinetron ini bahkan aduan juga disampaikan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).  Hal ini di unggkapkan komisioner KPI pusat, Nunung vedia yang menyebut bahwa sinetron ini tidak pantas di tayangkan di layar televisi.

 Remaja Tanpa Islam

Sinetron adalah tayangan audio visual yang mudah sekali dicerna oleh penonton tak jarang karakter dan sinopsis terbawa oleh sebagian penikmatnya, maka berbahaya apabila sinetron yang mempertontonkan adegan tidak pantas yang dilakukan di usia belia seperti ini tayang di televisi.  Baru – baru ini viral 37 pasangan anak SMP pesta seksual di hotel, petugas temukan barang bukti kondom, obat kuat dan miras (Kompas.com, 8/7/2020.
Sungguh sangat miris calon generasi penerus bangsa menganggap zina sesuatu yang biasa, negara tidak memiliki filter atas tayangan tak berfaeda semacam ini. Dalam sistem  kapitalis sinetron dipandang sebagai sesuatu yang bernilai jual, tentulah dengan menaikkan ratting semakin besar keuntungan yang mereka peroleh. Arus liberalisme saat ini juga semakin deras di gaungkan,  remaja yang semakin bebas bertingkah laku sesuka hati menabrak norma - norma agama, Al-hasil para remaja yang lemah iman di buat tidak berdaya membendung arus liberalisasi dan ikut-ikutaan berbuat maksiat karena melihat tayangan berbau kemaksiatan.

Kemulian Hidup Dalam Islam 
Islam merupakan agama yang diturukan oleh Allah SWT secara sempurna dan paripurna.  Islam bukan mengatur ibadah ritual semata tetapi seluruh aspek kehidupan termasuk media massa. Negara memiliki peran utama sebagai filter bagi sinetron - sinetron yang akan ditanyangkan, maka peran media dalam sistem Islam akan di maksimalkan sebagai sarana dakwah semata baik di luar negeri  maupan didalam negeri. 
Dalam sistem khilafah ada sebuah lembaga yang berfungsi memastikan konten tayangan yang akan dimuat tentu dipastikan tayangan tidak membawa kemudaratan bagi umat terlebih Islam betul - betul mengatur hubungan pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Islam memberikan peringatan kepada hamba-Nya bahwa aktivitas semacam ini haram yang dilakukan pada lawan jenis yang bukan mahrom, tidak boleh melakukan interaksi dengan lawan jenis dalam ranah pribadi apalagi sampai pacaran. Sehingga sebagai seorang remaja hendaknya senantiasa menyibukkan diri dengan mengkaji ilmu Islam secara kaffah dan menjadi pejuang penegakan syariat Islam. Kemuliaan hanya akan didapat apabila hidup di dalam naungan daulah khilafah dengan aturan Islam, hanya dengan aturan Islam dan syariat Islam saja yang bisa menjamin terbentuknya generasi cemerlang, generasi terbaik yang menghantarkan pada peradaban yang mulia. 
Wallahua’alam Bish-shawab
×
Berita Terbaru Update