Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Duka Genosida Srebrenica, Duka Umat Islam

Monday, July 20, 2020 | Monday, July 20, 2020 WIB Last Updated 2020-07-19T23:26:50Z
Oleh : Firda Umayah, S.Pd 
(Anggota Penulis Sahabat Surgawi)

Srebrenica, 11 Juli 1995. Lebih dari 8000 laki-laki dan remaja Muslim Bosnia dibantai oleh pasukan Republik Srpska pimpinan Jenderal Ratko Mladic. Selain pasukan Serbia Bosnia, pasukan paramiliter Serbia Scorpion yang pernah menjadi bagian dari Kementerian Dalam Negeri Serbia hingga 1991, serta ratusan sukarelawan dari Ukraina dan Rusia juga turut bersalah atas pembantaian ini (id.wikipedia.org)

Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan bahwa daerah Srebrenica merupakan daerah dibawah perlindungan PBB pada April 1995. Namun pada Juli 1995, Pasukan Perlindungan PBB (UNPROFOR) membiarkan pendudukan Srebrenica dan genosisa Muslim terjadi. Sayangnya, Mahkamah Internasional (MI) juga menyatakan Serbia tidak bersalah atas genosida tersebut meskipun memiliki hubungan erat dengan militer Srpska.

Tragedi Srebrenica merupakan salah satu fakta ketiadaan perlindungan bagi kaum muslimin di kancah dunia Internasional. Bahkan PBB seakan mendukung aksi bengis pemusnahan muslim karena tak ada sanksi bagi pelakunya. Begitu juga yang terjadi pada kaum muslimin diberbagai negara saat ini. Apa yang menimpa Muslim Uyghur di Cina, Muslim Rohingya di Myanmar, dan Muslim Palestina merupakan gambaran bahwa kaum muslimin memerlukan perlindungan. Umat Islam juga membutuhkan aksi nyata untuk menjaga eksistensi mereka.

Persatuan para pemimpin muslim dirasa harus dilakukan dalam upaya melindungi kaum muslimin diberbagai negara. Namun memang tak mudah bagi para pemimpin untuk mengambil sikap tegas ini. Perlu sosok pemimpin berani yang siap menerima segala resiko. Sikap pemimpin muslim inilah yang sejatinya dirindukan umat Islam. Rasulullah SAW telah bersabda, "Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya", (HR. Muslim).

Sikap para pemimpin muslim pemberani pernah ada didalam sistem pemerintahan Islam (Khilafah Islamiyah). Seorang pemimpin negara (Khalifah) memiliki tanggung jawab penuh dalam melindungi jiwa dan raga semua warga negaranya dan juga semua kaum muslimin. Pada masa Khalifah Mu'tasim Billah, ada seorang muslimah yang dilecehkan oleh tentara romawi. Lalu Khalifah segera menerjunkan pasukan untuk menolong hingga kota Amuriah ditaklukkan. Rasulullah SAW juga pernah melakukan hal yang sama. Ketika ada Muslimah yang dinodai kehormatannya oleh orang Yahudi Bani Qainuqa’ di Madinah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melindunginya dan menyatakan perang kepada mereka, sehingga mereka diusir dari Madinah.

Akidah Islam yang mendalam dan tertancap kuat di hati dan pikiran umat Islam telah membuat kaum muslimin siap menjaga setiap.muslim yang lain. Mereka berperang bukan karena ingin mendapatkan materi. Melainkan karena iman kepada Allah SWT semata. Sehingga iman akan membuat rasa takut mereka hilang. Mereka juga memahami bahwa muslim yang satu bertanggungjawab atas muslim yang lain. Sebab semua kepemimpinan kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat.
×
Berita Terbaru Update