By : Nurintan Aini
( aktivis Dakwah)
Bendungan Adalah sebuah perlindungan untuk pengaliran Air. Dengan ada bendungan tersebut maka air akan terjaga mengalirannya. Lalu bagaimana bendungan Sistem perahu kertas dalam kondisi pandemik covid 19 saat ini ?
Layaknya Kertas dia akan basah jika tergenang oleh air begitupun dengan perahu kertas tak akan bisa menjalankan fungsinya untuk berlayar dibahtera samudera. Sebagaimana Sistem kapitalisme saat ini membendung atau melindungi Rakyatnya dari Covid 19 ini. Makin hari makin bertambah jumlah orang yng terkena covid sebagiamana di lasir dari KOMPAS.com " Pada Senin (13/7/2020) sore, pemerintah mengumumkan adanya 1.282 kasus baru, sehingga sejauh ini banyaknya kasus terkonfirmasi positif di Tanah Air berjumlah 76.981 kasus. Dari jumlah tersebut, 36.636 atau 47,6 persen dari yang terkonfirmasi berada dalam perawatan, dan 36.689 sembuh.
Melansir worldometers, Indonesia masuk dalam 10 besar kasus positif terbanyak di Asia. Tercatat, kasus positif yang dilaporkan negara-negara Asia sebanyak 2.973.219 kasus. Kasus kematian di Asia sebanyak 70.555 dan banyaknya kasus sembuh berjumlah 2.064.179 orang.
Wah semakin Hancurnya penanangan Covid 19. Apalagi Indonesia masuk dalam 10 besar di Asia terkait kasus Covid. Belum memuli pandemik ini malah rezim menerapkan New Normal Life. Artinya Rakyat boleh melakukan aktivitas seperti biasanya seperti sekolah, kantor, pasar mulai di buka kembali namun dengan mengunakan protokol Kesehatan. Sebagaimana Ungkapan Presiden RI menyatakan "Saya minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru ini yang sudah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat," Dilansir dari Detiknews( Sabtu, 30 Mei 2020).
Ada Udang dibalik Batu pepatah yang mengambarkan keadaan New normal Life saat ini. Keadaan Indonesia belum stabil lalu dengan diterapkan New normal life secara otomatis dari segi perekomian Ekspor impor, pariwisata akan dibuka, kerja sama Asing dan Aseng akan dihubungakan. Walapun Keadaan New Normal Life telah diterapkan namun keadaan untuk mengatasi Covid dan pemenuhan Kebutuhan Rakyat belum juga terpenuhi, pembagian Sembako saja hanya tersalurkan dibulan April saja namun pada bulan selanjutnya tdk tersalurkan semestinya bahkan Dana Covid yang diSalurkan untuk rakyat tidak merata, sebagimana dilansir dari ( SuaraBanten.id Emak-emak di Desa Surianeun Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang menggeruduk balai desa pada Senin (22/6/2020)) . Mereka mengeluhkan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) Covid-19 yang dianggap tidak merata, sehingga banyak warga yang kurang mampu malah tidak mendapatkan. Pdahal saat ini semua rakyat jatuh dalam krisisi ekonomi.
Lantas kekayaan alam dari tambang emas, timah, nikel, batu bara dan hasil laut dikemanakan!.
Bukankah saat ini yang memegang kendali dari kekayaan Indonesia Ialah para Kapital!. Harta kekayaan alam ini telah masuk pada kantong-kantong kapital.
Di kutip dari https://www.boombastis.com/perusahaan-asing/67780. ( Kita sudah sering mengenal nama PT Freeport yang dikenal mengelola tambang emas di Papua. Namun, Freeport bukanlah satu-satunya perusahaan asing yang mengeruk kekayaan alam Indonesia. Masih ada beberapa nama perusahaan asing lainnya seperti berikut ini : PT Chevron, PT Newmont, PetroChina, Conoco Phillips, BP, & Niko Resources).Sebenarnya masih banyak lagi PT yang berdiri ditanah pertiwi ini.
Rakyat biasa bisa buat apa!. Dimana perangnya Seorang Pemimpin yang menjadi bendungan bagi rakyatnya? Ah! Tak perlu dihiraukan Pemimpin dalam Sistem Perahu kertas hanya mengongkah kaki bersama dengan Para kapital dan menelatarkan rakyatnya. Dalam Sistem Kapitalisme yang diibaratkan Perahu kertas ini hanya tenggelam bersama Aseng & Asing. Rakyat butuh Perahu besi atau kayu agar hantaman gelombang yang menerjang tak membuat Oleng para penumbangnya. Rakyat butuh Sistem Islam yang sudahh jelas dan terbukti sebagai bendungan untuk Rakyat saat ini.
