Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SERUAN HIDUP DAMAI DENGAN CORONA

Sunday, June 07, 2020 | Sunday, June 07, 2020 WIB Last Updated 2020-06-06T23:10:00Z


Oleh: Nuraminah, S.K.M

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan di tengah situasi penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) yang belum lama ini baru genap dua bulan di Indonesia.

Melalui akun resmi media sosialnya pada Kamis (7/5), Jokowi meminta agar masyarakat untuk bisa berdamai dengan Covid-19 hingga vaksin virus tersebut ditemukan.

Jokowi menyadari perang melawan virus yang telah menjadi pandemi dunia itu harus diikuti dengan roda perekonomian yang berjalan. Oleh sebab itu, dengan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini, masyarakat pun masih bisa beraktivitas meski ada penyekatan pada beberapa hal.

Pernyataan Jokowi itu pun lantas menjadi sorotan di media sosial, lantaran hal itu bertentangan dengan apa yang disampaikannya dalam pertemuan virtual KTT G20 pada Maret lalu.

Kala itu, Jokowi secara terbuka mendorong agar pemimpin negara-negara dalam G20 menguatkan kerja sama dalam melawan Covid-19, terutama aktif dalam memimpin upaya penemuan anti virus dan juga obat Covid-19. Bahasa Jokowi kala itu, 'peperangan' melawan Covid-19.

Ngawur dan terlihat plin-plan memang. Sebelum Jokowi mewacanakan hidup damai dengan corona, sebelumnya beliau mengatakan kita harus bersatu berperang melawan corona. Kebijakan PSBB yang diberlakukan di beberapa daerah saja tidak lantas meminimalisir penyebaran virus tersebut, apalagi dengan seruan untuk berdamai dengan corona. Menurutnya, perang melawan virus yang telah menjadi pandemi dunia itu harus diikuti dengan roda perekonomian yang berjalan.

Sudah sekitar 3 bulan lebih kebanyakan masyarakat melakukan aktivitasnya di rumah saja. Memang, pandemi ini mengakibatkan penurunan perekonomian di dalam negeri dan juga di luar negeri. Itulah sebabnya, Jokowi menyeru kita untuk berdamai dengan corona.

Sebelum pemerintah menekan masyarakat dengan berbagai kebijakan plin plan yang membingungkan, yang seolah mereka lah penentu berhasil tidaknya perang melawan wabah, maka seharusnya pemerintah berkaca apakah mereka sudah menjalankan kewajibannya dengan optimal atau tidak. Negara harus paham kebijakan apa yang seharusnya diambil untuk mengatasi pandemi ini.

Sistem kapitalis memang selalu jauh berbeda dalam segala aspeknya jika dibandingkan dengan sistem Islam. Penguasa dalam Islam diperintahkan untuk menjadi penjamin keselamatan jiwa dan memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar setiap individu rakyat. Betapa berharganya nyawa seorang mukmin dalam Islam. Penguasa dalam Islam yaitu Khalifah akan lebih mementingkan nyawa seorang rakyatnya dibandingkan dengan masalah ekonomi.

Hal ini sebagaimana yang tercatat dalam sejarah Islam, ketika Rasulullah SAW dan Umar bin Khattab menangani wabah yang menyerang. Begitu besar perhatian mereka kepada rakyat, hadir sebagai pelindung rakyat, begitupun dimasa-masa setelahnya, ketika wabah terjadi tetapi Islam mampu melewatinya dan berhasil menyelesaikannya hanya dengan menerapkan solusi karantina wilayah atau lockdown untuk mencegah penyebaran wabah. Sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.
Apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari darinya." (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid). Wallahu'allam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update