Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lonjakan Kasus Infeksi, Segera Tangani!

Wednesday, June 03, 2020 | Wednesday, June 03, 2020 WIB
Oleh: Ummu Lubna

Jumlah kasus orang yang terjangkit Covid-19 masih terus bertambah. Penambahan pasien Covid-19 di Indonesia menyentuh angka 700. Total hingga Minggu (31/5), Covid-19 di Indonesia mencapai 26.473 kasus.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per hari Sabtu (30/5), Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah dengan penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 tertinggi di banding dengan 33 provinsi lain di Indonesia. Adapun penambahan kasus positif di Jawa Timur hari Sabtu (30/5) yakni 199 sehingga total akumulasi menjadi 4.613. Penambahan tersebut cenderung naik dari data yang dilaporkan pada hari sebelumnya yakni 101.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai Hari Raya Idul Fitri. Hal itu bisa terjadi sebab, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan selama merayakan Lebaran. (republika.co.id, 25/05/2020)

Diharapkan pemerintah dapat memberikan kebijakan-kebijakan yang berdampak baik bagi masyarakat bukan malah sebaliknya. Untuk menghadapi Covid-19 ini pemerintah harus mengusahakan dengan sekuat tenaga agar mata rantai penularan virus corona ini bisa diputus. Agar lonjakan kasus infeksi segera teratasi.

Karena faktanya pemerintah masih plin-plan dalam mengambil kebijakan. Mulai dari PSBB, pembukaan kembali moda transportasi umum hingga sebelum lebaran lalu terjadi pelonjakan penumpang di Badara Soeta. Begitu pula ramainya mall-mall dan pasar yang sepi penjagaan aparat, namun masjid-masjid sangat diawasi dan diperketat.

Hal ini tentu menimbulkan polemik di kalangan masyarakat yang kecewa dengan perintah yang seolah tebang pilih kebijakan. Untuk umat Islam dipersulit, namun untuk alasan ekonomi yang tentunya keuntungan milik para pemodal dan pebisnis seolah dipermudah. Beginilah kebijakan penganut kapitalisme, materi adalah lebih utama dari nyawa manusia.

Hanya Islam yang memberikan perhatian tertinggi pada kesehatan dan keselamatan jiwa manusia. Ada tiga hal yang diterapkan Islam dalam penanggulangan wabah agar tidak menelan korban begitu banyak. Pertama, penguncian areal wabah sesegera mungkin. Ditegaskan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasssalaam, yang artinya, “Apabila kalian mendengarkan wabah di suatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu, dan apa bila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu maka janganlah keluar darinya.“ (HR Imam Muslim).

Kedua, menjaga jarak. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda; "Larilah dari orang yang sakit lepra, sebagaimana kamu lari dari singa". Rasulullah menyarankan umat nya untuk menghindari kontak secara langsung dengan penderita penyakit menular dan tidak menganggap enteng beberapa faktor penyebabnya.

Ketiga, pengobatan segera hingga sembuh. Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasssalaam, yang artinya, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan didiadakan-Nya bagi tiap-tiap penyakit obatnya maka berobatlah kamu, tetapi janganlah berobat dengan yang haram.

Dalam Islam, seluruh kebijakan yang diambil tak ada yang menyelisihi hukum syariat, dengan keyakinan penuh bahwa penerapan hukum syariat ini akan membawa kemaslahatan bagi umat manusia secara keseluruhan. Bahkan membawa rahmat bagi seluruh alam. Wallahu A'lam bish Showaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update