Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SEKOLAH DI TENGAH WABAH

Tuesday, May 19, 2020 | Tuesday, May 19, 2020 WIB Last Updated 2020-05-19T00:56:01Z


Oleh : Ummu Nadiatul Haq
(Member Akademi Menulis Kreatif)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana membuka kembali sekolah pada pertengahan Juli 2020. "Kita merencanakan membuka sekolah mulai awal tahun ajaran baru, sekitar pertengahan Juli" ujar Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Muhammad Hamid kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Sabtu (9/5). Hamid mengatakan nantinya kegiatan sekolah akan menggunakan protokol kesehatan di area institusi pendidikan yang sudah ditentukan pemerintah dan diwajibkan memakai masker. ( Jakarta, CNN Indonesia, 9/5/2020) 

Federasi Serikat Guru Indonesia khawatir siswa dan guru menjadi korban penyebaran wabah jika rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuka sekolah pertengahan Juli resmi diputuskan.  Kekhawatiran tersebut datang dari Wakil Sekretaris Jenderal FSGI, Satriwan. Ia meragukan koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terlihat tak sinkron dalam penanganan Corona.  (Jakarta, CNN Indonesia, 9/5/2020)

Saat ini kehidupan normal sudah sangat dirindukan oleh semua orang, baik di kalangan pegawai,  sekolah maupun masyarakat secara umum. Anak-anak sudah bosan belajar di rumah, guru juga sudah kewalahan mengajar dengan metode dalam jaringan terlebih banyaknya kendala yang dihadapi, seperti jaringan terputus, kuota terbatas serta feedback dari anak didik yang belum tentu paham dengan apa yang disampaikan oleh guru. Akibatnya petaka pun bisa terjadi, seperti pada seorang mahasiswa Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar bernama Rudi Salam yang meninggal karena jatuh dari menara masjid di kampung halamannya untuk mencari sinyal internet agar dapat mengikuti kuliah dalam jaringan pada Rabu malam, 6 Mei 2020 di Tana Ejaya, Kabupaten Sinjai. (Sindonews.com Makassar, 9 mei 2020)

Kondisi  wabah belum ada yang bisa memprediksi secara pasti kapan akan berakhir. Saat ini memang ada yang menyatakan kurva landai, sehingga pemimpin negara kita menyatakan agar berdamai dengan virus ini sampai vaksin ditemukan. Pernyataan tersebut diungkapkan karena semakin meningkatnya masalah ekonomi dan sosial jika PSBB dan anjuran di rumah saja masih diterapkan. Apalagi tak lama lagi program pendidikan akan memasuki tahun ajaran baru. Dimana pada bulan Juni-Juli, sekolah biasanya membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Ketika ada wacana sekolah akan diaktifkan tentu ini meresahkan masyarakat, karena tidak ada yang menjamin kondisi wabah mereda. Aturan-aturan sebelumnya akan sia-sia belaka dan tidak akan mampu menghentikan penyebaran virus ini.

Pihak istana yang menginginkan ‘hidup damai’ dengan Corona, merupakan seruan agar masyarakat segera bersiap hidup normal di masa wabah.  Dengan kata lain, masyarakat harus segera melakukan penyesuaian-penyesuaian agar tidak hidup dicekam rasa takut sehingga tidak produktif. Ini sekaligus menyiratkan bahwa untuk mengakhiri kebijakan pembatasan, tidak musti menunggu adanya vaksin. Jelas semua ini membingungkan masyarakat yang hidup dengan ketidakpastian aturan dan kecemasan ketika beraktivitas di tengah wabah.

Adapun Islam selalu menunjukkan keunggulannya sebagai agama sekaligus ideologi yang lengkap. Islam mengatur semua hal dan memberikan solusi atas segenap persoalan. Islam telah lebih dulu dari masyarakat modern membangun ide karantina untuk mengatasi wabah penyakit menular.

Rasulullah saw. pernah memperingatkan umatnya untuk jangan mendekati wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya, jika sedang berada di tempat yang terkena wabah, mereka dilarang untuk keluar. Rasulullah saw. bersabda :

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

"Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu." (HR. al-Bukhari)

Dikutip dalam buku berjudul, Rahasia Sehat Ala Rasulullah saw. : Belajar Hidup Melalui Hadis-hadis Nabi karya Nabil Thawil, pada zaman Rasulullah saw., jika ada sebuah daerah atau komunitas terjangkit penyakit Tha’un, beliau memerintahkan untuk mengisolasi atau mengkarantina para penderitanya di tempat isolasi khusus, jauh dari pemukiman penduduk. Ketika diisolasi, penderita diperiksa secara detail. Lalu dilakukan langkah-langkah pengobatan dengan pantauan ketat. Para penderita baru boleh meninggalkan ruang isolasi ketika dinyatakan sudah sembuh total.

Pada masa Kekhalifahan Umar bin al-Khaththab juga pernah terjadi wabah penyakit menular. Diriwayatkan :

أَنَّ عُمَرَ خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ. فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ‏ ‏إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه‏.

"Khalifah Umar pernah keluar untuk melakukan perjalanan menuju Syam. Saat sampai di wilayah bernama Sargh, beliau mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengabari Umar bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda,

“Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meningggalkan tempat itu.” (HR al-Bukhari)

Riwayat ini juga dinukil oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Al-Bidayah wa al-Nihayah. Menurut Imam al-Waqidi saat terjadi wabah Tha’un yang melanda seluruh negeri Syam, wabah ini telah memakan korban 25.000 jiwa lebih. Bahkan di antara para sahabat ada yang terkena wabah ini. Mereka adalah Abu Ubaidah bin Jarrah, al-Harits bin Hisyam, Syarahbil bin Hasanah, Fadhl bin Abbas, Muadz bin Jabal, Yazid bin Abi Sufyan dan Abu Jandal bin Suhail.

Sedangkan sekarang aturan yang dibuat banyak yang tidak dijalankan sesuai teori, PSBB dilonggarkan, dihimbau untuk di rumah saja baik kerja mupun belajar tetapi di jalan dan pusat perbelanjaan penuh sesak dan sekarang wacana sekolah dibuka di tengah ketidakpastian kapan wabah berakhir karena aturan yang ada tidak menunjukkan gelaja menuju kesembuhan.  Masyarakat yang tertular sudah meluas keberbagai daerah.
Benarlah apa yang dikatakan Nabi ﷺ:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: “السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ”

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara. ”Ada yang bertanya : “Apa itu Ruwaibidhah?” Beliau menjawab: “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur dalam urusan masyarakat.” [HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3715, dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth]

Saat ini nyata apa dan siapa ruwaibidhah ini.  Mereka tidak memahami solusi permasalahan hidup dengan solusi tuntas yang berasal dari syariah yang agung yang dibuat oleh Sang Pencipta melalui utusan-Nya, Muhammad saw. Mari menjadi muslim cerdas dalam menyikapi masalah agar segera terpecahkan kondisi saat ini dengan mengikuti apa yang disyariatkan Islam.

Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update