Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Covid-19 : Perang atau Damai?

Wednesday, May 20, 2020 | Wednesday, May 20, 2020 WIB
Oleh : Miladiah Al-Qibthiyah 
(Aktivis Muslimah Papua)

Tagar #IndonesiaTerserah trending di Twitter pada Sabtu (16/5). Awal kemunculannya berasal dari gambar seorang tenaga medis yang masih mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang membentangkan kertas bertuliskan "Indonesia?? Terserah!! Suka-suka Kalian Saja".

Ketua Umum Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah mengakui beberapa kolega profesinya mengeluhkan sikap sebagian masyarakat yang masih abai.Menurut Harif, banyak yang mendukung tagar tersebut. "Ada sebagian mendukung, 'kalau begini, kita sudah capek'. Kira-kira begitu," kata Harif kepada kumparan, Sabtu (16/5).

Adanya sikap abai yang ditunjukkan oleh masyarakat bermula dari kebijakan pemerintah yang kembali melonggarkan pergerakan masyarakat jelang hari raya. Sejumlah mall di kota besar kembali dibuka demi berburu baju lebaran.

Warganet akhirnya ramai-ramai membuat cuitan yang mengungkapkan kekesalan mereka terhadap sikap masyarakat dan kebijakan yang diputuskan pemerintah terkait penanganan covid-19.

Tagar #IndonesiaTerserah ini juga menyindir pemerintah yang dinilai tidak tegas dalam menerapkan peraturan. Pembukaan kembali transportasi oleh menhub serta kebijakan gugus tugas yang membolehkan pekerja berusia di bawah 45th kembali ke kantor.

Dikutip dari suara.com "kita sedang melawan dua pandemi yaitu covid-19 dan kebodohan". Ungkapan ini adalah uangkapan yang paling menohok diantara sejumlah tagar #IndonesiaTerserah.

Hal ini sangat membuat tenaga medis kecewa dan terpukul akibat kebijakan pemerintah yg melonggarkan psbb. Sementara jumlah kasus covid meningkat setiap harinya, bahkan peningkatan harian mencapai angka 500 lebih. Para tenaga medis khawatir pelonggaran ini membuka peluang meningkatnya penyebaran virus corona. 

Kebijakan ini juga dinilai pemerintah diam-diam menerapkan herd immunity menangani covid-19. Sehingga wajar jika tenaga medis berikan aksi protes terhadap kebijakan pemerintah yang inkonsistensi, tidak serius dan tidak fokus dalam menangani covid-19.

Seharusnya dengan berbagai kasus yg terjadi. Banyaknya rakyat yang meninggal termasuk dokter dan tenaga medis, membuat pemerintah lebih serius menangani pandemi. Tenaga medis dibuat kewalahan dengan semakin meningkatnya pasien, apalagi jika interaksi masyarakat diberikan kelonggaran justru memicu potensi penularan yang lebih besar.

Belum lama seruan berperang melawan corona, pemerintah kembali melontarkan diksi berdamai dengan corona. Diksi ini membingungkan masyarakat, pasalnya pemerintah seolah berlepas tangan hingga ditemukannya vaksin yg efektif, sehingga menurutnya kita harus hidup berdamai dengan corona untuk beberapa waktu kedepan.

Disatu sisi pemerintah terapkan psbb untuk menghambat laju penyebaran covid-19, namun di sisi lain roda perekonomian tetap berjalan. Hal ini menunjukkan inkonsistensi pemerintah dalam menangani wabah.

Jika pemerintah memang menginginkan berdamai dengan corona. Seharusnya dibarengi dengan kebijakan yang tepat, jelas, dan benar. Bukan menyandarkan pada konsep herd immunity sebab efeknya akan sangat membahayakan bagi keberadaan populasi manusia.

Tidak salah jika masyarakat menilai bahwa pemerintah dalam sistem kapitalisme ini tidak akan pernah serius mengurusi urusan rakyatnya.

Padahal dalam pandangan Islam, "seorang pemimpin adalah laksana penggembala, yang akan diminta pertanggungjawaban atas gembalaannya (rakyatnya)". 
(HR Bukhari dan Muslim)

Hadist ini dijadikan rujukan oleh para khalifah sehingga sangat serius mengurus urusan rakyatnya, menjaga keselamatan nyawa mereka, terutama saat terjadi wabah. Khalifah tidak akan ragu tetapkan lockdown sebagai solusi penanganan wabah sebagaimana perintah syariat. Kebijakan ini juga dibarengi dengan upaya penjaminan kebutuhan masyarakat terdampak wabah.

Bukan hanya itu khalifah akan mengupayakan agar korban tidak bertambah. Khalifah akan berpikir keras dan mencari tahu bagaimana mekanisme penyebaran penyakit tersebut sehingga ditemukanlah upaya pencegahan. Upaya ini terlihat ketika di zaman Rasulullah SAW dan para sahabat saat terjadi wabah. Khalifah mengisolasi wilayah terdampak sembari mengurus keperluan dan kebutuhan rakyatnya.

Tidak kalah penting negara terus mendukung dan mendanai berbagai upaya pengembangan penelitian hingga menemukan ikhtiar baru yakni vaksinasi dan ini pernah dilakukan di masa turki utsmani untuk menangani wabah smallpox yang dikenal dengan sebutan cacar. 

Seperti itulah gambaran pelayanan kesehatan di dalam Islam. Khalifah akan memperhatikan hal-hal yang menjadi sebab adanya wabah, mekanisme penularan yang massif, upaya pencegahan, penjaminan kebutuhan pangan rakyat hingga solusi lockdown total untuk melindungi seluruh warga negaranya baik yang berada di wilayah terdampak maupun di luar wilayah terdampak.

Wallaahu a'lam bi ash-showab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update