Penulis : Sri rezeki
Aktivis dakwa Praktisi Nabawi
Publik dihebohkan dengan pemberitaan pembunuhan berencana yang dilakukan remaja baru-baru ini, pelaku tergolong masih remaja dan dibawah umur, tapi kekejamanya dalam melakukan tindakan kriminal dengan sadar adalah suatu tindakan diluar nalar kita, apa lagi si korban adalah anak usia 5 tahun. Miris sekali, seharusnya anak remaja berusia seperti itu lagi sibuk belajar dan bergaul bersama teman teman seusianya dengan ceria tanpa ada pemikiran yang buruk. Pelaku melakukan pembunuhan dengan sadis, gadis remaja yang juga bertentangga dengan korban ini membunuh dengan cara mencekik korban di dalam bak mandi, dan memasukkan air kedalam mulut korban hingga korban meregang nyawa di dalam bak mandi. Sungguh perilaku sadis dan tanpa rasa belas kasihan ini dilakukan pelaku karena terinpirasi dari film yang di tonton, tindakan kekerasan di dalam film mempengaruhi pemikiran anak remaja tersebut.
Dari kasus ini bisa kita ambil hikmanya bagaimana seorang remaja harus di perhatikan dari cara bergaul, berperilaku dan bersikap dalam mendapat informasi dari luar baik melalui gadget, film, pergaulan dan sosmed. Kenakalan remaja sekarang sangat komplek dan pengaruh yang buruk bisa masuk dari mana saja tidak hanya dari lingkungan saja. Tentulah peran keluarga sangat di butuhkan dalam pembentukkan karakter anak remaja zaman sekarang. Kalau melihat dari begitu bebasnya informasi masuk kerumah rumah melalui media elektronik, maka sangat perlu untuk memaksimalkan peran orang tua dalam mendidik anak di rumah. Agama merupakan salah satu unsur yang paling penting bagi kehidupan dan sangat berperan dalam membentuk karakter islam seseorang.
Dari sini dapat kita pahami bahwa wajib hukumnya bagi para orang tua untuk membimbing dan mendidik anak-anaknya agar memiliki akhlak mulia. Seperti yang difirmankan oleh Allah "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS at-Tahrim [66]:6). Mendidik, membina, dan membimbing agar anak memiliki akhlak mulia merupakan bagian penting yang harus orang tua lakukan.
Keluarga adalah awal dari terbentuknya karakter islam dan peradaban islam. Kepemimpinan diawali dari kepemimpinan keluarga yang baik. Didalam keluarga terjadi pembentukan karakter islam seperti yang Rasulullah SAW contohkan yaitu keluarga yang istimewa, karakter keluarga yang membahagiakan sehingga terbentuklah kepemimpinan yang membahagiakan yang berasal dari keluarga yang istimewa tadi. Keluaega istimewa ini berasal dari orang tua terbentuk dari suami istri yang harmonis. Inilah tugas utama semua keluarga membentuk sebuah keluarga islami seperti yang di contohkan Rasul kita. untuk memberikan pembelajaran dan pendidikan agar anggota keluarga menjadi ulama (orang-orang yang berilmu) dan muttaqien (orang-orang yang bertakwa). Anak-anak tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga menjadi pribadi yang sholeh, penyejuk hati orangtua dan masyarakatnya. Ketakwaan ini sendiri, ditunjukkan dengan semangat seluruh anggota keluarga untuk taat pada ketentuan dari Allah SWT (Syari’at Islam). Anggota keluarga saling mendukung dan mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran. Rasa takut kepada Allah SWT mewarnai kehidupan keluarga ini, yang menghantarkan pada waro’ (kehati-hatian dalam bertindak apakah sesuai dengan ridlo Allah SWT atau tidak). Kepedulian terhadap sesama yang senantiasa ditumbuhkan dalam keluarga ideologis, akan membentuk jiwa-jiwa anggota keluarga yang tidak akan diam menyaksikan saudara Muslimnya kelaparan, lemah tak berdaya, tertindas dan terdzolimi.
Tidak hanya masyarakat di sekitar rumahnya saja, tapi hingga ke batas-batas Negara lain yang disana ada saudara seiman kita. Setiap anggota keluarga akan menjadi individu yang berusaha berkarya dan memberikan manfaat sebanyak mungkin bagi masyarakatnya. Dan untuk membentuk keluarga yang sesuai tatanan islam maka diperlukan peran negara untuk mengurus urusan umat, pendidikan islami adalah pendidikan yang bersumber dari al-Quran dan hadist rosull yang mana sama-sama bersumber dari al-Qur’an. pendidikan karakter islami adalah ‘usaha atau bimbingan yang dilakukan oleh orangtua, guru atau orang dewasa untuk membangkitkan sifat-sifat kebaikan yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw dengan menyeimbangkan antara ilmu, iman, akhlaq dan amal dalam kepribadian anak yang diperuntukkan untuk kemaslahan kehidupan manusia”.
Di dalam islam mengutamakan prinsip kurikulum berdasarkan strategi dan tujuan pendidikan berdasarkan akidah islam. Pada aspek ini tentulah bisa membentuk SDM yang terdidik dengan pola berfikir dan pola sikap islami, memiliki tanggung jawab, kasih sayang dan melindungi sesama mahluk Allah swt. Di zaman ini negara sangat berperan aktif dalm menyediakan pelayanan pendidikan karakter anak remaja dan dewasa sehingga tak ada lagi tidakan kriminal. Pada usia remaja tentukah memerlukan perhatian penuh baik dari keluarga dan lingkungan yang berperan aktif dalam mengawasi prilaku remaja, dan negara membatasi kebebasan remaja dalam menjangkau informasi-informasi melalu gaget yang dimana sekarang ini begitu bebas, bukan hal aneh lagi hampir semua umur bisa menjangkau informasi melalui gaget dengan mudah, bahkan film-film, game online yang menampilkan prilaku dengan kekerasan pembunuhan banyak sekali beredar di dunia maya, tentulah hal ini sangat mempengaruhi prilaku anak remaja, dan menjadi contoh buruk bagi remaja di zaman sekarang.
Kebebasan yang kebablasan di zaman sekarang telah mengunci remaja dalam pergaulan yang mengerikan solusinya kembalilah ke dalam aturan islam dimana remaja tidak di bebaskan dalam melakukan timdakan dan selalu di awasi dengan menggunakan kontrol masyarakat. Semoga dengan kejadian ini kita bisa mengambil hikmah bahwa peran orang tua dalam pengawasan dan pendidikan sangat penting, dan negara harus berperan aktif dalam membatasi masuknya pengaruh luar. Walahualam bisawab

No comments:
Post a Comment