Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bisyarah Rasulullah dan Konsekuensi Keimanan Pada Rasulullah

Saturday, January 11, 2020 | Saturday, January 11, 2020 WIB Last Updated 2020-01-11T08:23:05Z
Oleh : Fardiana Yasim
            
Tahun 2020 merupakan tahun kebangkitan islam berdasarkan prediksi NIC (National Intelegent council's) dalam laporanya yang dikeluarkan bulan desember 2004 lalu. Sebelum NIC mengeluarkan laporannya umat islam sudah terlebih dahulu mengetahui bahwa islam akan tegak dan kembali memimpin dunia. Hal ini bukan tanpa dasar, bukan hayalan bahkan bukan mimpi kaum muslimin. Akan tetapi ini adalah bisyarah rasulullah yang mulia. Yah kabar gembira dari utusan Allah SWT. Kabar ini pasti kebenaranya mengenai waktu kapan tegaknya, Allah yang lebih mengetauhi. Sesuai prediksi NIC kah atau lebih lama dari itu yang pastinya islam akan tegak kembali dan itu sebentar lagi . Bisyarah rasulullah juga pernah dibuktikan kebenaranya di masa lalu. Ingatkah kita dengan bisyarah Rasulullah yang mulia penaklukan Konstantinopel?

Di sela-sela persiapan perang Khandaq, Rasulullah ditanya salah seorang sahabat. _"Ya Rasul, mana yang lebih dahulu jatuh ke tangan kaum Muslimin, Konstantinopel atau Romawi?" Nabi menjawab, "Kota Heraklius (Konstantinopel)."_ (Hadits riwayat Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim). 
           
Para sahabat sangat mempercayai perkataan rasulullah. Bukan sekedar percaya saja tapi para sahabat membuktikan keimanannya dengan perbuatan. Mereka  berlomba- lomba menjadi bagian dari hadits Rasulullah SAW.  Keseriusan para sahabat terhadap bisyarah Rasulullah  diwariskan kepada para penerus mereka dari tabiin dan tabiut tabiin, serta generasi selepasnya. Yazid bin Muawiyah, menjadi orang pertama yang mencoba untuk merealisasikan hadits itu di masa kepemimpinan ayahnya, Muawiyah yang berkuasa di Damaskus namun belum berhasil. Hampir 800 tahun kemudian bisyarah Rasulullah tersebut baru terbukti. Di tangan sultan mehmed II atau lebih dikenal dengan muhammad Al Fatih Konstantinopel ditaklukan. Berkat yakin terhadap bisyarah rasulullah diringi dengan usaha, konstantinopel pun takluk dihadapan kaum muslimin. Kini,  umat muslim dihadapkan pada bisyarah rasulullah yang kedua yakni tegaknya kepemimpinan islam, khilafah islamiyah.
Rasulullah bersabda : 
Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad)
           
Lalu apa yang  harus kita  lakukan setelah mengetahui kebenaran bisyarah rasulullah? Bahwa bisyarah rasulullah pasti akan terjadi. Sebagaimana dibuktikan oleh para pendahulu kita  berabad-abad lamanya sampai akhirnya ditaklukan oleh muhammad al fatih. Kawan, sekarang sudah tahun 2020, kebenaran bisyarah rasululllah akan dibuktikan. Tak mau kah kita melangkahkan kaki, menggerakan badan kita untuk berkontribusi terhadap tegaknya islam? Masih sibuk kah kita dengan  perbaikan individu yang hanya akan memperbaiki diri kita sendiri? Masih sibuk kah kita dengan membidah- bidah, mensesat-sesatkankan saudara sesama muslim hanya karena perbedaan pendapat yang dibolehkan syara? Masih sibuk kah kita sinis dengan ajaran agama sendiri dan toleransi kebablasan dengan agama lain? Atau kawan memilih Duduk diamkah?sekedar menunggu kah? taukah kita, khilafah akan tegak dengan kita atau tanpa  ada kita namun usaha kita dalam penegakan khilafah akan dihisab disisi Allah SWT. Karena menegakan khilafah adalah kewajiban seluruh kaum muslimin

Rasulullah bersabda: 
Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak ada baiat di lehernya, maka ia mati dengan cara mati jahiliyah.” (HR. Muslim ).
          
Kawan, ketahuilah menegakan khilafah bukan hanya kewajiban tapi juga merupakan konsekuensi keimanan kita kepada rasulullah muhammmad saw. Beriman kepada  rasulullah berarti  mengimani semua perkataan rasulullah.  Secara istilah,  iman artinya diucapkan dengan  lisan, diyakini dengan hati, dan diamalkan dalam bentuk perbuatan. Maka, beriman kepada Rasulullah tidak cukup hanya dengan mempercayai bisyarah Rasulullah tapi  harus dibuktikan dengan perbuatan. Membuktikan bahwa apa yang kita percayai adalah benar dengan memperjuangkannya melalui dakwah kepada seluruh kaum muslimin. Bergabung dalam jamaah yang meperjuangkan tegaknya khilafah. Serta meningkatkan kontribusi kita untuk dakwah, memaksimalkan kemampuan kita untuk dakwah. InsyaAllah kita akan tercatat di sisi Allah sebagai pejuang syariah dan khilafahnya. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update