Oleh: Nuni Toid
Ibu Rumah Tangga
Siapa yang tak ingin menjadi penghafal Qur'an?
Siapapun yang beriman pasti mau menjadi pengawal Alqur’an semuanya salah satunya saya pribadi.
Maka ketika ada seorang teman menawarkan apakah saya mau ikut acara Dauroh Tahfizh metode TES, langsung saya mengiyakan.
Alhamdulillah akhirnya saya bisa mengikuti Dauroh Tahfizh Metode TES (Tilawah Evaluasi Sederhana) yang diselenggarakan oleh pihak STP Khoiru Ummah Rancaekek dan sebagai Founder Metodenya adalah Jemmi Gumelar. ST
Tak pernah menyangka sama sekali saya bisa ikutan acara tersebut. Dan alhamdulillah atas ijin Allah Yang Maha Kuasa saya bisa ikut beserta dengan putra saya Abdilah Alam Hernan.
Saya sudah tak sabar menunggu hari esok. Asa terasa lama menunggu tibanya pagi. Saking penasarannya memang. Dan pagi pun tiba, setelah menyelesaikan kewajiban sebagai seorang ibu yang baik. Akhirnya jam 7 pagi saya berangkat diantar oleh suami tersayang.
Sepertinya saya terlalu pagi tiba di lokasi. Karena masih sepi, yang ada hanyalah para panitia yang sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelancaran acara tersebut.
Sambil menunggu acara dimulai, saya sempat berbincang dan berfoto bareng dengan seorang tokoh yang menyelenggarakan acara ini yakni ustadzah umi Salamah. Sungguh kagum dan senang sekali bisa berbincang dan mendengarkan kata-kata yang bijak penuh dengan sarat kebaikan hingga membuat saya semakin bersemangat ikut acara ini.
Hingga tibalah pada acara yang ditunggu-tunggu. Sebelum ke pembahasan materi yang akan dipaparkan oleh bang Jemmi Gumelar. ST, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alqur'an yang dibawakan oleh ustadzah Umi Nurrohman.
Sampailah pada acara inti. Semua peserta yang jumlahnya di hari pertama seratus lebih menyimak dengan antusias sekali. Dengan bahasa yang sangat ringan, mudah dicerna dan dipahami oleh kami.
Ternyata tak sulit ya, menjadi seorang Hafizh/Hafizah. Yang pertama, harus punya percaya diri. Tidak ada alasan karena sudah tua, tidak ada waktu, dan lain-lain. Karena percaya diri adalah sebuah sikap yakin pada kemampuan diri sendiri dan lahir dari pemahaman yang benar tentang Al-Qur'an. Orang yang berniat menghapal alqur'an janganlah berhenti sebelum selesai. Dan orang yang beraktivitas dengan alqur'an pun tidak akan pernah rugi (perniagaan yang tak pernah rugi)
Firman-Nya:
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. "(TQS Fathir: 29)
Kemudian dalam hadis Rasulullah Saw:
"Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah yakni alqur'an, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu, saya tidak mengatakan bahwa alif.lam min itu satu huruf, tetapi Alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan min juga satu huruf."(HR Tirmidzi)
Percaya diri itu poin yang penting pada pemula yang ingin menghapal Alqur'an. Dan hal-hal yang memperkuat percaya diri adalah kita harus perbaiki niat yakni luruskan dan panjangkan niat, yang kedua banyak-banyak beristighfar. Kemudian yang ketiga kita harus memperkuat doa-doa kita kepada Allah Swt.
Seperti ungkapan bang Jemmi Gumelar. ST, sang Founder metode TES, "Bila tidak ada niat sedikitpun untuk memperbaiki interaksi kita dengan alqur'an bisa jadi Allah tidak mengijinkan kita dekat dengan alqur'an. "
Maka jadikan alqur'an sebagai sahabat kita dikala suka maupun duka.
Namun tak mudah ya, kita bisa berinteraksi dengan AlQur'an setiap saat, karena di sistem saat ini waktu sangat berharga sekali (kapitalis-sekuler). Kita juga dicekoki dengan pemahaman-pemahaman yang membuat kaum muslim semakin jauh dengan Alqur'an. Cukup hanya dibaca saja saat waktu tertentu saja, seperti bakda magrib ataupun bakda shubuh itupun hanya surat-surat pilihan saja. Sungguh menyedihkan ya. Tapi itulah program dari Barat, tanpa kita sadari kita telah menjauh dari Alqur'an.
Maka untuk mengembalikan itu semua, agar AlQur'an tak cukup diritualkan saja. Kita harus berjuang merubah sistem ini (batil) dengan sistem yang baik (Islam). Dengan cara menerapkan syariah Islam melalui Daulah Alla minhaj nubuwwah . sebab Alqur’an menjadi Wasilah kita masuk ke Surga.
Wallahu a'la biashawwab

No comments:
Post a Comment