Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dakwah Khilafah Kian Dibungkam

Wednesday, September 25, 2019 | Wednesday, September 25, 2019 WIB Last Updated 2019-09-25T16:00:57Z
Oleh: Ana Mardiana

Saat ini pemerintah tengah menggodok peraturan pelarangan individu dalam mendakwahkan khilafah, hal ini di sampaikan langsung oleh Wiranto. Alasan di balik pelarangan individu dalam mendakwahkan Khilfah adalah semakin massifnya pergerakan dakwah khilafah oleh kader ormas atau partai politik HTI yang telah mereka cabut legalitasnya secara sepihak.

Pemerintah seolah belum puas atas tindakan repsesifnya terhadap ormas HTI atas di cabutnya legalitas HTI, kini individu yang mendakwahkan khilafah pun mereka godok. Ini semakin menguatkan bukti bahwa memang pemerintah kita sekarang anti terhadap ajaran Islam.

Padahal khilafah adalah memang ajaran Islam. Penegakkan khilafah adalah kewajiban bagi umat muslim. Apakah umat muslim di negeri ini tidak berhak untuk menjalankan syariat agamanya yang dalam hal ini mendakwahkan khilafah yang dimana hak-haknya tertuang pada bulir-bulir pancasila?
Beberapa pencitraan negatif tentang khilafah dan para pengembannya terjadi melalui penjulukan-penjulukan “Anti Kebinekaan”, “Benih Radikalisme”, “Meresahkan Masyarakat” dan “Pemecah-belah”, yang populer dipromosikan oleh media massa dan para tokoh yang antiIslam.

Maka, dengan hal tersebut, citra khilafah sebagai ajaran Islam dan solusi problematika yang akan mewujudkan rahmatan Lil-‘alamin tenggelam berganti menjadi permusuhan terhadap ide khilafah dan pejuangnya serta menumbuhkan khilafah fobia, sekaligus membabat gerakan perjuangan khilafah.

Di rezim ini Islam adalah satu-satunya agama yang di jadikan sasaran empuk. Terhadap ajaran-ajaran agamanya di citrakan negatif, di buat propaganda. Islamofobia sesungghuhnya sengaja dihadirkan oleh Barat untuk menjauhkan umat dari kemuliaan yang hakiki, yang tak akan mungkin diraih dengan sistem Kapitalis yang rusak dan merusak.

Islamofobiah didesain secara sengaja oleh Barat dengan target menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. 
Dengan adanya perencanaan pemerintah dalam menggodok para pengemban dakwah khilafah merupakan sebuah upaya pembungkaman bagi para pengemban dakwah khilafah. Mereka berharap dengan adanya perencanaan tersebut, para pengemban dakwah khilafah akan bungkam dan geliat kebangkitan umat dalam menegakkan khilafah akan memudar.

Jika demikian, mereka salah. Dakwah khilafah akan terus di gaungkan oleh para pengembannya, sebab dakwah khilafah dan mengembalikan khilafah pada pangkuan umat adalah titah dari RabbNya. Sebuah kewajiban. Apakah menjalankan titah Rabb di anggap sebagai sebuah keslahan? Inilah yang terjadi ketika sistem yang di terapkan adalah sistem buatan akal manusia. 

Sistem yang membuat sekat antara kehidupan dan agama.
Sehingga satu saja syariat islam (khilafah) dicoba untuk didakwahkan malah justru mendapatkan pertentangan dari kaum munafik, antek barat.
Khilafah adalah ajaran islam. Khilafah pasti nyata kebangkitannya.

Sebab khilafah adalah janji Allah. Dengan khilafah, islamopobia akan di berantas. Khilafah merupakan mahkotanya kewajian, sebab ketika khilafah tegak maka kemudahan dalam menjalankan kewajiban yang lain akan terpenuhi.  Lalu apa yang membuat sebagian orang menolak Khilafah? Apa yang ditakutkan dari Khilafah? Apa kesalahan Khilafah hingga dianggap ancaman yang membahayakan ? Apakah rakyat Indonesia yang sebagian besar kesulitan ekonomi disebabkan oleh Khilafah? Apakah utang LN yang semakin menggunung dan amat memberatkan APBN karena Khilafah? Apakah Khilafah yang membuat kekayaan alam yang melimpah ruah dan berbagai aset berharga negeri ini dikuasai asing dan aseng ? Mestinya tidak ada yang perlu ditakuti dari Khilafah. 

Tidak ada alasan yang dapat diterima akal sehat untuk menolak Khilafah. Karena Khilafah adalah syariat Allah SWT, maka sebagai hamba-Nya kita tidak boleh merasa keberatan. Bukankah kita semuanya adalah makhluk ciptaan-Nya ?

Dialah yang menciptakan seluruh pulau yang dihuni penduduk Indonesia. Bahkan, Dialah yang menciptakan bumi, langit, dan seluruh isinya. Karena itu, hukum-Nyalah yang wajib diterapkan di atasnya. Dan demikianlah yang disebutkan secara tegas dalam al-Quran:

Artinya: "Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik" (QS. al-An’am: 57)

Pengemban dakwah khilafah hanyalah mendakwahkan yang telah di perintahkan oleh Allah. Mustinya pemerintah mendukung, bukan malah mempersekusi. Lantas, pada bunyi bulir sila pertama: Ketuhanan YME, apakah dengan mengakui Allah sebagai Tuhan yang satu yang dengan segala konsekuensinya yaitu kewajiban menjalankan seluruh syariatnya adalah sebuah kesalahan dan melanggar pancasila ?

Wallahu'alam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update