Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jadikan Hijrah, Sebagai Tonggak Perobahan

Wednesday, August 28, 2019 | Wednesday, August 28, 2019 WIB Last Updated 2019-08-28T00:51:15Z
Penulis : Suryani

Hijrah secara bahasa adalah berpindah dari sesuatu ke sesuatu yang lain, atau meninggalkan sesuatu menuju sesuatu yang lain. Hijrah  identik dengan perubahan ke arah yang lebih baik dan ini terjadi karena adanya kesadaran tentang perlunya perubahan dari keadaan eksis ke keadaan baru yang ingin diwujudkan. Sedangkan kesadaran itu muncul karena adanya muhasabah atau introspeksi diri sehingga introspeksi diri menjadi sangatlah penting.
        
Hijrah yang harus di lakukan seorang Muslim pertama-tama adalah, meninggalkan apa apa yang di larang oleh Allah SWT dan ini bisa di lakukan kapan saja serta tidak menuntut kemampuan. Tapi berbeda dengan melakukan apa yang Allah SWT perintahkan dimana menuntut kemampuan maksimal, seperti sabda Rasul Saw. "Jika aku melarang kalian dari sesuatu maka tinggalkankah, dan jika aku memerintahkan sesuatu maka lakukanlah sesuai batas kemampuan kalian" ( HR Ahmad,al-Bukhori dan Muslim ).
         
Karakter orang orang yang hijrah itu tidak menyukai apa saja yang menyalahi Islam dan syariatnya, sebaliknya dia makin senang kepada Islam dan syariatnya, diapun makin merindukan kehidupan Islam, kehidupan yang mengatur sesuai dengan Islam dan syariatnya.

Allah SWT berfirman di dalam surat Ali Imran ayat 110 yang artinya " Kalian adalah umat terbaik yang di lahirkan untuk manusia; melakukan amar makruf nahi munkar dan mengimani Allah". 
Demikianlah sifat umat Islam yang di sifatkan oleh Allah SWT yaitu khayru ummah (umat terbaik) dan ini bisa terwujud ketika umat Islam melaksanakan amar makruf nahi munkar dan mengimani Allah SWT.
           
Namun sayang sifat sebagai khayru ummah (umat terbaik) tidak tampak pada umat Islam saat ini, dimana umat Islam belum menjadi pemimpin bagi umat yang lain. Namun sebaliknya umat Islam masih menjadi objek dan eksploitasi pihak lain. Boleh jadi salah satu penyebabnya karena amar makruf nahi munkar belum tampak menonjol menjadi budaya umat Islam terutama yang di tujukan kepada penguasa, padahal kemungkaran penguasalah yang paling besar menimbulkan keterpurukan umat. Dan kemungkaran terbesar penguasa tentu saja saat mereka tidak menerapkan Islam secara kaffah.
          
Oleh sebab itu perubahan atau " hijrah" harus di lakukan bukan hanya pada tataran individu, tetapi juga pada tataran masyarakat, yakni perubahan menuju ketaatan kepada Allah SWT secara total yaitu dengan menerapkan Islam kaffah di dalam seluruh aspek kehidupan. Tentu saja hal ini menjadi tanggung jawab seluruh komponen umat Islam.
WalLah a'lam bi ash-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update