Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PPI Bekali Pahlawan Pencegah Infeksi

Wednesday, April 24, 2019 | Wednesday, April 24, 2019 WIB Last Updated 2019-04-24T16:35:03Z
dr.Okty Lisnawati Narasumber PPI (Photo/nal)
N3, Sarolangun, Program Kerja (Pokja) Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi PPI menjangkau kedalam setiap unit di rumah sakit dan melibatkan staf klinis dan nonklinis di berbagai unit kerja, antara lain departemen klinik, fasilitas pemeliharaan, dapur, kerumahtanggaan, laboratorium, farmasi, dan unit sterilisasi. Kegiatan sosilisasi dan simuloasi PPI diikuti oleh peserta Cleaning Service (CS) yang digelar di aula RSUD Sarolangun.

Saat sosilisasi dan simulasi dengan Narasumber dr.Okty Lisnawati terkait kebersihan dan akibat terjadinya infeksi,

“ Untuk pertemuan kita kali ini kita membahas tentang tata cara menjaga kebersihan dirumah sakit. Seperti cara mengepel lantai, cara menyapu, mengumpulkan sampah dan mandi sesuai aturan yang telah kita pelajari sebelumnya. Jadi saya ingin itu diterapkan dan implementasinya kinerjanya harus meningkat tidak seperti yan sudah sudah. Apabila kedapatan tentu ada sangsi dari saya dan pihak manajemen. Karena kebersihan itu adalah hak pasien dan keluarga dan juga kita semua “. Kata dr.Okty Lisnawati PJ PPI.

Rumah sakit menetapkan mekanisme untuk mengatur koordinasi kegiatan PPI. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pimpinan rumah sakit membentuk organisasi pengelola kegiatan PPI di rumah sakit dan menetapkan tanggung jawab dan tugas meliputi definisi infeksi terkait layanan kesehatan, metode pengumpulan data (surveilans); membuat strategi atau program menangani risiko PPI; proses pelaporan.

Lebih lanjut, dr.Okty Lisnawati menjelaskan bahwa PPI akan lumpuh jika tidak ada petugas khusus dalam menangani kebersihan,

“ Kebersihan itu membebaskan kita dari resiko infeksi. Jadi, anda semua pegawai Cleaning service (CS) RSUD Sarolangun adalah pahlawan pencegah infeksi, tanpa anda rumah sakit tidak berarti apa apa tidak akan bersih dan tidak sehat “. Tandasnya.
Tujuan pengorganisasian program PPI adalah mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat serta ditularkan di antara pasien, staf, tenaga profesional kesehatan, tenaga kontrak, tenaga sukarela, mahasiswa, dan pengunjung. 
Risiko infeksi dan kegiatan program dapat berbeda dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya bergantung pada kegiatan klinis dan pelayanan rumah sakit, populasi pasien yang dilayani, lokasi geografi, jumlah pasien, serta jumlah pegawai. Program PPI akan efektif apabila mempunyai pimpinan yang ditetapkan, pelatihan dan pendidikan staf yang baik, metode untuk mengidentifikasi serta proaktif pada tempat berisiko infeksi, kebijakan dan prosedur yang memadai, juga melakukan koordinasi ke seluruh rumah sakit.(KARS/dok). (nal)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update