Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Game online dibudayakan Generasi penerus dikorbankan

Wednesday, April 24, 2019 | Wednesday, April 24, 2019 WIB Last Updated 2019-04-24T08:19:08Z
Oleh : Heni Andriani 

Salah satu hal yang digemari oleh kaum remaja saat ini adalah bermain game baik di media sosial maupun dengan menggunakan aplikasi handpone. Berbagai macam jenisnya namun hampir semua menyukai terutama Mobile legend dan yang terbaru adalah e-sport (game olahraga). 

Hal ini tentu menjadi daya tarik para pebisnis game online. Mereka rela menggelontorkan dana yang fantastis demi merambah industri game yang kian di gemari oleh seluruh kalangan.Salah satu game yang sedang dikembangkan adalah game olahraga (e-sport). Saking pesatnya game ini nilai ekonominya akan digencarkan pembangunan insfrastruktur langit seperti Palapa Ring untuk menunjang permainan tersebut. Karena banyak memberikan nilai keuntungan (https.www idntmas. Com/news).

Sejalan dengan perkembangan industri games, Menpora Imam Nahrawi dikatakan e-sport harus mulai masuk kurikulum pendidikan untuk mengakomodasi bakat - bakat  muda. Kemenpora akan menganggarkan dana Rp. 50 Milyar untuk menggelar kompetisi di level sekolah. (Https//Cnnindonesia. Com).

Dalan kapitalisme ketika melakukan segala sesuatu ditimbang untung ruginya. Keuntungan sebanyak-banyaknya menjadi acuan tanpa memperhitungkan buruk atau tidaknya. Industri game Online menjadi sasaran empuk untuk mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin apalagi game Online saat ini di dukung oleh penguasa. Contohnya saja tentang perlombaan game Online Mobile legend. Game online ini disinyalir banyak mengandung unsur kekerasan, pornografi hingga membuat kecanduan para pemainnya. 

Kondisi seperti ini justru ketika dibiarkan akan mengakibatkan lost generasi yang produktif. Banyak dampak buruk akibat kecanduan main game Online baik secara fisik maupun psikis. Bahkan Who menetapkan bahwa maen game Online mengganggu mental seseorang hingga mengakibatkan gangguan kesehatan .( Https//Sains. Kompas. Com)

Adapun islam sebagai agama yang mengatur setiap aktivitas seseorang tentu ketika game Online hadir akan di lihat dulu baik buruknya terhadap manusia. Sesungguhnya islam tidak pernah menghambat akan kemajuan teknologi hanya mengatur saja agar tidak memberikan dampak madhorot bagi kehidupan manusia. 

Dari sini juga dapat di fahami bahwa industri game Online hadir seharusnya harus di landasi untuk membangun generasi yang produktif bukan hanya mencari keuntungan semata hingga mengorbankan generasi. 

Bahkan seorang penguasa harus mampu mengayomi masyarakat dan menjauhkan dari hal-hal yang dapat mengakibatkan keburukan generasi. Karena penguasa adalah junnah bagi rakyatnya.

"Seorang imam (kholifah / kepala negara adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas urusannya (HR. Bukhori dan Muslim). 

Pendidikan di dalam islam di tujukan untuk membentuk kepribadian yang islami dan menguasai sains dan teknologi sehingga akan menghasilkan out pendidikan selaras dengan tujuan negara yaitu generasi yang pandai, berkualitas, menguasai bidang teknologi dan berakhlakul kariimah bukan menjadi generasi yang nyandu game online nihil ilmu pengetahuan dan rusak moral akhlaknya.

Melahirkan para ilmuwan yang handal dengan penguasan teknologi dan mampu memberikan konstribusi kepada umat sehingga umat ini akan menjadi umat yang terbaik. 
Wallohu a'lam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update