Penulis : Heni Andriani
Pertarungan antara yang hak dan batil memang tidak pernah berhenti selama dunia ini belum berakhir.Para pejuang kebenaran tiada lelah menyampaikan yang hak meskipun senantiasa dihadang oleh mereka yang tidak menghendaki cahaya islam terus bersinar.
Berbagai stigma negatif dilontarkan kepada islam sebagai agama teroris,radikal dan pengekang kebebasan tanpa pernah berusaha mengenal islam lebih mendalam.Hal inilah yang melahirkan para islamophobia.Rasa takut yang berlebihan bahkan ujung - ujungnya mengeras dalam hati menjadi keinginan untuk melenyapkan islam baik berupa ajaran,simbol bahkan pemeluknya.
Lihatlah bagaimana yang terjadi dengan kasus pembunuhan saudara kita muslim minoritas di selandia baru,di Uighur,Myanmar ,Ronghya,india bahkan di berbagai belahan dunia.semua itu akibat ketidak sukaan terhadap islam.
Bahkan baru-baru ini terjadi pembakaran salinan Alqur'an oleh partai sayap kanan (Republika.co.id) .
Mereka menghendaki hal ini untuk menyebar teror agar timbul rasa ketakutan agar orang - orang yang ingin masuk islam membatalkan keislamannya.
Bahkan di Indonesia virus islamophobia menjangkiti para penguasa negeri ini dengan menuding bahwa bendera tauhid ketika ada di kampanye Sandi - Prabowo sebagai bendera ormas tertentu yang dianggap oleh mereka berbahaya.(www.tribunnews.com)
Padahal sudah jelas itu bendera kaum muslimin dan berhak bagi siapapun untuk membanggakannya.Tentu bagi kita yang memiliki keimanan dan kecintaan terhadap islam hal itu tidak perlu dipersoalkan terlepas apakah memilih suara kemanapun.Namun yang pasti mereka menuduh demikian karena rasa takut terhadap islam dan anehnya mereka juga seorang muslim yang sepatutnya tidak melakukan hal demikian.
Berbagai ketakutan terhadap islam bahkan menganggap islam asing tentu bukanlah suatu hal yang baru.Karena jauh-jauh hari Rosulullah SAW telah memberikan kabar bahwa islam akan asing di tengah-tengah kaum muslimin dan Islam akan di jadikan seperti hidangan yang akan di comot dari sana sini.
"Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti semula.Maka berbahagialah orang-orang yang terasing.(HR.Imam muslim)no.145.
Islam saat ini hanya difahami oleh sebagian orang hanya sebagai agama yang mengatur masalah ibadah mahdoh saja sehingga ketika ada simbol- simbol islam pun mereka tidak faham.Apalagi sistem sekulerisme telah masuk ke tubuh kaum muslimin sehingga mereka hanya menggunakan islam sebagian saja.Hal ini pun diaminkan oleh penguasa negeri ini sehingga mereka takut terhadap agamanya sendiri bahkan ketika ada pelecehan terhadap agamanya sendiri mereka malah diam bahkan membiarkan hal itu terjadi tanpa ada hukuman yang tegas hingga kasus - kasus islamophobia terus berulang.
Sejatinya seorang penguasa seharusnya menjaga akidah ummat dan memberikan sanksi tegas kepada para penghina islam dan para islamophobia seperti yang dilakukan oleh para kholifah di masa kejayaan islam (khilafah islam). Al Mutashim Billah dan Sultan Hamid adalah salah satu sosok penguasa yang melindungi rakyatnya.
Para kholifah tersebut bahwa penguasa adalah junnah dan harus terus menjaga islam agar jangan sampai padam apalagi wibawanya hilang.
"sesungguhnya imam (kholifah)itu perisai,orang - orang akan berperang mendukung dia dan berlindung diri dari musuh dengan kekuasaannya (HR.Mutafaq alaih).
Seperti yang di lakukan Sultan Hamid II dalam membela, melindungi kaum muslimin. Apabila yang melakukan pelecehan simbol islam maka akan dberi sanksi tegas atau pun di usir dari wilayahnya.Sementara kalau negara akan diperangi.
Sungguh mengharapkan pemimpin yang mengurusi ummat dengan berusaha menjaga cahaya islam agar tetap bersinar. Maka yang harus dilakukan oleh para pengemban dakwah dengan terus berdakwah agar cahaya islam terus bersinar. Juga mencampakkan sistem kapitalis yang rusak dengan sistem yang berasal dari islam.
Wallohu a'lam bishowab

No comments:
Post a Comment