Penulis : Sumiyah Ummu Hanifah.
( Member AMK dan lbu Rumah Tangga )

Sejarah Dunia telah mencatat bahwa semenjak Rasulullah Muhammad SAW wafat pada Tahun 632 M, maka Pucuk Pimpinan tertinggi Umat lslam di serahkan kepada Abu Bakar Ash-shidiq  R.A. sebagai Kholifah (Pengganti) pada tahun 632 M s/d 634 M, kemudian setelah Kholifah Abu Bakar Ash-shidiq wafat, di gantikan oleh Umar bin Khattab R.A. pada tahun 634 M s/d 644 M, setelah Kholifah Umar bin Khattab wafat, maka yang di angkat (di baiat)  selanjutnya adalah Utsman bin Affan pada tahun 644 M s/d 655 M, Khalifah selanjutnya adalah Ali bin Abi- Thalib R.A pada tahun 655 M s/d kurang - lebih 661 M.
Mereka itulah yang kita kenal dengan sebutan Khulafaur-Rasyidin.

Apakah kemudian Ali bin Abi- Thalib itu termasuk khalifah terakhir bagi Umat islam ?
Jawabannya tentu saja," Tidak" , karena    setelah khulafaur-Rasyidin bermunculan Kekhalifahan-kekhalifahan yang memimpin dan menjadi Pelindung bagi Seluruh Kaum Muslimin di Seluruh Dunia.

Seperti yang banyak di sebut dalam Kitab-kitab tarikh ( sejarah ), di antaranya yaitu: 
1. Kekhalifahan Bani Umayyah, berpusat di Syiria, tepatnya di Kota Damaskus, dengan Khalifah yang pertama yaitu Mu'awiyyah bin Abu Sufyan.
Dan di lanjutkan dengan khalifah yang lain hingga jumlahnya ada 14 orang Khalifah, dan perlu di ketahui bahwa dalam setiap era Kekhalifahan terdapat banyak jumlah  khalifah yang memimpin Umat secara berkesinambunan, Kekhalifahan ini berlangsung selama hampir 89 tahun lamanya.

2.Kekhalifahan Bani Abbasiyah, berpusat di Baghdad, lrak. 
Jumlah Khalifah seluruhnya ada 37 Orang, dan di tambah 18 Orang lagi dari bani Abbas, dengan Khalifah yang di baiat pertama yaitu Khalifah Muntansir Billah, hal ini terjadi selelah Kaum muslimin mendapat serangan dahsyat dan "bengis" dari Pasukan Tartar dari Mongol, yang membuat Pusat Daulah khilafah yang pada saat itu di pimpin oleh Khalifah Mu'tashim Billah, menjadi tercerai berai dan Sang Khalifah berhasil di bunuh dengan sadis.
Peristiwa ini terjadi pada tahun 656 H di Baghdad, yang mengakibatkan kekosongan kekuasaan Daulah Khilafah lslamiyah selama 3.5 tahun lamanya.
Bani Abbasiyah memimpin selama 446 tahun.

3. Kekhalifahan Bani Utsmaniyyah. Menurut berbagai sumber, jumlah Kholifah di era Kekhalifahan ini ada 30 Orang, di mulai dari Khalifah Salim l ( tahun 918 H s/d 926 H ) sampai menjelang runtuhnya Kekhilafahan terakhir pada saat itu yang di Pimpin oleh Khalifah Abdul Majid ll yang berpusat di Turki.

Jumlah khalifah yang di miliki Kaum Muslimin di bawah lnstitusi Khilafah lslamiyah kurang-lebih ada 104 Orang Khalifah.

Keberadaan Seorang Khalifah sangat di butuhkan bagi kelangsungan dan kejayaan Umat lslam itu sendiri, sebagaimana Sabda Baginda Rasulullah SAW ," lmam / Khalifah itu Pengurus Rakyat dan hanya dia yang bertanggung-jawab atas Rakyatnya.
( H.R. Al-Bukhari dan Muslim ).
Atau di hadist lain juga di jelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda ," Sungguh lmam / Khalifah itu laksana  "Perisai", Kaum Muslimin akan berperang atau berlindung di belakang dia.
( H. R. Bukhari dan Muslim ).

Dengan demikian Seorang Khalifah / Pemimpin Umat Islam benar-benar memiliki tanggung jawab yang besar di hadapan Allah SWT dan juga Rakyatnya.

Sedangkan "KHILAFAH" adalah lnstitusi Pemerintahan Daulah lslam yang menerapkan Syari'at lslam secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan, baik lndividu, kelompok, masyarakat sampai ke tingkat Bangsa / Negara.
Khilafah mengambil aturan / hukum yang berasal dari Al-Qur'an, As-sunnah, ijma' sahabat dan Qiyas, dan bukan hukum yang bersumber dari buatan manusia ( hawa nafsu ) semata.
Jadi, keberadaan Khilafah merupakan suatu keharusan dan memperjuangkannya adalah fardu' ain ( termasuk jihad ).
Saat ini telah 95 tahun Umat lslam hidup tanpa khilafah, dan sudah terlihat kehancuran lslam telah menyebar ke  Seluruh Penjuru dunia, Umat lslam sengsara tanpa pelindung ( perisai ), tercerai berai dan terjajah.
Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Bermula dari runtuhnya Negara ( Daulah ) Adidaya yang telah 1300 tahun lamanya memimpin dunia, menorehkan tinta emas Peradaban lslam yang Agung, menjadi Umat yang di segani oleh umat-umat yang lain pada masa itu, yakni Daulah Khilafah lslamiyah....

Daulah Khilafah lslamiyah di bubarkan dengan cara yang halus namun terkesan "hina" oleh Mustafa Kemal Ataturk, seorang militer dari Solonica, dia berdarah Yahudi tulen sehingga memiliki kebencian yang begitu mendalam terhadap lslam, nama panggilannya adalah Yahudi daunamah ( yahudi yang berpura-pura masuk islam ).
Mustafa kemal sejak kecil telah mempelajari metode Politik Barat / Eropa, bukan metode lslam yang bersumber dari Al Qur'an dan As-sunnah, dia menyamar dan berhasil mengetahui seluk-beluk kekuatan dan kejayaan Kaum muslimin, dan dengan kelicikannya dia berhasil pula menduduki jabatan penting dalam lembaga / lnstitusi Daulah Khilafah di Turki saat itu, la pun tidak "bekerja"sendiri karena di sokong oleh pihak-pihak yang sama-sama ingin menggulingkan Kekuasaan Daulah lslam, musuh-musuh lslam paham betul bahwa kekuatan Umat lslam ada pada Persatuannya ( Ukhwah lslamiyah ).

Dalam buku tarikh lslam "Daulah Utsmaniyah" di nyatakan bahwa cara untuk  menghancurkan islam harus dengan "Menghidupkan paham Nasionalisme yaitu sebuah paham yang mewajibkan setiap individu untuk memberikan kesetiaan tertingginya hanya Pada Negara Kebangsaannya saja, paham ini bertolak belakang dengan paham islam, yang menjunjung tinggi kesetiaannya kepada Allah dan Rasul-Nya yaitu TAAT PADA SYARI'AT ALLAH SWT.
Mustafa Kemal memulai aksinya dengan pemikirannya yaitu membuat sekat- sekat dalam tubuh umat, menjadikan umat lslam terkotak-kotak dan saling bangga dengan suku,bahasa dan bangsanya, sehingga dengan sendirinya Daulah lslam akan melemah, tak ada lagi Ukhwah lslamiyah Seluruh dunia, karena bangsa lain sudah tidak saling perduli dengan nasib Saudaranya yang berbeda suku, bahasa, adat dan bangsanya.
Langkah yang pertama adalah mengadu domba Bangsa Arab dan Bangsa Turki.
Menurut Muhammad Abduh dalam Jam'iyah Al lslamiyah wa al- fikrah al qowmiyah Dar asyu-suruq di jelaskan bahwa ," Jika kedua Kekuatan itu ( Turki-Arab ) melemah, maka Eropalah yang akan menjadi kuat, karena mereka telah kama menanti "Pertarungan" antar umat lslam, setelah itu mereka akan menguasai kedua bangsa tersebut atau salah satunya harus terkuasai,padahal waktu itu Bangsa Arab dan Turki adalah bangsa yang terkuat dan menjadi Pusatnya Peradaban Dunia.
Dan sudah bisa di pastikan dengan adanya Skenario Pertarungan itu kondisi Umat lslam telah berada di ambang kehancuran.
Mereka menggunakan Partai Persatuan dan Pengembangan yang berpusat Di Paris ( Eropa ) untuk ikut masuk ke dalam tubuh Parlemen Daulah Khilafah dan mulai menanamkan isyu bahwa Bangsa Turki lebih tinggi ( baik ) dari Bangsa Arab,dan di susul dengan banyak Pemecatan yang di alami Oleh Orang-orang dari bangsa Arab dalam Parlemen tersebut, hingga Membuat Orang-orang dari bangsa Arab "menjaga jarak" dengan Saudaranya bangsa Turki, terjadilah saling curiga-mencurigai antar sesama muslim.
Cara yang halus dan di kemas dengan rapih terus di "sebar" oleh musuh-musuh lslam, kali ini mereka yang telah berpura-pura masuk lslam dan  menguasai serta  mempelajari islam dengan maksud untuk membuat "kisruh" pemahaman lslam, mulai mengeluarkan hadist - hadist palsu  supaya Umat semakin jauh dari Pemahaman islam yang benar.
Salah satu hadist palsu yang masih terkenal hingga kini yaitu adalah," Hubb al wathan minal lman ( cinta tanah air sebagian dari lman ), maka Bangsa Arab mulai di "giring" oleh Mustafa kemal dan lainnya untuk melepaskan diri dari Daulah Khilafah lslam, gayung bersambut sehingga Bangsa Arab berhasil "terjun bebas" meninggalkan Daulah khilafah lslamiyah  dengan harapan akan mendapatkan "Pertolongan" dari Bangsa Eropa,, ( na'udzubillah ).
Padahal Allah SWT telah berfirman, " Hai Orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan Orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman ( setiamu ), mereka satu sama lain saling melindungi, barang Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka.
Sungguh, Allah tidak memberi Petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.
( T. Q. S. Al Maidah ayat 51 ).

Akhirnya terjadilah Perang Dunia Pertama pada tahun 1914 M s/d 1918 M, Kaum muslimin  mengalami pergolakan dan pada puncaknya adalah terjadi Pengambil- alihan Kekuasaan Daulah Khilafah lslamiyah secara "dramatis" dan kemudian di rubah menjadi sistem Negara Republik berdasarkan SEKULAR ( memisahkan agama dari kehidupan ) oleh Mustafa kemal.
Saat itu Kaum muslimin hanya di beri 2 pilihan ; murtad atau mati ( di bunuh ), maka banyak dari Kaum muslimin yang melarikan diri ke Negeri- negeri yang lain sebagai buron pemerintah, sedangkan Sang khalifah sendiri berhasil di usir dengan "hina dina" dari lstananya, beliau adalah Khalifah Abdul Majid ll , peristiwa bersejarah itu terjadi pada tanggal 27 Rajab 1342 H ( 3 Maret 1924 M ).

Semenjak itulah Umat lslam bagaikan "Anak ayam yang kehilangan lnduknya" di perparah dengan mulai lunturnya  Pemahaman lslam yang bersumber dari Al Qur'an dan As-sunnah, karena telah "terkontaminasi" dengan pemahaman asing barat ( Eropa ).

Mustafa Kemal bersama antek-anteknya menjadikan Umat islam terbagi-bagi dan terpisah menjadi Negara- negara "jajahan" yang dalam setiap keadaan selalu di pantau dan di lntervensi oleh Negara-negara adidaya yang ada pada saat itu seperti lnggris, Perancis dan yang lainnya.

Kini, Kaum Muslimin di seluruh dunia hidup  tanpa Khilafah, maka yang terjadi adalah kehancuran yang terjadi dalam setiap aspek kehidupan, karena tiadanya Sang Imam / Khalifah yang berfungsi sebagai Perisai ( Pelindung Umat ), dan semakin jauhnya Umat islam dari Pemahaman agamanya sendiri, sebab telah tergantikan oleh Pemikiran barat yang mengukur segala sesuatu dengan "materi" atau keuntungan semata, bukan mengharapkan Ridha Allah SWT.
Terbukti dengan maraknya kejadian Pembantaian-pembantaian dan kedzaliman yang di lakukan oleh Musuh-musuh lslam di luar sana, terhadap saudara-saudara muslim kita yang tertindas dan terusir dari Negerinya sendiri, tapi Para Penguasa di Negeri-negeri kaum muslimin terkesan "cuek" dan tidak perduli, karena memang mereka tidak memiliki ghirah / semangat untuk membela saudaranya yang sangat membutuhkan pertolongan.
Paham Nasionalisme atau kebangsaan yang di hembuskan oleh kaum lmperialis telah mendarah daging dan semakin mengikis habis "UKHWAH ISLAMIYAH" di antara Kaum Muslimin.
Karena Paham ini lebih mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negaranya saja, dan kurang perduli dengan Penderitaan Umat muslim yang berada di luar Negara / Bangsanya, dengan alasan tidak boleh mengintervensi ( mencapuri ) Urusan Negara lain.
Itulah Politik Barat, yang menjajah Negeri-negeri kaum muslimin dengan sangat "Licik" dan "Melenakan".

Ketiadaan Khilafah ini menjadikan kemungkaran dan kerusakan merajalela di muka bumi, karena runtuhnya Daulah Khilafah lslamiyah membuat hukum-hukum Allah tersingkir dan di gantikan dengan hukum kufur buatan manusia.
Sungguh lronis ketika Kaum Muslimin mengadopsi hukum ( aturan ) thaghut, dan meninggalkan aturan yang Berasal dari Allah SWT seperti yang terjadi saat ini.

Namun, pada kenyataannya dari waktu ke waktu kondisi Umat lslam semakin "membaik" dan telah terjadi perkembangan pemahaman islam yang terus meluas di seluruh Penjuru Dunia.
Kaum Muslimin semakin cerdas, dan yakin akan janji-janji dari Allah SWT yang tersampaikan lewat lisan Yang Mulia Rasulullah SAW Dalam Sabdanya :
, " Tsumma takuunuu 'alaa minhajin nubuwwah ,"

," Kemudian akan datang masa khalifah yang tegak di atas metode kenabian, " 
Kemudian Rasulullah diam.
( H.R. Ahmad dan Abu Dawud )

Rasulullah Muhammad SAW telah mengabarkan bahwa Dunia ini akan kembali pada masa / fase Kekhilafahan yang berdiri di atas manhaj kenabian setelah fase Mulkan  Jabriyyan ( kekuasaan diktator ) seperti saat ini.

Akhir-akhir ini ghirah kebangkitan Kaum muslimin semakin terlihat nyata, mulai dari lapisan masyarakat bawah, hingga lapisan atas, termasuk Para elit Politik mulai menyuarakan "Khilafah" sebagai satu-satunya lnstitusi yang paling benar.
Dakwah Khilafah semakin "membahana" dan mulai banyak yang memberikan dukungan dan apresiasinya, hal itu membuat musuh-musuh islam dan kaum munafikun berupaya untuk menghalangi dakwah lslam, di antaranya  memperjuangkan kembali tegaknya Khilafah di muka bumi, karena mereka ( musuh-musuh islam ) ingin agar merekalah yang terus "menguasai" dan menjajah Negeri-negeri kaum muslimin.

Jadi tugas utama Kaum Muslimin di seluruh dunia adalah memupuk kembali "Ukhwah lslamiyah", memahami tsaqofah lslam dengan benar, dan bersatu untuk bersama-sama menjemput Tegaknya Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian,,,
~~~~~~~~
Wallahu a'lam bi ash-shawab.
 
Top