Agrowisata Kauman Kidul menjadi wisata kuliner pagi yang mengasyikkan oleh masyarakat  desa Kauman Kidul kota Salatiga Jawa Tengah dan sekitarnya. Keberadaan akan dibangunnya agrowisata yang masih dalam tahap rintisan tersebut, disambut gegab gempita oleh warga setempat. Terbukti! Telah menjamurnya para pedagang makanan yang menggelar dagangannya di sekitar area Agrowisata tersebut. Masyarakat dapat memanjakan lidah sambil menikmati alam nan elok sedap dipandang mata.

Perkembangan pariwisata dalam suatu tempat, tidak terjadi secara tiba - tiba, melainkan melalui suatu proses yang panjang dan melelahkan. Bahkan proses tersebut bisa terjadi secara cepat maupun lambat, sangat tergantung oleh berbagai faktor eksternal yaitu dinamika pasar, situasi politik, ekonomi makro beserta faktor eksternal di tempat yang bersangkutan, kreatifitas dalam mengolah aset yang dimiliki, dukungan pemerintah dan masyarakat (Gunawan, 1999).

Bukan hanya itu saja, pembangunan kepariwisataan memerlukan perencanaan yang baik, oleh pemerintah baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat.

Akan dibangunnya destinasi wisata di desa Kauman Kidul ini, mau tidak mau akan mendorong minat dan motivasi wisatawan untuk berkunjung. Selain itu, meningkatnya gairah wisatawan asing dan dalam negri, di mana kebutuhan dalam melakukan perjalanan wisata merupakan kegiatan yang penting untuk menghilangkan kejenuhan dan mencari kesenangan.

Fenomena di atas didukung oleh ramalan Word Tourism Organization (WTO) yang mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan global akan meningkat menjadi 1.018 juta orang dengan perolehan devisa sebesar US$ 3,4 triliun, investasi pariwisata dunia sebesar 10,7 persen permodalan pada tahun 2010. Tentunya prospek agrowisata ini akan memberikan penambahan devisa yang potensial bagi pendapatan daerah khususnya di kota Salatiga propinsi Jawa Tengah ini.

Selain itu, pengembangan agrowisata merupakan salah satu alternatif yang diharapkan mampu mendorong baik potensi ekonomi daerah tersebut. 

Begitu pula, yang terjadi di desa Kauman Kidul. Telah menjamurnya pedagang - pedagang makanan yang menggelar dagangannya di area lokasi agrowisata yang sedang dalam tahap awal pembangunan tersebut. Pada setiap hari minggu dan hari - hari libur nasional telah disulap menjadi wisata kuliner yang mengasyikkan. Kita akan dimanjakan oleh pemandangan alam pedesaan yang indah. Sepanjang mata memandang hijaunya padi tumbuh subur bak hamparan permadani, sambil memanjakan lidah menikmati kuliner masyarakat setempat.

Sampai saat ini data yang diperoleh dari  Paguyuban Pedagang Agrowisata Kauman Kidul yang diketuai oleh Bp. Sururi, dalam kurun waktu hanya satu minggu saja jumlah pedagang yang telah terdaftar mencapai 50 orang yang dilansir berasal dari warga setempat.

Pasar minggu yang hanya berlangsung 5 - 6 jam saja pada hari minggu dan hari - hari besar nasional tersebut telah mampu menghasilkan omset ratusan ribu rupiah setiap pedagangnya. Hasil tersebut cukup menggembirakan sehingga meningkatkan ketertarikan untuk ikut berdagang di area agrowisata tersebut.
[8/3 02:21] Peni Sayekti: Pasar minggu ini adalah pasar yang menjadi tempat favorit bagi penikmat kuliner di wilayah desa Kauman Kidul dan sekitarnya di pagi hari. Menyediakan berbagai variasi makanan yang murah meriah dan tentunya enak.

Pasar minggu yang hanya bisa didapati pada hari minggu dan hari - hari besar nasional saja ini, walau pun masih seumur jagung namun mampu menyerap animo masyarakat dengan cepat. Selain itu juga murah, unik dan mengasyikkan.

Pengunjung bisa datang ke sini mulai jam lima pagi hingga menjelang siang hari. Aneka gorengan, bubur, soto, kupat sayur, singkong keju, tiwul, lotek yang berbeda karakter dengan pecel, hingga roti, sokar (sosis bakar),  leker, susu segar bisa dicoba di sini.

Meskipun masih baru, ditunjang dengan nilai wisata dengan suguhan wisata alam yang indah dan udara pedesaan yang sejuk bisa menjadi pilihan wisata di hari minggu pagi yang perlu dicoba.

Oleh karena itu, pemerintah seyogyanya bisa mengembangkan potensi yang ada untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. 

Pemerintah diharapkan dapat memberdayakan, mengayomi dan memberlakukan peraturan - peraturan, tidak sekedar untuk mengarahkan perkembangan, melainkan juga untuk perintisan/untuk mendorong sektor - sektor pendukung dalam mewujudkan pengembangan pariwisata melalui dinas - dinas terkait. 

Peranan pemerintah baik pusat maupun daerah sangat membantu terwujudnya agrowisata tersebut. Peni Sayekti
 
Top