Penulis : Siti Rima Sarinah 
(Pemerhati generasi dan Koordinator Komunitas SHERINA )

Tanggal 10 Februari 2019 Kota Balikpapan baru saja memperingati hari ulang tahunnya yang ke – 122. Pemerintah Kota ( Pemkot ) menyambut hari jadi kota Balikpapan dengan menyelenggarakan serangkaian acara untuk seluruh lapisan masyarakat. Beragam Event spesial mulai festival 1.000 bunga hingga festival makanan (kuliner) yang menjadikan Kota Balikpapan beberapa kali meraih rekor MURI dari kuliner ini sejak tahun 2016.  Peringatan hari jadi Kota Balikpapan, disambut dengan antusias masyarakat karena ada 13 agenda yang dilaksanakan oleh masyarakat. Dan untuk melaksanakan agenda – agenda tersebut Pemkot menyediakan dana sebesar 5 Miliar.
Kota Balikpapan dengan julukannya Kota BERIMAN ( Bersih Indah Aman dan Nyaman ) di hari jadinya ini, masih menorehkan berbagai macam permasalahan yang belum terselesaikan. Ada 1.000 anak di Balikpapan yang tidak mampu merasakan manisnya pendidikan karena faktor ekonomi (klikbalikpapan.co 08 Februari 2019), masalah banjir, kekurangan air bersih juga masih menjadi PR besar bagi Kota Balikpapan.  Seharusnya Kota Balikpapan di hari jadinya yang memasuki usia senja harus segera berbenah diri, bukan hanya mengadakan perayaan menyambut hari jadinya, tetapi juga harus muhasabah dan fokus  mengurusi dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat.
Permasalahan yang ada dimasyarakat bukan hanya dihadapi oleh Kota Balikpapan, tetapi kota-kota yang ada di Indonesia bahkan dunia menghadapi masalah yang sama yang juga belum kunjung terselesaikan. Karena permasalahan ini muncul secara sistemik, artinya sistem kehidupan manusia yang diterapkan saat ini adalah kapitalis sekuler yang selalu memunculkan permasalahan. Sistem kapitalis sekuler tidak mampu menuntaskan permasalahan umat manusia karena yang menjadi tujuan kehidupan hanya untuk meraih materi atau keuntungan. Sebagai contoh kebijakan impor yang menyusahkan para petani yang telah bersusah payah menanam dan hasil panennya tidak bisa dirasakan karena ada barang impor yang lebih murah harganya.
Indonesia  berlimpah sumber daya alamnya, namun tidak menjamin kemakmuran rakyatnya. Karena sebagian besar kekayaan justru diserahkan kepada asing. Warga pun tidak mudah memenuhi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, pendidikan dan juga keamanan. Walaupun mayoritas penduduknya Muslim, namun keislaman mereka kurang tampak dalam kehidupan . Bahkan aturan Islam yang kaffah tidak hadir dalam mengatur urusan masyarakat.
Sebuah negara yang baik, kehidupan masyarakat juga baik. Kebutuhan hidup terpenuhi, keamanan juga terjaga. Masyarakat juga jauh dari sikap permusuhan dan saling membenci, mereka Justru toleran dan saling memaafkan. Segenap kaum muslim selalu berharap agar Indonesia bisa menjadi sebuah negeri yang penuh dengan kemakmuran dan berlimpah ampunan Allah Azza wa Jalla, seperti yang Allah jelaskan dalam Qur’an surah Saba ayat 15.
Peradaban Islam telah memberikan tinta emas dalam perjalanan kehidupan manusia dalam berbagai aspek. Dari kemajuan ilmu pengetahuan hingga kesejahteraan masyarakat turut menjadi catatan gemilang ketika peradaban Islam tegak di muka bumi. Peradaban Islam tersebut adalah masa di mana Islam menjadi pedoman dalam segala lini kehidupan rakyat dengan kesempurnaan aturan yang ada di dalamnya dan tegak dalam satu institusi politik Khilafah Islamiyyah. Khilafah Islamiyyah Secara  imani dan alami akan memberikan keterjaminan berkah dan maslahat bagi kehidupan manusia termasuk di dalamnya kesejahteraan.
Mewujudkan Indonesia termasuk di dalamnya Kota Balikpapan sebagai Baldatun thoyyibah wa rabbun ghofur , semestinya bangsa ini berusaha keras mengubah kondisi yang rusak agar sesuai dengan tuntunan Allah SWT, dengan cara melaksanakan Syariah-Nya secara kaffah, dengan kembali menerapkan aturan kehidupan yang berasal dari sang pencipta manusia. Itulah tuntunan hakiki atas kaum muslim yang mengharapkan keberkahan dan ampunan Ilahi.Wallahu A’lam Bisshowab

0 komentar:

 
Top