Nusantaranews ~ Hingga saat ini, peruntukan rumah dinas Ketua DPRD Kota Padang masih kabur. Pasalnya rumah dinas yang berada di belakang Kantor Dinas Peternakan Sumbar, Jalan Rasuna Said belum bisa di tempati karena masih disewakan Pemerintah Kota Padang kepada pihak lain.
Emnu Azamri selaku Ketua DPRD Kota Padang saat dimintai tanggapanya mengakui, memang sampai saat sekarang, dirinya belum juga menempati rumah dinas tersebut, karena kondisi rumah tersebut belum jelas. Dan iapun belum dapat sinyal dari Sekretaris Dewan apakah sudah ada rumah dinas untuk ketua DPRD atau tidak.
berdasarkan informasi lapangan, ternyata semenjak tahun 2009 lalu, rumah dinas Ketua DPRD yang dijabat Zulherman telah disewakan kepada orang lain. Sebab Zulherman menganggap, rumah dinas itu kurang representatif. Makanya Sekwan DPRD mengembalikan rumah dinas dimaksud kepada Pemerintah Kota Padang.
Akibatnya, berimbas pada Ketua DPRD baru saat ini. Seharusnya, setelah pelantikan dia berhak mendapatkan rumah dinas yang layak, namun karena kondisi rumah tersebut belum jelas, Emnu pun terpaksa tinggal dirumah pribadinya. "Pembicaraan tentang rumah dinas tersebut hanya selintas saja dengan Sekwan, tapi bagaimana kejelasan selanjutnya saya belum ada kepastian," ujarnya.
Emnu menyampaikan, pihaknya sebenarnya tidak mempersoalkan letak atau posisi rumah tersebut. Bahkan dirinya tidak keberatan untuk tinggal di rumah dinas tersebut jika memang semua perlengkapan sudah ada di dalamnya.
Sekwan DPRD Kota Padang Iskandar Syah saat dimintai tanggapanya menerangkan, memang kondisi rumah dinas tersebut belum layak ditempati karena isinya belum ada. Selain itu, anggaran untuk renovasinya juga tidak ada dalam APBD tahun ini.
Di lain pihak, Kabag Humas DPRD Kota Padang, Dasmizar Tayib mengaku bahwa dirinya tidak begitu mengetahui tentang persoalan ada atau tidaknya anggaran untuk renovasi rumah dinas tersebut. Selain itu dia juga mengaku belum mengetahui solusi apa yang baik untuk pengadaan rumah dinas bagi ketua DPRD tersebut. (mond)
Emnu Azamri selaku Ketua DPRD Kota Padang saat dimintai tanggapanya mengakui, memang sampai saat sekarang, dirinya belum juga menempati rumah dinas tersebut, karena kondisi rumah tersebut belum jelas. Dan iapun belum dapat sinyal dari Sekretaris Dewan apakah sudah ada rumah dinas untuk ketua DPRD atau tidak.
berdasarkan informasi lapangan, ternyata semenjak tahun 2009 lalu, rumah dinas Ketua DPRD yang dijabat Zulherman telah disewakan kepada orang lain. Sebab Zulherman menganggap, rumah dinas itu kurang representatif. Makanya Sekwan DPRD mengembalikan rumah dinas dimaksud kepada Pemerintah Kota Padang.
Akibatnya, berimbas pada Ketua DPRD baru saat ini. Seharusnya, setelah pelantikan dia berhak mendapatkan rumah dinas yang layak, namun karena kondisi rumah tersebut belum jelas, Emnu pun terpaksa tinggal dirumah pribadinya. "Pembicaraan tentang rumah dinas tersebut hanya selintas saja dengan Sekwan, tapi bagaimana kejelasan selanjutnya saya belum ada kepastian," ujarnya.
Emnu menyampaikan, pihaknya sebenarnya tidak mempersoalkan letak atau posisi rumah tersebut. Bahkan dirinya tidak keberatan untuk tinggal di rumah dinas tersebut jika memang semua perlengkapan sudah ada di dalamnya.
Sekwan DPRD Kota Padang Iskandar Syah saat dimintai tanggapanya menerangkan, memang kondisi rumah dinas tersebut belum layak ditempati karena isinya belum ada. Selain itu, anggaran untuk renovasinya juga tidak ada dalam APBD tahun ini.
Di lain pihak, Kabag Humas DPRD Kota Padang, Dasmizar Tayib mengaku bahwa dirinya tidak begitu mengetahui tentang persoalan ada atau tidaknya anggaran untuk renovasi rumah dinas tersebut. Selain itu dia juga mengaku belum mengetahui solusi apa yang baik untuk pengadaan rumah dinas bagi ketua DPRD tersebut. (mond)