Oleh : Yuli UmmuRaihan
(Member Akademi Menulis Kreatif)

Biadab, inilah kata yang pantas kita berikan pada oknum-oknum pejabat dari pemerintahan China atas kekejaman mereka pada saudara kita muslim Uyghur di Xinjiang China.

Penindasan yang sudah berlangsung sejak lama, hanya karna satu hal yaitu karna mereka "Muslim" mereka umat Islam.

Beragam alasan yang dijadikan alibi oleh oknum pejabat pemerintahan China tak bisa jadi pembenaran atas apa yang mereka lakukan, ini sudah diluar prikemanusian, bahkan prikebinatangan.
Mereka begitu alergi, benci dengan semua yang berbau Islam dari Uyghur.

Ini terlihat dari apa yang mereka lakukan diantara:
Pertama, Menutup mesjid2 di Xinjiang.
Kedua, melarang pemberian nama Islam pada anak-anak muskim Uyghur.
Ketiga,Membakar ribuan kitab suci Alquran.
Keempat, Memaksa memakan makanan haram.
Kelima, Memenjarakan muslim Uyghur di kamp-kamp mirip tahanan dengan penyiksaan yang kejam.
Keenam, Mendoktrin muslim dengan ajaran Komunisme
Ketujuh, Memisahkan anak-anak muslim dengan keluarganya dan mencuci otak mereka dari ajaran Islam.
Dan masih banyak lagi tindakan biadab yang mereka lakukan.

Kebencian mereka seperti yang sudah digambarkan Allah dalam surat Al Maidah ayat 81 yang berbunyi: " Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang Yahudi dan orang-orang musyrik"

Serta dalam Al quran surat Al baqoroh :217 yang berbunyi:" Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu kepada kekafiran, seandainya mereka sanggup".

Demikianlah Allah sudah memperingati kita maka jangan pernah berharap belas kasihan dari mereka. Dan tidak perlu aneh dan kaget kenapa mereka bisa begitu biadab kepada kaum muslimin.

Binatang saja tidak ada yang seperti itu, ia hanya akan memangsa atau menunujukkan kekuatannya jika merasa terancam, dan membunuh atau memangsa tanpa menyiksa tapi ini, mereka dengan sengaja menyiksa perlahan seolah sengaja menyulut api kemarahan kaum muslimin.

Sebagai kaum muslim kita harus meyakini bahwa kita bagai satu tubuh, jika ada satu bagian yang sakit, maka bagian yang lain ikut merasakan.

Dan terhadap saudara kita di Xinjiang kita wajib memberi pertolongan sebgaimana firman Allah Swt dalam surat Al Anfal :72 yang berbunyi:"/Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan agama, maka kami wajib memberikan pertolongan".

Saudara kita di Uyghur dan belakan bumi Islam lain sudah lama menjerit meminta tolong. Maka kewajiban kita sebagai muslim menolong mereka dengan segala upaya yang kita punya.

Teringat kisah seorang muslimah yang mengadu pada khalifah Al mu'tasim hanya karna pakaiannya disingkap oleh orang kafir, maka khalifah langsung mengirim pasukan yang begitu banyak .

Tapi sekarang lihatlah, umat Islam didunia bagai buih dilautan, jumlahnya banyak tapi tak punya kekuatan karna tersekat oleh Nasionalisme.

Derita mereka dianggap masalah dalam negri mereka dan kita tak bisa ikut campur.
Ibarat kita punya tetangga yang lagi didzalimi, suaminya dibunuh, perempuannya dilecehkan bahkan diperkosa, anak-anaknya disiksa, harta benda mereka dirampas, tapi kita sebagai tetangga hanya melihat, tanpa bisa melakukan apapun.

Sungguh kitalah yang lebih kejam dibanding mereka yang melakukan kebiadaban itu.

Umat Islam disibukkan oleh urusan individu ,kepentingan, dan negri mereka atau hanya mencukupkan diri dengan selemah-lemah iman yaitu doa.

Padahal jika kita belajar dari sejarah, bagaimana dulu kekaisaran China gemetar dihadapan khilafah( institusi Islam).

Tapi saat ini institusi ini yang tidak lagi ada, semenjak 1924 lalu, umat islam dipecah menjadi 57 negara bagian dan disibukkan dengan urusan domestic masing-masing.

Jikapun ada keinginan membantu terbentur garis Nasionalisme dan PBB. Karna aksi apapun harus seizin PBB, yang kita tau PBB itu apa dan siapa?

Paling solusi dari PBB hanya berupa perundingan yang bertele-tele tanpa hasil yang memuaskan. Ibarat kata hanya memperlambat derita mereka  menuju kematian.

Jika negri-negri muslim ingin meminta bantuan PBB harus beradu kekuatan lewat vooting dengan anggota yang lain non muslim.

Dan seandainya negri muslim ikut meminta PBB untuk memaksa China menghentikan kedzalimannya maka kita terbentur pada fakta bahwa China memegang kartu Veto selain Inggris, Prancis, dan Rusia.

Inilah diantaranya yang membuat kita sulit menolong saudara kita baik di Uyghur, Rohingya, Palestina, Irak, Syiria,Khasmir, Pattani, Moro, Dan belahan bumi lainnya.

Walhasil muncullah rasa apatis karna mustahil bisa menolong sehingga hanya melakukan lip service, mengutuk, mengecam, atau bahkan diam seolah tak ada kejadian apa-apa.

Para ulamapun akhirnya hanya fokus pada menyarankan doa, dzikir, penggalangan dana, nasehat sabar dengan harapan Allah yang Maha Kuasa segera menghilangkan kedzoliman ini.

Bukan tidak boleh, justru kita wajib melakukannya, tapi lihatlah apakah semua itu menyudahi penderitaan mereka?

Apakah derita mereka berkurang atau malah bertambah?

Apakah para kafir laknatullah itu sadar, mengurangi aksinya, atau menghentikan kebiadabannya?

Jawabannya TIDAK!
Justru semakin menjadi dan membuat darah mendidih.

Islam adalah agama yang sempurna, yang mampu menyelesaikan segala problematika kehidupan. Menjaga kaum muslimin dari cengkraman kafir penjajah bukan hanya sehari, sebulan, atau setahun tapu hingga 13/abad lamanya.

Rasulullah telah memcontohkan bagaiman khilafah mampu menjaga, memberi rasa aman dan nyaman bagi warga negaranya baik muslim atau non muslim.

Kita harus kembali membaca sejarah, mengambil pelajaran dan megembalikan kejayaan itu, saat Islam menjadi kekuatan yang disegani, ditakuti, dan diperhitungkan.

Bukan menjadi santapan lezat yang diperebutkan.

Maka kita harus bersatu, bangkit dan menghancutkan segala rintangan tadi.
Tak lain hanya dengan menegakkan Khilafah.

Karna hanya khilafah yang mampu menjadi penjaga dan pelindung sejati.

Khilafah yang bisa membuat kita benar-benar satu tubuh, satu rasa, satu pemikiran.
Khilafah yang akan bisa membalas dan memberi balasan yang membuat jera para pelaku kedzoliman.

Khilafah yang akan memerangi para kafir penjajah.
Khilafah yang membawa rahmatan lilalamin.

Inilah PR besar umat Islam saat ini, sadarlah !
Muslim bersatu tak bisa dikalahkan.
Marilah kita bangkit, bersatu dibawah naungan khilafah dan serius menolong saudara kita.

Tak ada satupun alasan kita menolak atau mengingkari, bahwa hanya Khilafah solusi utama dan satu-satunya untuk saudara kita di Uyghur dan wilayah lainnya.wallahu a'lam bishowab.
 
Top