N3 Payakumbuh - Kelompok Tani Bina Bersama Kelurahan Kotobaru Payobasung Kecamatan Payakumbuh Timur boleh berbangga. Pasalnya, program Unit Pelayanan Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian (UP3HP) yang mereka jalankan buah kerjasama dengan Bank Indonesia Sumatera Barat telah berhasil menambah nilai jual produk pertanian yang mereka hasilkan.

Tercatat berbagai produk olahan hasil pertanian berhasil mereka ciptakan, seperti cabe bubuk, saus sambal, bawang goreng,  aneka olahan pisang dan ubi, dan beberapa olahan lainnya yang dikemas dengan baik dengan medium botol maupun plastik.

"Alhamdulillah, kelompok tani Bina Bersama telah mampu mengembangkan dan mengolah hasil pertanian dalam berbagai bentuk, sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, sebut saja cabe bubuk. Produk ini bisa bertahan lama, dan bisa dipakai buat bepergian jauh, misalnya buat jamaah haji, ini sangat cocok," ujar Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh,  Benni Warlis saat meninjau UP3HP Bina Bersama, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, kegiatan UP3HP yang dilaksanakan kelompok tani Bina Bersama menjadikannya berbeda dengan kelompok tani lainnya yang ada di Kota Payakumbuh.

"Selama ini, kelompok tani hanya mengenal konsep three in one, permodalan sendiri,  produksi sendiri dan pemasaran langsung sendiri.  Kalau disini Four in one yaitu ditambah dengan pengolahan hasil sendiri," ujar Benni Warlis.

Benni tidak berkunjung sendiri, turut hadir manejer Bidang Pengembangan UKM Bank Indonesia Cabang Sumatera Barat,  Budi Dwi Cahyono bersama tenaga ahli pendamping program, Nofrizal. Sebagaimana disampaikan,  kegiatan UP3HP juga terlaksana berkat bantuan BI Sumbar.

"Kita memberi bantuan secara secara teknis kepada kelompok tani,  mulai dari penguatan kelembagaan,  peningkatan keterampilan melalui pelatihan-pelatihan, termasuk majanemen organisasi dan manajemen pemasaran hasil," ujar Budi Dwi Cahyono.

Pihak BI Sumbar sendiri sudah melakukan pendampingan sejak Tiga tahun terakhir. Ditargetkan pada akhir tahun 2018 ini,  kelompok tani Bina Bersama sudah bisa mandiri.

"Tahun pertama program kita fokus pada pembinaan kelembagaan, lalu tahun kedua penguatan produksi dan tahun ketiga pengembangan pemasaran. Tahun ini kita akan Passing Out (Berlepas diri-red), dan membiarkan kelompok lebih mandiri dalam pengembangan usahanya," terang Budi didampingi Nofrizal.

Pihak BI Sumbar optimis, UP3HP milik kelompok tani Bina Bersama akan mampu bertahan dengan telah adanya unit kegiatan pengolahan hasil.

"Kedepan, mereka akan bisa lebih maju mengingat sudah ada pengetahuan tentang pengolahan hasil. Mereka tak perlu khawatir terkait pemasaran hasil pertanian, sebab, semua hasil bisa dipasarkan,  baik secara langsung pasca panen maupun diolah dan dikemas untuk bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama," pungkas Budi. (Rahmat Sitepu)

 
Top