N3, Padang ~ Pasca peringatan puncak Hari Pers Nasional yang digelar di Pantai Kota Padang beberapa waktu lalu, ternyata menyisakan kecemasan bagi pengunjung pantai. Pasalnya, bekas lobang tempat berdirinya pentas di lokasi "panggung budaya" yang baru saja dibangun Pemko Padang melalui instansi DPRKPP, dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 1.4 miliar terindikasi dibiarkan, tanpa ada niat untuk menutupinya.

Akibatnya, pengunjung yang menikmati tempat rekreasi pantai Padang nan asri merasa tidak nyaman, karena takut apabila salah seorang sanak keluarganya masuk kedalam lobang bekas galian pentas tersebut.

Ternyata ketakutan masyarakat ini terbukti, dimana Robi (10 th) anak dari Buyuang Cino warga Duku Kabupaten Padang Pariaman mengalami trauma saat Robi terperosok kedalam lobang dilokasi panggung budaya pantai Padang pada Kamis (22/2) sore lebih kurang pukul 17.45 wib.

Hal ini mengakibatkan Robi anaknya, mengalami luka gores di pergelangan tangan dan kaki. Sehingga dengan terpaksa dibawa pulang untuk di obati.


Kondisi ini disebabkan, adanya dugaan kelalaian dari instansi terkait seperti  DPRKPP sebagai penanggungjawab dalam pembangunan pentas budaya beserta Dinas Pariwisata Kota Padang yang kurang memperhatikan keselamatan dan kenyamanan para pengunjung saat menikmati objek wisata di Pantai Padang.

Kabid Cipta Karya Herman H selaku penanggungjawab pekerjaan panggung budaya saat dikonfirmasi wartawan hari diruang kerjanya menjelaskan, bahwa terkait dengan adanya lobang yang ada di lokasi proyek itu, bukanlah tanggungjawabnya. 

Sebab, untuk pekerjaan panggung budaya sendiri telah selesai pekerjaanya pada bulan September 2017 lalu. 

Herman mengakui, disaat puncak HPN 2018 di pantai Padang, ia pernah mempertanyakan kepada Dinas Pariwisata Kota Padang, mengapa hasil pekerjaannya di gali. 

Iapun mendapat jawaban, bahwa panggung budaya ini digali untuk kedudukan pentas pada pelaksanaan hari puncak HPN 2018. 

Saat itu Ia sempat mengatakan, silahkan digali, dan apabila telah selesai acara, agar lobang bekas galian ditutupi kembali, supaya tidak beresiko kepada masyarakat.

Namun sayang, setelah perhelatan HPN selesai, lobang tersebut ternyata tidak juga ditutupi, ucap Herman.

Disisi lain, Herman mengatakan, bahwa Ia tidak bertanggungjawab terhadap lobang yang dibuat tersebut, sebab siapa yang membuat lobang, mesti dia yang menimbunnya kembali.

Saat ditanya, apakah yang menggali lobang tersebut, dari pihak Dinas Pariwisata Kota Padang, Herman pun diam sesaat, kemudian mengatakan, bahwa itu adalah tanggungjawab dari Panitia pelaksana HPN 2018.

"Panitia HPN 2018, kan dari Pemprov Sumbar, tentu yang bertanggungjawab terhadap akibat dari pelaksanaan tersebut mereka juga, ucap Herman.

Hingga berita ini tayang, pihak dari Dinas Pariwisata Kota Padang belum dapat di konfirmasi. Nal Koto
 
Top