N3, Tarakan ~ Freezer bukan membekukan daging, malah bekukan mayat bayi, itu yang dilakukan salah seorang ibu rumah tangga yang membekukan mayat bayi perempuan tidak bernyawa didalam feezer daging, feezer daging seharusnya menyimpan daging beku dimasukkan untuk hati tidak bernyawa.

Pernyataan mengejutkan dari Tersangka S, yang belakangan diketahui sebagai Ibu Biologis dari bayi yang ditemukan didalam frezer bahwa saat melahirkan bayi tersebut dipastikannya sudah tak bernyawa, streaky itu dibungkus plastik dan dimasukan ke dalam lemari pendingin.

Demikian dijelaskan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tarakan, AKP Choirul Jusuf saat memberikan keterangan pers kepada awak media.

Berdasarkan pengakuan Tersangka S, kata Choirul Jusuf, sekira bulan Mei 2017 tanpa ingat tanggal yang pasti, Tersangka S yang merupakan istri kedua yang dinikahi dibawah tangan oleh suaminya, pemilik usaha pencucian mobil di bilangan Kampung Satu Skip melahirkan bayi tersebut tanpa diketahui siapapun di dalam kamar mandi. Karena dianggap tak bernyawa maka disimpannya di lemari pendingin.

Diketahui, bayi tak bernyawa  itu dibungkus dengan kantong plasik berwarna hitam dimasukan kedalam sebuah panci dan diletakan di dalam freezer (lemari pendingin) paling bawah ditumpuk dengan berbagai jenis bahan makanan seperti daging dan udang dengan suhu kira-kira dibawah nol derajat berlokasi di Jalan Pulau Bunyu RT 11 Kelurahan Kampung Satu Skip tepatnya di pencucian mobil.

Pegawai yang ingin mengambil daging di dalam lemari pendingin terkejut saat menemukan bayi tersebut sudah dalam keadaan membeku bersama ari-arinya dengan posisi tangan dan kaki terlipat (terdekap), diketahui setelah melakukan visum bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.

Kasubbag Humas Polres Tarakan, Ipda Denny Mardianto saat olah tempat kejadian perkata mengatakan bahwa sekita pukul 18:30 Wita, Rabu (2/8) mendapat laporan dari masyarakat bahwa telah ditemukannya bayi tak bernyawa di dalam freezer yang diduga berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar 2 minggu membeku bersama dengan ari-arinya.

"Jadi kantong plastiknya double dengan ariarinya di bawah dan bayi di atasnya," kata Deni, Kamis (3/8).

Deni Mardianto menjelaskan bahwa telah mengumpulkan sejumlah saksi dan berhasil menemukan titik terang keberadaan pelaku sekitar pukul 05:30 Wita, Kamis (3/8) dini hari berdasarkan keterangan saksi-saksi.

"Untuk pelaku masih di tangani satreskrim polres tarakan dan untuk bayinya masih berada di ruang mayat rumah sakit umum daerah tarakan untuk menjalani visum," kata Deni lagi.PUTRI. Bonar Sahat
 
Top