N3, Limapuluh Kota – Sejak dilantiknya bupati-wakil bupati kabupaten Limapuluh Kota Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan, 17 Februari 2015 lalu, sudah banyak para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melahirkan inovasi baru.

Hal yang kontras justru terjadi pada Dinas Perikanan Limapuluh Kota. Ini diungkapkan oleh tokoh masyarakat Situjuh Zulhamimis kepada www.nusantaranews.net. " Dinas Perikanan programnya hanya monoton, itu ke itu saja hanya pandai melaksanakan lomba masak ikan mengikuti program nasional Forikan"

"Masyarakat disuruh mengkonsumsi ikan tapi tindak lanjutnya tidak ada. Kalau dibeli ikan harganya juga mahal daripada ayam", ujar Zulhamimis.

Ditambahkannya,  "belasan kolam disamping rumah saya ini, sudah bertahun-tahun mati suri dan tak berfungsi, bagi masyarakat tentu tak mampu membeli bibit ikan yang bagus untuk memenuhi kolam , kecuali menunggu sepak terjang dinas Perikanan. 

"Setelah ditunggu betahun-tahun lamanya, kolam ikan masyarakat tetap saja kosong melompong digenangi air saja tanpa ada isinya, tambahnya 

"Seharusnya dinas perikanan berusaha lebih inovatif lagi untuk menjadikan kabupaten Limapuluh Kota jadi Sentra Perikanan di Sumatera Barat" ujar petani budidaya minapadi Yusefri (47) warga piladang.

"Sebagaimana diketahui kalau Dinas Perikanan mengatakan bahwa usaha perikanan di nagari Andaleh, kecamatan Luak, adalah hasil dari program dinas perikanan  maka  kabupaten Limapuluh Kota untuk urusan perikanan bukan Nagari Andaleh saja", imbuh Yusefri.

Ketika dikonfirmasikan kepada kepala Dinas Perikanan Limapuluh Kota tentang tidak adanya inovasi baru dari Dinas yang dikepalainya, Refilza terkesan mengelak untuk menjawabnya, bahkan tak nyambung dengan apa yang dikonfirmasikan, dengan alasan sibuk.(Rahmat Sitepu)
 
Top