N3 Limapuluh Kota - Nagari Galugua yang terletak di ujung Kabupaten Limapuluh Kota. Persisnya di Kecamatan Kapur IX. Nagari yan dikategorikan daerah yang tertinggal terhadap pembangunan infrastruktur, yang berada sekitar 200 kilometer dari ibukota kabupaten tersebut juga tidak didatangi oleh tim safari Ramadhan Kabupaten Limapuluh Kota pada 2017 ini. 

Safari Ramadhan yang rutin diadakan setiap tahun sebagai wadah diskusi antar masyarakat dengan pemerintah dalam pembangunan daerah. 

Kondisi nagari Galugua merupakan yang paling memprihatinkan  dengan lokasi geografis diujung timur Kabupaten Limapuluh Kota tersebut. Ditandai dengan sulitnya akses jalan untuk sampai ke Galugua, dimana untuk menuju kesana jangan harap melintas diatas  jalan mulus beraspal.

Jalan tanah berlumpur dan bergelombang ditengah-tengah hutan yang butuh perjuangan ekstra untuk bisa mencapai nagari penghasil gambil tersebut. 

Syawaluddin pemerhati daerah mengatakan “Seharusnya Galugua lah yang menjadi prioritas pemerintah daerah dari segi pembangunan. Baik pembangunan SDM ataupun infrastruktur. Apalagi Safari Ramadhan merupakan salah satu wadah bagi masyarakat menyampaikan aspirasi ke pemerintah.”

“Safari Ramadhan adalah corong bagi masyarakat untuk bisa menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah. Dan tidak hanya sekedar memberi bantuan kepada mesjid tetapi untuk menjemput aspirasi masyarakat dalam pembangunan daerah kedepan,”tegas Syawaluddin.

Dari Surat Keputusan Bupati Limapuluh Kota nomor 232 tahun 2017 tentang pembentukan struktur organisasi dan personalia Tim Safari Ramadhan, yang melakukan sebanyak 87 kunjungan tim safari Ramadhan yang tersebar di 13 kecamatan. 

Dari 87 kunjungan tersebut, dilakukan oleh 8 tim. Masing-masing tim beranggotakan setidaknya 30 orang. Tim 1 diketua oleh Bupati Irfendi Arbi, tim 2 ketuai Wakil Bupati Ferizal Ridwan, tim 3 ketua Ketua DPRD Limapuluh Kota, tim 4 Dandim 0306/50 Kota, tim 5 Kapolres Limapuluh Kota, tim 6 Danden Zipur 2 Padang Mengatas, tim 7 Dan Yon 131 Bukit Barisan, tim 8 Kejari Payakumbuh.

Ketika ditanyakan kepada Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekdakab Limapuluh Kota, Arwital kenapa Nagari Galugua luput dari kunjungan Tim Safari Ramadhan kali ini. Arwital beralasan, pada Safari Ramadhan tahun lalu Nagari Galugua sudah pernah dikunjungi.

“Dalam memberi bantuan hibah, penerima tidak boleh secara terus menerus. Setidaknya dua kali setahun. Tahun lalu mesjid di Nagari Galugua sudah pernah dikunjungi. Mudah-mudahan Ramadhan tahun depan Nagari Galugua masuk daftar yang akan dikunjungi tim Safari Ramadhan,”terang Arwital.

Dalam kunjungan tim safari Ramadhan, katanya, Pemkab Limapuluh Kota terlebih dahulu  menerima rekomendasi dari camat, mesjid-mesjid mana yang akan dikunjungi oleh tim Safari Ramadhan sebelum terbitnya Keputusan Bupati tentang pembentukan tim Safari Ramadhan dan daerah yang dikunjungi. “Mesjid-mesjid mana yang akan dikunjungi, itu merupakan rekomendasi dari kecamatan ke Sekdakab bagian kesra,”terangnya lagi.

Namun Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan  tetap mendatangi Nagari Galugua walaupun nagari tersebut tidak masuk daftar yang dikunjungi tim Safari Ramadhan Limapuluh Kota kali ini. “Daerah ini wajib dikunjungi dalam mempercepat pembangunan daerah tertinggal,’terang Ferizal Ridwan.(Rahmat Sitepu)
 
Top