N3, Padang -  Masa Sidang I Tahun 2017 sejumlah anggota DPRD Padang laksanakan reses di Dapil masing - masing, termasuk salah satunya Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra jemput aspirasi warganya di gedung aula MAN 2 Padang, Gunung Pangilun Kecamatan Nanggalo, Sabtu 11 Maret 2017.

Reses yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Padang itu terlitat ratusan warga antusias ikuti reses tersebut yang juga dihadiri tokoh  masyarakat di empat kelurahan, dihadiri Kepala Bapeda Kota Padang, Rudy Rinaldy, perwakilan Dinas perdagangan, unsur Muspika, Lurah serta LPM, RT, RW di daerah pemilihannya Dapil V Kecamatan Padang Barat, Padang Utara dan Nanggalo.

Terungkap melalui reses tersebut warga setempat masih mengeluhkan persoalan banjir dan perbaikan drainase. Selain itu, juga muncul usulan dari kelompok-kelompok masyarakat yang mengaku membutuhkan perlengkapan. Selain aspirasi terkait lingkungan, perwakilan sejumlah sekolah juga menyampaikan kebutuhan mereka yang dapat dianggarkan dari dana bantuan sosial.

Dalam reses itu aspirasi warga tidak hanya disampaikan melalui lisan saja, namun aspirasi warga juga ditampung langsung melalui proposal yang diserahkan pada Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra.

Wahyu mengatakan, aspirasi rata-rata yang tidak tertampung dalam musrenbang, diakomodir dalam reses ini.
Diketahui yang dominan tadi ada banjir dan drainase, seperti membuka drainase di SMP 12 Lapai. Kegiatan di sekolah apa-apa yang bisa disupport dana hibah. Pembangunan kantor lurah, seperti di Alai Parak kopi dan lainnya.

Menurutnya, usulan masyarakat lewat proposal akan dipelajari dengan memilah kelayakan/urgent yang bersingungan dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, dengan adanya pilahan itu akan diteruskan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dijelaskan jika kebutuhan itu (proposal) misalnya mengarah pada pendidikan akan diteruskan ke Disdik. Demikian halnya berkaitan dengan infrastruktur akan diarahkan ke PU. Saya pelajari proposal - proposal yang telah diserahkan pada saya dan aspirasi yang urgent segera akan kita bicarakan dengan OPD terkait agar bisa direalisasikan.

"Sementara, apa - apa yang menjadi perioritas akan masuk dalam Musrembang Kota yang akan dibahas Senin ini. Jika, belum ada yang terakomodir akan diupayakan masuk pada APBD-Perubahan atau APBD 2018, " katanya.

Meskipun demikian, ia juga tidak meniadakan penyampaian secara lisan oleh konstituennya. Baik persoalan banjir, drainase dan juga jalan buka baru. "Saya akan tetap konsistensi, tentunya dengan melibatkan stakeholder untuk mendukung percepatan pembangunan kota.

"Ia juga sedikit menyentil bahwa kegiatan reses bagi anggota dewan sangatlah penting. Reses dinilai sebagai langkah paling efektif untuk menyerap aspirasi dan disalurkan sesuai tugas yang harus diemban selaku seorang anggota dewan, " ungkapnya.

Seperti yang disampaikan oleh Warga Komplek PGRI, Kampung Olo, Nanggalo Junaidi. Ia berharap, ada perbaikan lajur jalan di kawasan MAN dan STKIP. Pasalnya, di jam tertentu, jalur tersebut sangat padat dan memicu kemacetan. "Aktifitas warga terhambat terutama pagi, saat mengantarkan anak sekolah atau berangkat kerja," ungkapnya.

Warga setempat Junedi,  berharap adanya perbaikan saluran drainase di kawasan Nanggalo, dan
mengangkat sendimen di sepanjang jalan Gajah Mada. Dampak tidak diangkutnya sendimen tersebut juga dapat menghambat jalur air ke saluran drainase. Sehingga terjadi genangan di jalan raya air saat hujan turun. "Jika itu tidak diantisipasi, kawasan ini akan tetap banjir serta tidak pernah tertib berlalu lintas," ujarnya.

Sementara warga Kampung Olo, Nanggalo lain, Arisman yang juga salah seorang LPM setempat meminta, adanya akses jalan di samping Mapolsek Nanggalo. Ide itu dulu sudah disampaikan pada Wako serta Wako pernah berjanji tetang itu dan sampai sekarang belum terwujud, karena menurutnya akses itu akan dapat untuk mengurai kemacetan ketika jalur tersebut dibuka akan menghubungkan Surau Gadang dan keluar ke BPOM," ungkapnya.(adv)
 
Top