N3, Limapuluh Kota - Kondisi memprihatinkan terlihat di SDN 02 Pangkalan. Terjangan banjir membuat sekolah dasar negeri ini porak poranda. Semua peralatan mobiler berserakan dan hancur, apalagi buku-buku pelajaran tidak bisa lagi dimanfaatkan karena basah dan bercampur lumpur.

Terlihat kursi, meja, lemari, buku-buku, peralatan drum band dan lainnya dalam kondisi kotor dan berlumpur. Semuanya bertumpuk di halaman SDN 02 Pangkalan menunggu aksi dan tindakan lebih lanjut dari pihak terkait.

Ketika www.nusantaranews.net mengkonfirmasikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota Radimas, dikatakan bahwa, “berhubung kondisi saat ini masih fokus kepada penanggulan korban banjir maka untuk sementara sekolah yang rusak karena banjir diliburkan dulu”

“Kita akan menginvetarisir semua kerusakan, kehilangan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan proses belajar mengajar di sekolah yang diterjang banjir di kabupaten Limapuluh Kota ini, ulasnya.

Hal ini terlihat jelas ketika masyarakat fokus kepada barang barang perabotan serta pakaian yang basah akibat banjir, luapan air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah mereka sehingga setiap anggota keluarga bersama-sama membersihkan lantai yang di penuhi lumpur. Sebagian lagi menjemur kasur, pakaian serta karpet, yang lain menunggu bantuan air bersih dan makanan dari para donatur.
 
“Karena anak-anak murid kita sibuk membantu orang tua mereka di rumah, maka kita liburkan dahulu mereka sampai semua keadaan terkendali dan semua sarana penunjang PBM sudah siap di sekolah yang terkena banjir, tutup Radimas. (Rahmat Sitepu)

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved