N3,  Tarakan - Penyetopan operasional taksi argo dan taksi non argo yang tidak sesuai standar dalam waktu dekat ini akan ditertipkan oleh dinas perhubungan kota Tarakan

Kepala dinas perhubungan kota Tarakan Hamid Amren mengatakan taksi Argo bermerek Royal distop sementara perijinannya oleh Dishup tarakan, pasalnya ijin operasional belum dilengkapi berkasnya dari kantor pusatnya di Samarinda Kalimantan Timur.

" kita imbau dulu agar tidak operasional taksi argo merek royal tersebut karena ijin operasionalnya belum lengkap" terang Hamid di Kantor Dinas Perhubungan Kota Tarakan.

Hamid menjelaskankan bahwa perijinan tersebut kurang dilengkapi dari mulai domisili maupun surat kelengkapan taxi dalam menjalankan operasionalnya.

" Ada 10 unit Taksi Royal yang di datangkan Serikat Pekerja Taxi Indoesia (SPTI) di stop operasi bermerek Agiya, sat lantas juga menyetop operasional taksi tersebut, jika suratnya sudah lengkap baru taksi tersebut beroperasi toleransi yang diberikan selama 3 bulan per Desember 2016" jelas Hamid

Jika masih beroperasional dinas perhubungan kota Tarakan dan Sat Lantas akan menindak tegas pengelola taksi tersebut, jika surat sudah lengkap maka dinas perhubungan akan mempersilahkan perijinan tersebut, dirinya juga tidak mengelak masih membutuhkan taxi meter tersebut karena sebagai penunjang prasarana untuk pariwisata dan akomodasi masyarakat untuk kegiatan atau jalan jalan, akan tetapi harus sesuai dengan aturan keamanan dan keselamatan penumpang

Banyaknya keluhan masyarakat terkait akomodasi yng buruk seperti taksi (angkot) dirinya sudah melirik akan menstop operasikan kendaraan yang tidak layak tersebut, karena selain tidak indah dipandang, keselamatan dan keamanan penumpang juga di perhatikan.

" kami akan tidak dalam waktu dekat kepada taxi yang tidak memiliki persyaratan layak mobil, dimulai dari bodi mobil, mesin dan rem mobilnya harus lulus kir, serta surat pengemudi harus jelas dan benar, jika tidak lengkap maka mobil akan dikandangkan" jelas Hamid

Dirinya tidak akan memberikan toleransi dalam kenyamanan dan keamanan tersebut, karena ini untuk kepentingan bersama agar taxi non argo diminati oleh masyarakat. Tutup Hamid. Bonar Sahat
 
Top