N3, Tarakan - Seringnya pemadaman listrik dalam 2 bulan Terakhir kemarin, PLN ULK Tarakan dinilai oleh sebagian Masyrakat besar di Tarakan mengeluhkan Pelayan PLN Tarakan, Ketika dikunjungi oleh Kepala  Ombudsman Perwakilan Kalimantan Utara, Ibrahimsyah Amiruddin.

Totok Manajer ULK Tarakan, dirinya menjamin tidak akan ada jadwal pemadaman bergilir lagi karena ULK Tarakan saat ini sudah Surflus listrik, pemadan kemarin memang diakuinya karena beberapa faktor.

" Pemadaman kemarin dikarena adanya perawatan mesin di beberapa instalasi, kurangnya pasokan Gas in ke generator pembangkit karena faktor Alam, dan adanya beberapa sambungan listrik dikarenakan putus terkena pohon dan Binatang" terang Totok.

Totok menerangkan saat ini listrik ditarakan sudah surflus sekitar 6 mega, tetapi dirinya terus melakukan perbaikan di segala lini terutama pemberitahuan informasi untuk masyarakat Tarakan, menurutnya selain informasi call center 123, dan Twiter dirinya juga membuka Akun Facebook Khusus PLN ULK  Tarakan, yang khusus untuk Masyarakat di Kota Tarakan, Selain itu juga pelayanan service dengan Jemput Bola baik dalam pemasangan baru, dan gangguan PLN lainnya.

" PLN ULK Tarakan sudah membuat Akun Facebook PLN ULK Tarakan, sehingga informasi dan pelayanan bisa dimaksimalkan dalam mengatasi keluha masyarakat, dirinya juga memohon maaf jika pelayanan kurang maksimal, akan tetpi dirinya berjanji akan tyerus melakukan pelayanan prima". Terang Totok

Totok Menjelaskan bahwa informasi Listrik Tarakan Skarang Lebih mahal, dirinya menampik tuduhan tersebit, karena PLN dengan Harga Listrik saat ini Rp 1375 / Kwh tidak ada biaya beban seperti sebelumnya, dan harga tersebut bersifat Global seluruh Indonesia, Jelas Manajer ULK Totok.

" kami terus melakukan perbaikan yang lebih baik lagi mas, dan kami akan melakukan pelayanan lebih prima kepada masyarakat Tarakan, yang jelas kedepannya kami tidak akan pernah melakukan pemadaman jadwal listrik bergilir kecuali terkena bencana, dan gangguan dari Faktor Alam" Jelas Totok menutup. Reporter Bonar Sahat
 
Top