N3, Padang -- Angkutan Kereta Api Lembah Anai jurusan Kayu Tanam-Lubuk Alung  resmi dibuka di Stasiun Kereta Api Simpang Haru Padang, Selasa (1/11) pukul 10.00 WIB. Peresmian langsung dibuka oleh Direktur Jendral Perkeretaapian  Kementrian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno.
 
Prasetyo mengatakan, “ jadwal atau frekuensi perjalanan KA Railbus ini direncanakan beroperasi empat kali dalam sehari dengan waktu tempuh perjalanan 38 menit sekali jalan dengan tarif tiket hanya dikenakan biaya sebesar Rp3.000 saja untuk satu kali perjalanan
” katanya.

Lebihlanjut jelasnya, KA perintis ini menggunakan Railbus yang terdiri atas tiga gerbong kereta dengan kapasitas penumpang hingga 160 orang yang terdiri dari 78 penumpang dengan tempat duduk dan 82 penumpang berdiri.

Gubernur Sumbar, Iwan Prayitno mengatakann, "semoga dengan adanya KA Railbus bisa mengatasi kemacetan dan transportansi di Sumbar makin berjala lebih baik. Memang saat ini baru untuk tujuan luar kota saja, namun kita juga mengharapkan agar transportasi KA Railbus ini bisa mengakomodir penumpang nantinya ke Bandara Internasional Minangkabau, " ungkapnya.

Mailinda Rose ,Ketua Fraksi Nasdemem DPRD Kota Padang yang menghadiri peresmian KA Railbus tersebut menyampaikan, dengan adanya KA Railbus ini tentu sangat bagus sekali. Karena untuk menjadi Kota Metropolitan tentunya suatu kota harus mempunyai sarana transportasi yang banyak untuk menghindari atau alternatif dari kemacetan.

Mailinda Rose juga berharap agar KA Railbus ini bisa nanti beroperasi ke BIM, karena bandara kita cukup jauh dari pusat kota. Dengan adanya transportasi ini tentu akan lebih mempermudah akses bagi masyarakat kita. Selain transportasi darat seperti KA, angkutan umum, pemerintah juga dapat membuat jembatan layang (flyover) dan ini sudah ada planingnya di tingkat provinsi," ujarnya.

Lebihlanjut disampaikan, dengan pindahnya nanti pusat pemerintahan ke Bypass, nantinya tentu juga butuh jalur rel KA untuk dalam kota. Namun hal ini tentu kita harus menunggu perkembanggan Kota Padang kedepannya.

Namun menurut saya, yang terpenting saat ini untuk di dalam kota, kita sangat membutuhkan plang rel kereta api yang diperkirakan ada sekitar 200 plang. Saat ini dalam perubahan 2016 dari DPRD Padang sudah anggarkan untuk 13 plag dan sudah di tenderkan, rencananya akan ditambah sekitar 40 plang lagi pada anggaran perubahan 2017. DPRD tentu terus mendorong hal ini agar tidak ada lagi korban yang timbul gara - gara tidak adanya plang di pelintasan KA ini, " ungkapnya. (baim).
 
Top